Yoi Ketsumatsu: REMAKE

Yoi Ketsumatsu: REMAKE
Flashback masa lalu= Arc Yamabuki - Tenang dan dengarkan suaranya



[Di sekolah didalam kelas Hakuya. Hakuya tidak dapat tidur sama sekali. Makanya mata dia sekarang seperti mata panda.]


[Namuro dan Kuuga yang melihatnya pun menanyai Hakuya.]


"Oi-oi kawan kau habis begadang atau apa?"


"Hah... enggak hanya saja, aku tidak bisa tidur,"


"Hah?" [ Namuro | Kuuga]


[Namuro dan Kuuga bingung dengan kawannya, Ketsu Hakuya.]


Yoi ketsumatsu no tame ni saisho ni modoru


Eps 16 Flashback masa lalu\= Arc Yamabuki - Tenang dan dengarkan suaranya


Author: Hayusya



"Kau sepertinya tidak baik saja kawan, lebih baik kau nanti pulang saja,"


"Benar itu, lihat dirimu kau seperti zom- zombie saja,"


"Oii Kuuga itu terlalu jahat,"


"Ah gomen,"


"Tidak, aku tidak apa-apa,"


"Jangan bercanda, orang yang kelihatan sakit itu terlihat sekali,"


"Ak- ku beneran tidak apa-"


"Brukkk!"


"Ha- Hakuya!"


[Hakuya terjatuh sepertinya ia kelelahan.]


"Oii ada apa Hakuya!"


"Bawa saja dia ke UKS!"


[Lantas Namuro dan Kuuga membawa kawannya ke UKS, ia berdua saling memapah bahu Hakuya. Hanya saja Hakuya masih sadar waktu itu.]


"Ka- u mau membawa.. ku kemana Na- muro..."


"Lihat, bicaramu saja seperti orang sedang sakit, pokoknya kali ini kau harus ke UKS!"


"Ak-ku beneran tak.. apa-"


[Namuro dan Kuuga membaringkan Hakuya di UKS, mereka berdua lalu kembali ke kelas dan


meminta izin ke sensei, kalau Hakuya sementara di UKS.]


Kepalaku pusing, mata ku berputar-putar. Aku semalam tidak dapat tidur.


"Ughh... gawat aku mulai kehilangan energi,"


[Hakuya memegangi kepalanya, dan ia memijit keningnya yang mulai pusing sekali itu.]


"Kau tidak apa-apa nak?"


[Saki Sensei, sensei wanita yang kebetulan bertugas di UKS.]


"Ah ya..."


• Saki Sensei\= Umur 25 tahun


[Masih muda dan memiliki paras cantik diantara guru lainnya, ia memiliki tugas menolong murid lain yang sakit di UKS.]


"Matamu menghitam seperti mata panda saja, apa kau ini begadang semalaman?"


Aku mau berbicara, tapi aku mulai mengantuk.


"Ah sudahlah, kau sebaiknya tidur dahulu dan jangan lupa minum teh hangatnya, sensei tinggal dulu ya,"


"Hmm.."


[Saki Sensei meninggalkan Hakuya, ia menyuruh Hakuya untuk tidur.]


Sial, kepalaku pusing sekali.


[Hakuya akhirnya memejamkan matanya, namun sepertinya dia merasa ada hal yang aneh.]


Loh kenapa tiba-tiba mataku seperti tidak mengantuk ya, bahkan kepalaku tidak lagi pusing.


Anehnya lagi sepertinya tubuhku mulai segar kembali.


A- apa aku ada di Isekai!


[Setidaknya Hakuya juga ternyata diam-diam penyuka anime.]


Tenanglah wahai diriku. Bisa saja semuanya ini hanyalah halusinasi ku saja, atau jangan-jangan aku di dalam mimpi.


[Hakuya mencubit tanganya sendiri, dan ia merasakan sakit.]


