Wishing For You

Wishing For You
Be Ready



“Kenapa kamu terlihat begitu serius?” tanya Hope.


“Hope, aku sudah bercerita tentang Amber yang memasukkan foto kamu ke dalam laptopku dan keluargaku mengetahuinya. Keluargaku ingin bertemu kamu,” ucap Damian dengan ragu.


“Baiklah, aku akan bertemu dengan keluarga kamu dan mengatakan ini bukan seperti yang mereka pikirkan,” balas Hope.


“Hope, mereka bukanlah orang yang seperti itu. Mereka mungkin akan menghina kamu dalam berbagai macam dan membayar kamu untuk tutup mulut, mereka bukanlah orang baik yang ingin menyelesaikan secara kekeluargaan. Mereka ingin semuanya rapi dan tidak mengotori nama keluarga mereka sama sekali, mereka bukanlah tante Caitlyn,” ucap Damian dan Hope langsung terkejut mendengar itu.


“La– lalu aku harus bagaimana, apa yang harus aku lakukan?” tanya Hope.


“Jika kamu tidak mau pergi, aku akan memaklumi itu,” jawab Damian dengan enteng.


“Aku mau menemui mereka, Damian. Seburuk apa pun mereka, aku akan menghadapinya. Aku sudah biasa dengan hinaan dan cacian, jadi aku siap bertemu keluarga kamu yang mengerikan itu,” ucap Hope.


“Lagi pula, aku ingin meluapkan emosiku kepada Amber tuan putri itu. Dia kira dia bisa selalu mendapat apa yang dia mau, aku sudah bersikap baik kepadanya dan ini balasannya,” lanjut Hope.


“Apa kamu bisa emosi?”


“Tentu saja, sekarang kamu ceritakan tentang keluarga kamu dan membuat aku emosi agar aku bisa menyerang mereka kembali.”


Damian pun bercerita semuanya tentang keluarganya, Hope yang mendengar itu memilih diam dan tidak berkomentar dulu sebelum Damian selesai. Setiap kata yang Damian keluarkan selalu berusaha Hope cerna, Hope juga bisa merasakan sakit dari suara Damian. Sedangkan Damian berusaha tidak melebihi-lebihkan apalagi terbawa emosi, Damian tidak mau jika Hope berpikir yang berlebih tentang keluarganya.


“Apa kamu benar-benar tinggal dengan keluarga seperti itu? Bagaimana kamu masih hidup,” ucap Hope yang tidak habis pikir.


“Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Kamu hidup bersama kriminal. Bagaimana kamu masih hidup?” balas Damian dengan nada candaan.


“Aku adalah wanita yang kuat. Aku akan hidup tinggal di gurun sekalipun,” ucap Hope lalu tertawa kecil.


“Kamu adalah wanita hebat,” puji Damian. Seketika Hope langsung malu mendengar itu. Tidak biasa pujian keluar dari mulut Damian.


***


Malam harinya, Caitlyn kembali ke rumah Liam untuk mengambil barang-barangnya. Caitlyn memutuskan untuk keluar dari rumah itu secepat mungkin, sedangkan sedari tadi Dareen memohon kepada Caitlyn agar membatalkan perceraian itu. Dareen tidak ingin kedua orang tuanya berpisah, selama ini mereka terlihat baik-baik kenapa mereka harus berpisah. Dareen tidak menduga hal seperti ini akan terjadi, Dareen tidak bisa meninggalkan Caitlyn apalagi Liam.


“Mama, pikirkan lagi. Apa semua ini perlu dilakukan?” ucap Dareen yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Caitlyn.


Selama bertahun-tahun Caitlyn berusaha seorang diri mempertahankan pernikahan dan sekarang Caitlyn memilih untuk menyerah. Karena pernikahannya tidak membuat dirinya bahagia sama sekali bahkan Liam tidak pernah berusaha membuat Caitlyn bahagia. Caitlyn bertahan karena kedua putranya, namun Dareen malah memiliki sikap seperti Liam. Dareen tidak pernah mendengarkan nasehat Caitlyn, orang yang Dareen dengarkan hanya Helen saja. Harapan Caitlyn hanya Damian seorang yang selalu mendukung Caitlyn dalam segala.


“Kenapa Mama jadi seperti ini? Apa karena Damian?” tanya Dareen.


