Yoi Ketsumatsu: REMAKE

Yoi Ketsumatsu: REMAKE
Memulai pembicaraan dengan masa lalu



[Cerita ini akan dimulai dengan perasaan doki-doki di antara mereka berdua. Akankah ada hal menarik yang terjadi. Atau hal lainnya?]


Yoi ketsumatsu no tame ni saisho ni modoru


Eps 13 Memulai pembicaraan dengan masa lalu


Author: Hayusya



oii oii ini benar-benar situasi yang sangat berbahaya!


Apa-apaan wajah penuh kelicikan dari takumpret ini!


"Baiklah nak Hakuya dan juga Nona Yamabuki, Taku tinggal dulu ya,"


Klikk...


"Kyaaaaaa!" [Yamabuki]


"Wanjerrrrr!" [Hakuya]


[Mereka saling berteriak dengan keras.]


"Ngapain dimatikan lampunya, Takumpret!"


Sial iseng kali orang ini!


[Dalam lubuk hatinya yang dalam, Hakuya benar-benar kesal, tapi walaupun begitu ia harus tidur dengan, Nona Yamabuki.]


Klikk...


[Lampu kembali hidup, dan saat Hakuya menoleh ke belakang, ia melihat sisi wajah Yamabuki yang bersinar dengan sangat terang, bibirnya yang lembut jelas sangat terlihat.]


[Rambut dari Yamabuki yang diikat menjadi model ponytail itu, sungguh sangat menggemaskan untuk dilihat.]


In-ini benar-benar situasi yang sangat berbahaya.


"Glukk..."


[Hakuya menelan ludahnya dan wajahnya berubah memerah.]


[Setelah mereka selesai di pemandian air panas, baju ganti mereka berdua hanyalah, kimono handuk. Jelas saja hal ini membuat situasi memungkinkan, membuat mereka sangat canggung.]


[Jika pria yang menggunakan kimono handuk mungkin tidak masalah, tapi apabila wanita yang menggunakannya itu akan sangat-sangat berbahaya bagi kesehatan jantung.]


[Kenapa bisa begitu, normalnya semua pria sangat menyukai wanita yang memiliki paras cantik dan memiliki tubuh yang sempurna bagi dirinya.]


[Dan inilah situasi mereka sekarang.]


Tenang lah wahai diriku! sudah kuduga ini sangat sulit untuk menenangkan hati doki-doki ini.


[Yamabuki yang menyadari bahwa Hakuya menatap dirinya, lalu menoleh ke Hakuya, dengan senyum kecil.]


[Jelas saja Hakuya langsung terperangah. Spontan ia membalikkan dirinya dan memegangi jantungnya itu.]


Jadi inikah yang disebut cin-


Tunggu itu tidak mungkin, sejak pertama kali aku sudah bertekad untuk bersama dengan Hanabi.


Mana mungkin aku akan jatuh cinta dengan Yamabuki.


Tapi mengapa aku tidak bisa bersikap biasa kepadanya. Seolah-olah aku sudah masuk dalam perangkapnya.


Padahal saat kita di pemandian, aku dapat bersikap seperti biasa, kami saling marah dan saling-


Nyaris saja aku mengingatnya. Hal itu aku tidak boleh mengingatnya terus menerus, ci-ciuman ke dua kami yang terjadi begitu saja.


[Muka memerah diiringi suara doki-doki, seperti biasa itu adalah cinta.]


[Namun, Hakuya tidak pernah menyadari itu, padahal selama ini, ia juga menyukai Yamabuki.]


[Hanya saja perasaan itu masih ia kunci, dan belum terbuka. Tekad nya membawa Hanabi kembali masih ada di dalam dirinya.]


[Cerita ini masih lama untuk berakhir. Bahkan kemungkinan akan sangat lama untuk diselesaikan.]


"Kenapa kau tidak kemari Hakuya?"


[Yamabuki yang melihat Hakuya membelakangi Yamabuki itu membuat Yamabuki sangat penasaran.]


