
[Bunga sakura, bunga yang menggambarkan atau melambangkan keindahan negara Jepang. Lalu apa ada suatu hal lain, untuk menebak permainan tebak pikiran ini.]
Yoi ketsumatsu no tame ni saisho ni modoru
Eps 4 Sebuah Permainan Pikiran
Author: Hayusya
Apa ada maksud dari bunga sakura yang dimaksud Yamabuki ya? Mari kita menelaah artinya sedikit demi sedikit.
"Hakuya habiskan dulu miso mu, ehh kau pasti sedang memikirkan kata-kata ku itu ya,"
"Kau kira salah siapa hahh!"
"Gomen-gomen, sudahlah tak usah dipirkan dulu, makan sup miso itu sebelum nanti dingin."
[Yamabuki menyuruh Hakuya untuk memakan sup miso dibanding memikirkan arti yang dimaksud Yamabuki, Hakuya lalu kembali melanjutkan memakan sup miso nya.]
"Srupp,"
"Ahh kuahnya sungguh oishii,"
"Iya kan, kau pasti sudah lama tidak memakan sup miso kualitas tinggi,"
"Sou! Ini benar-benar nikmat sekali, kuah nya, aku merasa seperti sedang dimanjakan oleh nya,"
"Bukankah kau terlalu lebay,"
"Eh iya juga ya,"
[Hakuya lalu melahap sup miso itu dengan cepat, "mogu-mogu," ]
"Hakuya kalau kau mengunyah makan selalu dengan mulut yang tertutup ya, hihihi kawaii,"
"Uhukk... uhukk..."
[Hakuya yang terkejut mendengar Yamabuki mengatakan kalau dia kawaii itu membuatnya tersedak, lalu Hakuya meminum Coffe creame lait latte nya, "Ahh segar," ]
"Yamabuki kau jangan mengatakan aku kawaii dong, gak cocok tahu,"
"Ehh benarkah?"
"Iya!"
[Akhirnya Hakuya menghabiskan sup misonya lalu dia menghabiskan kopi nya.]
Saa inilah saatnya menebak jalan pikiran Yamabuki.
"Yamabuki, apa aku boleh menebak maksudmu itu?"
"Yang mana yang kau maksud?"
"Bunga sakura!"
"Oh, silahkan darling."
"Yamabuki aku serius dan jangan bikin aku malu seperti ini,"
"Haik-haik,"
Mari kita mulai dari yang pertama. Shion Hanabi memiliki adik kan, kalau tidak salah namanya Shion Hanami. Yang sekarang hilang entah kemana.
Lalu maksud Yamabuki mengajakku duduk di kursi VIP dengan tambahan pot bunga sakura untuk apa ya. Sebenarnya jika dipikir dengan logika itu mudah sih, sebab agar terkesan seperti layaknya kencan pasangan.
Tapi, Yamabuki sendiri yang mengatakanya, tentang Shion Sakura dan juga Shion Hanami. Yang selalu kupikirkan sampai sekarang, aku hanya mengenal nama Sakura tapi dia adalah Sakura Yamauchi sahabat Hanabi.
Bukan berarti Sakura Yamauchi memiliki satu saudara dengan keluarga Shion. Ada yang janggal disini. Lalu kenapa aku sulit sekali menebak nya sial.
[Yamabuki melihat Hakuya yang memikirkan maksud dari Yamabuki, saking seriusnya dia berpikir dengan berpose keren seperti anime Naruto, dimana Sasuke selalu berpose keren.]
[Ilustrasi pose Hakuya yang sama dengan Sasuke, enggak ngerti itu pose apaan :' . Source: Pinterest]
"Hakuya kau kelihatanya pusing sekali?"
[Ucap Yamabuki memecahkan jalan pikiran Hakuya yang sedang serius.]
"Itu karena aku sedang memikirkan sesuatu, jangan ganggu lah."
"Haik-haik,"
Ahh kamvret sampai mana tadi. Wanita ini menganggu pikiranku!
Tenang jangan emosi, kau akan mendapatkan sebuah hasil jika bersikap tenang, konsentrasi. Pikirkan dengan baik.
Oh aku baru kepikiran sesuatu, Yamabuki sendiri juga mengatakan bahwa bunga sakura identik dengan Festival Hanami, sebuah festival melihat bunga sakura.
Ahh benar juga, jawaban ini, entah benar atau tidak, aku tidak tahu. Mari kita kaitkan lagi dengan seseorang lagi yaitu Shion Hanabi. Dengan begini jawaban akan mudah ditemukan.
Nama dari Shion Sakura yang berarti juga adalah Hana, nama Hanabi yang berarti Festival Hanami. Dan Hanabi yang memiliki arti bunga api, tidak ada kaitanya sama sekali dengan Hana. Namun Hanabi juga bisa bermakna bunga walaupun harusnya lebih ke bunga api.
Terus gimana, apa maksudnya. Ahh anjerr semakin aku memikirkanya kepala ku pusing begini.
[Hakuya menggaruk-garuk kepalanya karena belum menemukan jawabanya.]
Oh iya benar juga
"Yamabuki apa maksudmu itu ada kaitanya dengan kasus Hanabi?"
[Hakuya bertanya dengan Yamabuki yang sedang bermain handphone.]