“Ini tidak ada hubungannya dengan Damian, Mama hanya lelah dengan keluarga ini. Terutama kamu, kamu selalu mencari kesalahan Damian dan itu tidak baik,” jawab Caitlyn.


“Sudah kuduga, pasti Damian lagi. Mengapa selalu Damian yang Mama pikiran, apa Mama tidak pernah memikirkan aku?” tanya Dareen dengan nada tinggi.


“Dareen, Mama bercerai karena kemauan Mama sendiri. Mama tidak pernah merasa bahagia bersama ayah kamu dan sekarang Mama memutuskan untuk memikirkan diri Mama sendiri. Kenapa setiap keputusan Mama selalu kamu kaitkan dengan Damian, kamu harus berhenti melakukan itu Dareen,” ucap Caitlyn.


“Mama sendiri tidak pernah memerhatikan aku, Mama tidak pernah bangga dengan apa yang aku capai, Mama selalu membela Damian. Aku melakukan banyak hal agar Mama merasa bangga dan senang. Aku memiliki prestasi yang bagus di keluarga ini dan Mama tidak pernah bangga sedikit pun,” balas Dareen.


“Mama akan bangga jika kamu berhasil mendapatkan itu semua dengan kerja keras kamu sendiri! Apa kamu kira Mama orang bodoh yang tidak tahu, jika kamu membayar orang untuk membuat prestasi kamu dan hal lainnya. Kamu tidak bisa melakukan apa-apa kecuali membayar orang melakukan sesuatu lalu mengaku itu milik kamu. Dari mana Mama mau bangga dengan semua hal itu.”


Caitlyn secepatnya pergi membawa kopernya dan membiarkan Dareen berpikir tentang semua kesalahannya. Caitlyn berusaha menahan air matanya karena Caitlyn begitu kecewa dengan Dareen. Dareen tidak pernah tahu apa yang Caitlyn lalui untuk bisa membuat perceraiannya diterima, Dareen bahkan tidak pernah bertanya apakah Caitlyn baik-baik saja. Caitlyn akan senang dengan hal-hal seperti itu, Dareen tidak perlu melakukan hal yang sulit. Caitlyn hanya ingin Dareen mengerti tentang dirinya dan tidak melakukan hal bodoh untuk membuat Caitlyn senang.


Sedangkan Dareen semakin membenci Damian, kali ini Damian sudah membuat Dareen marah. Caitlyn melakukan banyak hal untuk Damian dan Dareen tidak suka itu. Pernikahan kedua orang tuanya baik-baik saja, namun karena Damian yang membuat masalah sekarang semua sudah berakhir. Walaupun Dareen yang menjebak Damian tapi tetap saja ini semua salah Damian, karena Damian selalu mendapat perhatian Caitlyn.


“Kenapa kamu keluar begitu cepat?” tanya Helen yang melihat keluar dari kamarnya.


“Ini sudah keputusan saya, jadi lebih baik saya keluar dari rumah ini secepat mungkin,” jawab Caitlyn.


“Apa kamu tidak memikirkan Dareen, lihatlah anak itu terlihat sedih,” ucap Helen.


“Aku rasa Dareen sudah bisa menghadapi ini semua, dia sudah cukup dewasa untuk menerima kenyataan,” balas Caitlyn.


“Besok datanglah, Damian akan datang kesini bersama gadis itu. Aku tahu kamu akan membelanya, tapi mungkin dengan kamu melihat itu kamu bisa tersadar. Pasti Damian akan menuduh Dareen habis-habisan, datanglah untuk Dareen bukan untuk si Damian,” ucap Helen dengan nada ketus.


“Baiklah besok saya datang,” balas Caitlyn sambil tersenyum palsu.


Caitlyn pun langsung berpamitan pergi, Caitlyn sudah menyiapkan semua bukti untuk membuktikan jika Damian tidak bersalah sama sekali. Caitlyn juga sudah muak dengan Dareen yang selalu bertingkah laku baik di depan keluarga Liam. Caitlyn ingin mengakhiri itu agar Dareen tersadar jika yang ia lakukan adalah hal yang salah. Semoga saja Dareen tersadar dan tidak membuat ulah lagi, jika Dareen bisa pasti Caitlyn akan senang dengan hal itu.


Bersambung….