"Tidak hanya saja, aku kepikiran sesuatu,"


"Eh, memang apa?"


"Kenapa kau sangat ingin tahu Yamabuki,"


"Tidak, hanya saja, itu membuatku sedikit penasaran,"


"Tidak ada apa-apa kok, sudah ya lebih baik kita tidur,"


"Ah ya, hm lebih baik tidur,"


[Hakuya dan juga Yamabuki memutuskan untuk tidur bersama, tapi tetap saja mereka tidak boleh bertindak kelewatan.]


[Tidur tanpa saling berhadapan, tapi mereka berdua sangat canggung dan sulit sekali untuk berbicara.]


"An-anoo Hakuya.."


[Yamabuki mengawali pembicaraan dengan grogi.]


"Ya..."


[Begitu juga dengan Hakuya yang menjawab dengan suara pelan.]


"Bolehkah aku bercerita sebentar saja?"


"Ah kau kira ini sudah jam berapa, sudahlah terserah kau saja,"


"Kalau begitu aku mulai ya,"


"Hmm,"


[Yamabuki membuka mulutnya, ia memulai untuk bercerita dengan Hakuya.]


"Eh?"


"Beneran loh, saat dikelas, aku di sanjung banyak orang,"


"Hanya saja mereka juga ada yang iri kepadaku,"


"Mungkin laki-laki?"


"Benar para laki-laki. Kalau seorang perempuan, mana mungkin iri berpacaran dengan seorang pria rumor buruk,"


"K-kau membuat hatiku sakit Yamabuki,"


"Tapi itu memang kenyataan nya kok,"


Sial mulut wanita itu pedes juga ternyata!


"Demo, jika aku mungkin iri,"


Eh?


"Jika ada wanita yang berpacaran dengan Hakuya, itu membuatku sangat iri,"


"Yamabuki kalau berbohong secukupnya saja,"


"Aku tidak berbohong, aku masih ingat, hari dimana Hanabi memintaku untuk menjawab perasaan nya kepadamu Hakuya,"


"Apa, Hanabi meminta bantuanmu?"


"Hmm, bukankah kita itu satu smp dulu,"


"Ak-aku tidak mengerti, aku adalah orang yang tidak suka mencolok, jadi aku tidak kenal dengan kamu Yamabuki,"


"Jelas saja, padahal selama ini kita pernah satu kelas, kelas 7 lagi!"


"Ap-apa maksudmu, tidak ada orang bernama Yamabuki di kelasku dulu, kau jangan ngarang ya,"


"Itulah mengapa aku ingin menceritakan ini denganmu,"


[Yamabuki merubah posisi tidurnya, ia menghadap kearah atas dan menggerakkan tanganya seperti ingin menyentuh sesuatu.]


"Saat itu aku mengalami situasi aneh, diriku membelah menjadi 2 jiwa,"


Eh, apa-apaan cerita boongan ini.


"Kau mungkin tidak percaya ini kan Hakuya, tapi itulah kenyataanya, karena itu diriku yang ada di kelas, tidak disadari oleh semua orang, sebab tubuhku yang asli hanya ada di kuil tempatmu berdoa dulu,"


"Kuil?"


"Iya kuil Aikoi!"


[Mata Hakuya terkejut, ia lalu menolehkan kepalanya dan menatap wajah Yamabuki dengan melongo.]


Aku baru ingat, aku adalah orang asli Hiroshima. Aku pindah di Tokyo, karena ayahku sendiri memintanya.


Dan saat itulah ada murid pindahan dari Tokyo, kalau tidak salah, ia juga bernama Shion.


Tapi entah kenapa, diriku melupakan nama orang itu.


Anehnya semua orang yang berada di sekolah waktu itu, melupakan orang itu, kecuali diriku, hanya saja aku melupakan nama depannya.


Jadi begitu ya, dia adalah Shion Yamabuki.


