
Setelah menginap di apartemen Damian, akhirnya Hope bisa pulang juga. Hope sampai dimalam hari dan hal pertama yang Hope lakukan adalah memberikan orang tuanya uang, jika tidak Hope tidak bisa masuk. Setelah memberikan uang itu Hope langsung bergegas ke kamarnya, namun ternyata kamarnya dikunci. Perasaan Hope mulai tidak enak, Hope langsung melihat kepada Emma.
“Kemarilah kita berbicara dahulu,” ucap Emma yang memanggil Hope.
Hope pun turun dan menghampiri Emma yang berada diruang keluarga, tubuh Hope sudah mulai bergemetar. Emma melihat Hope dari ujung kepala hingga ujung kaki, Emma menatap Hope dengan penuh kecurigaan. Tak lama kemudian David kembali dari gudang dia membawa linggis. Entah untuk apa linggis yang David bawa, tetapi Hope yakin itu untuk dirinya. Namun, Hope tidak mengerti mengapa orang tuanya terlihat begitu marah.
“Teman lelaki kamu yang kemarin, dia bukan mahasiswa di kampus kamu, kan?” tanya Emma dan Hope hanya terdiam.
“Tidak usah membuatnya membuka mulut, kami sudah tahu jika kamu tidur dengan dosenmu sendiri,” tuduh David.
Hope pun terkejut mendengar itu, bagaimana mereka bisa berasumsi seperti itu. Tidak mungkin jika mereka mengetahuinya sendiri pasti ada seseorang yang memberi tahu mereka. Mungkin Amber yang mempunyai rekaman CCTV itu tetapi Hope tidak ingin berburuk sangka dahulu. Amber tidak mungkin melakukan hal seperti itu, Hope mengenal Amber dan Amber tidak mungkin melakukan hal di luar batas.
Karena Hope tidak menjawab sama sekali, Emma langsung menamparnya. Hope tetap tidak melakukan pembelaan apa pun karena semua itu percuma, mereka tidak akan pernah mendengar Hope. Emma pun menarik Hope untuk masuk ke dalam gudang, kali ini Emma dan David masuk ke dalam gudang bersama Hope. Tanpa pikir panjang David langsung melayangkan linggis yang dia pegang ke kepalanya Hope. Linggis itu mengenai Hope hingga keningnya mengeluarkan darah.
Tidak hanya itu David juga memukul Hope hingga membuat matanya memar. Emma bahkan membantu David memukuli Hope dan itu membuat Hope tidak berdaya. Hope pun terjatuh dan tidak bisa merasakan tubuhnya. Hope merasakan tubuhnya begitu kaku dan tidak bisa bergerak, sekilas Hope melihat tangannya penuh dengan darah. Entah apa yang berdarah selain keningnya Hope, dia tidak tahu. Setelah puas menyiksa Hope, Emma dan David pergi dari gudang dan menguncinya. Itulah hal terakhir yang Hope lihat, setelah itu Hope benar-benar kehilangan kesadarannya.
***
Keesokan harinya, Stevani yang sedang berada di rumah sakit menjadi asisten Bastian. Stevani begitu sibuk karena Bastian begitu manja dan merepotkan, jika bukan karena uang mungkin Stevani tidak mau bekerja untuk Bastian. Seharian ini Stevani berusaha menghubungi Hope tetapi tidak bisa, entah mengapa ponselnya Hope tidak aktif. Stevani khawatir jika terjadi sesuatu kepada Hope.
“Stevani, apa kamu tidak ingin makan siang bersama?” tanya Bastian dan Stevani langsung melihat jam, ternyata sekarang sudah jam makan siang.
“Gratis?” tanya Stevani.
“Tentu saja, tetapi ingat jangan memesan makanan yang mahal.”
Stevani dan Bastian pun pergi ke kantin rumah sakit dan makan siang di sana. Saat sedang makan siang dengan tenang Bastian tiba-tiba melihat Damian dari kejauhan, awal dia mengira dia hanya berkhayal tidak mungkin Damian datang ke rumah sakit untuk menemuinya. Namun, Stevani mengatakan jika dia juga melihat Damian, sontak Bastian terkejut. Ternyata benar Damian berada di sini dan Damian sedang menuju meja makan Bastian dan Stevani.
Saat Damian sampai dia terlihat begitu lelah bahkan nafasnya terengah-engah. Bastian langsung memberikan air kepada Damian dan Damian meminumnya dengan sekali tegukan. Damian pun mengambil nafasnya agar dirinya bisa fokus, Damian menyuruh Bastian untuk bergeser. Damian ingin berbicara kepada Stevani.
“Di mana Hope?” tanya Damian.
“Aku tidak ke kampus hari ini, aku tidak tahu dia di mana,” jawab Stevani.
“Apa kamu bisa menghubunginya, aku berusaha menghubungi dari pagi tetapi tidak diangkat,” ucap Damian.
“mengapa kau begitu panik?” tanya Bastian.
“Kemarin Hope pulang ke rumah orang tuanya dan pagi harinya aku mendengar Amber menyebarkan gosip jika Hope berusaha menggodaku. Aku takut terjadi apa-apa kepada Hope,” jawab Damian.
“Apa kamu bilang?!” ucap Stevani yang terkejut.
“Aku akan pergi mengecek Hope sekarang,” lanjut Stevani.
“Aku ikut, aku yang membiarkan Hope pulang jadi aku yang bertanggung jawab,” ucap Damian.
“Baiklah, tetapi kita harus hati-hati karena anak buah ibunya Hope ada di mana-mana. Tenanglah, aku tahu jalan yang aman untuk pergi ke rumah Hope,” balas Stevani. Stevani dan Damian pun langsung pergi meninggalkan Bastian sendiri, karena lebih sedikit orang lebih baik. Lagi pula jika benar Hope dalam bahaya Damian dan Stevani harus bertindak cepat.
Bersambung….