"Ada kok. Makanya kau harus menemukan jawabanya sebelum waktu kita disini habis. Oh ya sisa waktunya tinggal 5 menit lagi loh,"
"Hahh!!"
[Hakuya berdiri kaget dan membuat pelanggan lain melihat tingkahnya dan Yamabuki yang melihat itu berdiri dan menunduk hormat meminta maaf.]
"Hakuya jangan bikin gaduh dong,"
"Ah gomen-gomen,"
"Hmphh,"
[Yamabuki cemberut dan memalingkan pandanganya ke Hakuya, Hakuya yang melihat itu hanya bisa menghela nafas nya "Hahh," lalu dia duduk kembali dan semakin berpikir keras.]
Tersisa 5 menit saja, cepat Hakuya temukan segeraa, apa jawabanya. Matte kenapa aku harus berpikir keras, dan bukanya Yamabuki menjelaskanya sendiri, ahhh sial!
[Hakuya kali ini mengusap-usap wajahnya dan menyapu rambutnya kesana-kemari karena semakin kebingungan, Yamabuki yang melihat tingkahnya tersenyum sambil tertawa kecil.]
Ah naruhodo. Akhirnya aku menemukan jawabanya, hehe. Aku semakin yakin kalau ini adalah jawaban paling tepat.
"Baiklah Hakuya tersisa 3 menit lagi loh?"
[Yamabuki melihat jam di handphone nya dan menunjukkan waktu 21:24.]
"Boleh aku menjawabnya sekarang, dan juga alasan mengapa kau sengaja membuatku tertarik ke maksudmu itu,"
"Eh,"
[Mulut Yamabuki terbuka sedikit dan dia tersenyum pelan-pelan, sambil memasang wajah pura-pura.]
Yamabuki membuatku semakin yakin, wajah dia, kenapa seakan-akan menyembunyikan sesuatu. Berarti dugaanku semakin benar, aku semakin yakin dengan jawabanku ini.
"Yamabuki alasan mengapa kamu memilih pot bunga sakura adalah agar kita terkesan seperti pasangan romantis, aku menyadari itu. Setiap aku menyicipi kuah dari sup miso, aku memperhatikan pelanggan lain yang melihat kita berdua dan kelihatanya ada pria yang iri dengan kita juga,"
"Tapi seharusnya bukan hanya bunga sakura yang harus kau pilih, lalu agar memudahkanku tertarik ke alur pikiranmu dan juga maksudmu itu adalah dengan memberikanku sebuah clue."
"Sasuga Hakuya darling,"
[Yamabuki bertepuk tangan dengan pelan, dan dia tersenyum manis ke Hakuya. Hakuya lalu melanjutkan maksud Yamabuki lagi.]
"Clue dimana kau mengatakanya sendiri. Nama Shion Sakura dan juga Shion Hanami yang membuatku semakin penasaran itu,"
"Itu benar, habisnya jika aku tidak memberikan sebuah clue kau bisa lama memikirkanya,"
"Tidak juga, ada maksud lain dengan mu memberikan sebuah clue itu, aku sebenarnya ingin segera mengatakanya sekarang, namun waktunya tidak pas,"
"Ternyata benar, kau memang pintar bermain sebuah misteri ya Hakuya, ternyata selama ini aku tidak-"
"Yamabuki aku tahu dirimu, dirimu selalu berpura-pura seakan-akan kau itu wanita yang kuat, dan juga dapat menahan luka yang kau rasakan sendiri,"
"Eh,"
"Padahal kau tidak dapat membendung luka itu dan selalu menangis maupun meluapkan emosi mu ketika kau sedang sendirian,"
[Hakuya mengatakan itu dengan Yamabuki dengan wajah kasihan karena itu dia mengatakan nya dengan suara pelan. Yamabuki, apa ada maksud dia memberikan sebuah clue juga mengajak Hakuya kencan ini.]
[Hakuya lalu melanjutkan maksud Yamabuki lagi dan dia semakin tidak mau mengatakanya. Tampak dari wajahnya yang tidak ingin menyakiti hati orang lain, namun Hakuya harus mengatakannya, jika tidak, akan menjadi masalah dimana Yamabuki akan menjadi wanita pembohong.]
"Tanpa dilihat orang lain, tanpa diperhatikan orang lain. Aku yakin kau selalu menangis maupun menahan tangisanmu,"
"Seperti yang kulihat sekarang, kau tidak pintar berbohong Yamabuki. Gomen jika aku sedikit lancang mengatakan itu,"
"Hm, kau benar. Selama ini, selama... ini. Aku, ak-ku sel-"
"Tidak perlu kau katakan, jika kau mengatakan itu, kau akan meneteskan air mata."
[Yamabuki menjatuhkan air matanya, bola matanya yang selalu indah itu ternyata menyimpan sebuah kebohongan yang tidak ingin Hakuya ketahui. Apakah ada kaitanya dengan permainan menebak pikiran tentang bunga sakura itu, lalu apa ada kaitanya dengan Hanabi yang menjadi sebuah inti permasalahan cerita ini.]
[Semuanya akan kita lihat di waktu mereka saling memahami perasaan mereka masing-masing.]
To be continue ~