"Aku pindahan dari Tokyo ke Hiroshima, hanya untuk menjalankan percobaan masa sekolah lain, kau tahu, ibuku bukan dari marga Shion, ia adalah keluarga yang memiliki adat percobaan untuk membuat nama keluarga nya menjadi dikenal seluruh orang,"


"Karena itulah, aku diharuskan untuk mencoba bersekolah di SMP Hiroshima, waktu itu aku sangat gugup karena aku tidak pernah menatap orang lain selain orang Tokyo,"


"Tapi dugaanku salah, ternyata orang Hiroshima juga adalah orang yang baik, aku senang dapat berteman dengannya, ahaha aku jadi ingat dengan Tomoe. Kira-kira apa dia merindukanku,"


"Yamabuki kau... ternyata benar, selama ini, selain memikirkan Hanabi, aku juga memikirkan orang yang waktu itu selalu menjagaku, jadi itu adalah kamu, Shion Yamabuki!"


"Ya, syukurlah kau mengingatnya,"


[Senyum manis dari Yamabuki, membuat pikiran Hakuya mencoba mengingat masa lalu.]


Gadis yang menjagaku dan selalu menghantuiku itu ternyata adalah Yamabuki. Waktu itu aku pernah hampir mati, saat aku mengendarai sepedaku, aku nyaris tertabrak truk.


Tapi entah darimana aku mendengar suara wanita itu, ia menyuruhku untuk membelokkan sepedaku dan memilih jatuh di sawah.


Ternyata gadis itu menyelamatkan nyawaku, jika aku tidak menjatuhkan sepeda dan diriku ke sawah, mungkin nyawaku sudah lama hilang, truk yang entah dari mana datang dan mengalami rem blong, dengan kecepatan yang membahayakan itu, nyaris sekali dapat membunuhku.


Tidak hanya itu, gadis itu juga memberikanku jawaban dari soal ulangan terakhir untuk menentukan naik kelas atau tidaknya.


Jawaban yang ia berikan membuat nilaiku menjadi fantastis, dalam hidupku aku tidak pernah mendapat nilai seratus semasa SMP dan SMU, karena nilai itu, membuatku dapat diterima di SMU Michigahara, Tokyo.


Sekolah yang selama ini kuimpikan di Tokyo, dan akhirnya terkabulkan juga, saat ayahku memutuskan untuk kami berpindah rumah dan ke Tokyo, aku selalu mendapat hal baik.


Aku selalu takut gagal memasuki sekolah impianku itu, di SMU Michigahara, aku selalu memiliki firasat bakal menjadi lebih baik.


Dan ternyata firasatku itu benar, disana aku mendapatkan orang yang kucintai. Hanya saja saat kejadian itu, membuat hidupku berubah drastis, aku mengalami penyesalan yang sangat dalam. Dan membuatku ingin sekali menghilangkannya.


Aku bahkan membolos sekolah saat itu, di cap sebagai murid tidak teladan, dan juga mendapat banyak perlakuan kotor dari teman sekelas dan juga cemoohan orang lain.


Itulah yang membuatku selama ini menjadi seorang yang pemalas, egois dan masa bodoh dengan orang lain.


Tapi, sejak kedatangan Yamabuki, aku dapat bersikap biasa dengannya. Ia juga yang membuat perlakuan orang lain ke diriku perlahan menghilang.


Sekarang aku mulai yakin, firasatku itu lebih mengarah ke gadis yang pernah menyelamatkanku dan juga kuselamatkan tahun lalu.


Ialah, Shion Yamabuki.


[Ikatan takdir yang mengikat mereka, dan membuka gembok yang selama ini terkunci dan sulit untuk dibuka itu terbuka secara perlahan.]


[Perlahan juga, mereka akan saling memahami arti dari takdir selain dari ramalan yang dikatakan oleh orang lain.]


[Takdir yang sudah sepantasnya, dan yang akan menjadi pemenang adalah orang yang ada di hati Hakuya.]


[Masa dimana awal cerita sebenarnya akan segera dimulai, manakah jalan yang akan dipilih oleh Hakuya sendiri.]


To Be Continue ~