In- ini nyata, lalu kenapa aku tidak mengantuk sama sekali.


"Eh ker- kertas?"


Lagi-lagi aku diberikan sebuah petunjuk oleh gadis itu lagi. Jangan bilang orang yang berbisik di telingaku itu tidak lain adalah gadis ini.


Kau sudah merasa enakan kan, kau boleh percaya atau tidak, ini adalah aku Shion --------


"Eh?"


Seperti biasanya nama depan gadis itu, seperti dicoret-coret oleh ia sendiri.


Apa dia itu stres, itu tidak mungkin kan.


"Oi siapa pun dirimu, yang terus menghantuiku dan membuatku penasaran. Siapa namamu? dan katakan apa tujuanmu?"


Tidak ada jawaban, ini aneh.


"Are... barusan sepertinya ada yang menepuk pipiku,"


"Oii kamu tunjukan wujud mu itu!"


"Ahaha, apa yang kau lakukan pada punggungku, itu geli sekali!"


"Udahan bercandanya, dimana kamu, jangan seperti orang pecundang!"


[Tapi walaupun begitu, punggung Hakuya tetap merasa geli, sepertinya gadis ini mencoba memberi petunjuk ke Hakuya.]


Ini aneh, sepertinya gadis ini terus menerus menulis sebuah huruf di punggungku.


"Baiklah aku mau petunjuk, ulangi sekali lagi!"


[Gadis itu mendengar suara Hakuya, dan mengulangi menulis huruf di punggung Hakuya.]


"A- ahh ini geli,"


"Ahh kimochii,"


"Itaiii!"


Kok bisa dia mencubit diriku, sakit banget dah.


"Ah iya ulangi sekali lagi,"


Aku akan menahannya.


"Srett..."


Eh sepertinya aku merasakan sedikit suara kalau dia sedang menggerakkan jarinya itu.


Eh ia melanjutkan lagi.


Shi- Zu- Ka?"


Tenang apa yang ia maksud tenang?


Coba pikirkan kembali, saat itu gadis ini membisikkan sesuatu ke diriku, dan aku mendengarnya. Saat itu suasana hatiku sedang tenang.


Naruhodo, sekarang misteri akhirnya terjawab.


Are... sejak kapan aku suka dengan misteri.


Kalau begitu kosongkan pikiran, buat suasana menjadi tenang, tarik napas dalam-dalam, hembuskan.


[Suasana berubah tenang, Hakuya sepertinya mulai paham.]


"Ne Hakuya-kun kau bisa mendengar suaraku?"


"Ya terdengar jelas,"


"Jangan takut, ini aku gadis yang selalu berada di sampingmu,"


"Hmm-hmm.."


"Apa kau tahu kenapa energi mu kembali dengan cepat. Itu karena aku meminumkan mu teh dari sensei dengan mencampurkan bahan ajaib ini,"


"Hmm-hmm naruhodo..."


Pokoknya gue kudu tenang.


"Arigato Hakuya-kun, karena hanya kau saja yang masih mengingat diriku,"


"Ya aku masih mengingat mu, waktu itu kau seperti orang kebingungan saja, memang ada masalah apa? hingga dirimu bisa menghilang,"


"Apa kau percaya dengan sindrom 2 jiwa?"


"Hah.. sindrom 2 jiwa?"


"Ya, saat itu aku tidak ada di sekolah, dan diriku yang asli berada di suatu tempat. Hanya saja aku tidak dapat mengingat nama tempat itu,"


"Terus waktu itu siapa yang kulihat?"


"Jiwaku yang lain, aku memang berada di sana, namun tidak ada yang menyadari keberadaanku,"


Jiwa, hmm bentar ada kaitanya dengan teori yang kupelajari semalam tidak ya?


"Apakah ini teori Quantum Superposition, Shion-san?"


