
Stevani juga sudah memberitahu semuanya kepada Damian, jika ada seseorang yang membeli foto Hope. Damian langsung menyuruh detektif bayarannya melacak alamat surel itu, karena Damian yakin foto itu akan digunakan untuk menjebak Hope. Damian belum tahu siapa yang membeli foto itu, tapi Damian yakin ini ada hubungannya dengan dirinya. Dareen yang kemarin sudah meneduh Damian dan pasti Dareen akan melakukan hal yang lebih lagi. Damian hanya perlu menyusun rencana jika Dareen melakukan hal-hal yang dapat membahayakan dirinya dan mungkin Hope.
Hope pun membuka matanya perlahan dan melihat lengannya yang terpasang infus, Hope melihat ke sekitarnya dan Hope bukan berada di rumah sakit. Hope melihat Damian yang duduk di sofa tidak jauh dari tempat tidur, Hope mengira dirinya bermimpi tapi ia melihat Damian yang menghampirinya. Hope segera menyadari jika dirinya ada di kamar Damian dan terbaring diranjangnya Damian.
“Hope, apa kamu bisa mendengar aku?” tanya Damian dan Hope mengangguk.
“Syukurlah, apa kamu merasakan sakit?” tanya Damian lagi dan Hope langsung menggelengkan kepalanya.
“A– aku baik-baik saja, Pak Damian ti– tidak perlu khawatir,” ucap Hope yang masih terbata-bata.
“Apa kamu haus? Aku akan mengambilkan minuman,” balas Damian tapi Hope malah menahan Damian.
“Pak Damian ja– jangan pergi ke mana-mana, temani a– aku di sini. A– aku takut,” ucap Hope.
“Baiklah, aku akan menyuruh Bastian mengambil minum. Istirahatlah kamu masih begitu lemah.”
Damian pun langsung membuka ponselnya dan meminta Bastian untuk mengambil minum, tak lama kemudian Bastian datang dengan segelas air putih. Hope langsung berusaha duduk untuk meminum air itu, saat Hope ingin memegang gelas itu tangannya langsung bergetar. Hope tidak kuat memegang gelas itu, melihat itu Damian langsung mengambil gelas itu dan menyuapi Hope. Hope hanya mengikuti yang Damian lakukan, karena dirinya tidak bisa melakukan apa-apa saat ini.
“Hope, apa matamu masih sakit?” tanya Bastian dan Hope langsung menggelengkan kepalanya.
“Baguslah jika seperti itu, jika ada yang sakit langsung bilang kepada Damian,” ucap Bastian lalu pergi karena ia harus segera kembali ke rumah sakit.
Hope kembali membaringkan tubuhnya dan Damian menyuruh tidur, Damian berjanji akan tetap di dekat Hope. Hope pun kembali tertidur dan Damian hanya sibuk memainkan ponselnya. Tak lama kemudian ia mendapatkan pesan dari Liam, Liam mengatakan Damian harus segera datang ke rumahnya. Damian pun menghiraukan pesan itu dan kembali sibuk dengan urusannya. Namun, Liam malah meneleponnya dan itu membuat Damian kesal, Damian langsung menolak panggilan itu.
“Kenapa baru menelepon sekarang?!” tanya Liam yang terdengar emosi.
“Aku sibuk, lagi pula tidak biasanya Ayah menelepon,” jawab Damian.
“Damian, Ayah tidak akan bertele-tele dengan kamu. Ayah sudah mengetahui bagaimana sikap kamu saat berada di luar, pertama gadis itu datang ke apartemen kamu dan ternyata dia adalah mahasiswi kamu, kedua ayah tahu kamu menyimpan hal yang tidak benar di dalam laptop kamu,” ucap Liam.
Seketika Damian teringat jika laptopnya tertinggal di kampus, tadi Damian begitu panik karena Hope tidak ada kabar. Damian meninggalkan laptopnya dalam keadaannya menyala dan tidak terkunci. Pasti Amber memasukkan hal yang tidak benar ke dalam laptop Damian, siapa lagi yang berani mendekati laptop Damian dan melakukan hal nekat seperti itu selain Amber.
“Damian, apa kamu suka meniduri mahasiswi kamu?” tanya Liam.
“Jika iya memang kenapa, lagi pula kami melakukan karena sama-sama suka. Lagian Damian adalah pria dewasa yang bisa melakukan apa saja sesuka hati Damian,” jawab Damian yang seakan memancing perang dengan Liam. Percuma jika Damian menyakal itu pasti Liam tidak mempercayainya, maka dari itu Damian mengatakan hal seperti itu.
“Apa kamu gila! Ayah tidak pernah mengajarkan kamu untuk melakukan hal seperti itu, Damian kamu sudah keterlaluan. Bagaimana jika ibu kamu mengetahui ini? Pasti dia akan menyesal melahirkan anak seperti kamu, yang tidak bisa menghargai seseorang wanita,” ucap Liam.
“Ya, pasti ibu juga menyesal menikahi pria seperti Ayah. Ke mana Ayah saat nenek menuduh ibu yang tidak-tidak, Ayah hanya memilih menutup mulut dan membiarkan semua itu. Lihatlah hasilnya kecelakaan itu, semua karena Ayah yang begitu egois. Bahkan Ayah melakukan hal yang sama dengan tante Caitlyn, tidak pernah menghargai dia sebagai seorang istri.”
“Tutup mulut kamu, Damian! Jika kamu tidak mau membenarkan perilaku kamu, jangan harap ayah menganggap kamu anak Ayah.” Liam langsung menutup panggilan.
Bersambung…..