"Wuah, sejak kapan kau belajar pengetahuan,"


"Ah ya waktu itu aku mulai bersemangat, dan ingin tahu kebenaran ini semua. Dengar ya gara-gara kamu, aku rela begadang semalaman, belajar tentang teori gila ini!"


"Ya aku tahu itu, karena itulah aku berada disana memelukmu,"


Pantas waktu itu seperti ada orang yang memeluk ku dari belakang, ternyata gadis ini ya.


"Dengar Shion-san, ketika aku menyentuhmu apakah aku dapat merasakanya?"


"Waktu itu kau merasa geli kan, berarti ada kemungkinan kau dapat merasakan diriku,"


"Kalau begitu biar aku coba,"


Ini gila tidak ada siapa-siapa disini.


"Kuncinya kau harus tenang,"


"Baik-baik kalau begitu aku mulai ya,"


[Hakuya menggerakan tanganya dan mencoba menyentuh tubuh Shion-san.]


"Bagian darimu, loh aku tidak dapat merasakan apa-apa?"


"Itu karena aku menyingkir dari tangan mesum mu itu, ka- kau mengarah ke mana hah!"


"Memang kemana,"


"Aku tidak bakal mengatakannya!"


Jangan bilang itu bagian mesum.


"Lah terus bagaimana pembuktiannya,"


"Biar aku saja yang melakukanya, kalau kau merasakan sesuatu ada yang menyentuhmu, itu adalah aku."


[Hakuya terdiam ia menutup mulutnya dengan rapat, tentu saja wajahnya memerah, begitu juga dengan Shion-san yang berada di samping Hakuya.]


Doki... doki...


In- ini memalukan, tapi apa boleh buat cuma ini jalan satu-satunya untuk membuktikannya.


[Jika dilihat sekarang, jiwa Shion-san memegangi tangan kanan dari Hakuya, perlahan ia memegangi tangan kanan Hakuya.]


"Tanganmu memegangi tanganku,"


"Itu benar,"


"Tanganmu halus sekali,"


"Kau dapat merasakannya bukan,"


"Berarti aku dapat menyentuhmu, meraba dirimu... i- itaiii!"


"Mulai.."


"Ah gomen-gomen,"


"Dengar Shion-san akan kupastikan, aku akan membawamu kembali ke dunia ini, sindrom 2 jiwa yang kau maksud itu, akan segera kupecahkan!"


"Hmm arigato Hakuya-kun, suatu saat nanti, aku akan terus mengingatmu, dan kau jangan sampai melupakanku,"


"Baiklah, hanya saja aku lupa dengan wajahmu, sebentar sepertinya kau itu sangat cantik,"


"E- ehhh... ka- kau membuatku gugup,"


"Tapi memang begitu kan, waktu itu aku tidak dapat berkenalan denganmu, lalu bagaimana kau bisa mengenalku,"


"It- ituu rahasia,"


"Ahh terserah kau saja, yang terpenting aku akan segera melihat wajahmu lagi,"


"A- arigato..."


"Pelan sekali, aku tidak dapat mendengar suaramu,"


"Arigato, Hakuya-kun,"


"Doitashimashite Shion-san."


Suatu saat nanti aku tidak boleh melupakan dirinya, karena ia sendiri menyuruhku untuk tidak melupakannya.


Hanya saja, apakah diriku kalau sudah dewasa mengingat dirinya.


Aku khawatir kalau diriku di masa depan nanti, mulai melupakan gadis yang penuh arti ini.


[Tenang adalah kuncinya, dengan begitu kau dapat dengan mudah mendapatkan sesuatu.]


[Oh ya, pria ini sejak kapan mulai pandai memecahkan misteri. Jawabanya tentu saja karena ia dengan gigih mempelajari buku yang penuh dengan pengetahuan itu, tentang teori Quantum Superposition.]


[Suatu saat pria ini sendiri yang akan membawa keberadaan gadis itu kembali.]


[Semuanya hanya tinggal menunggu waktu saja.]


To Be Continue ~