
Pagi harinya Hope terbangun dari tidurnya, infusnya sudah dilepas. Hope melihat Damian yang tertidur di sofa, Damian terlihat begitu lelah. Hope pun menghampiri Damian dan duduk dilantai untuk melihat Damian yang tertidur, Hope mengelus pipi Damian yang terdapat bulu mata terjatuh. Damian langsung terbangun karena itu, Damian sangat peka dengan hal sekitarnya jadi wajar saja Hope membuatnya terbangun. Damian tersenyum melihat Hope yang duduk dilantai dengan tangannya yang masih berada di pipi Damian.
“Kenapa kamu bangun begitu pagi?” tanya Damian.
“Aku sudah biasa bangun pagi, jika Pak Damian mau Bapak bisa tidur di kasur,” jawab Hope.
“Apa kamu tidak mau tidur lagi?” tanya Damian lagi dan Hope menggelengkan kepalanya.
“Aku sudah nyaman di sini, jadi ambil saja kasurnya,” lanjut Damian. Damian pun lanjut menutup matanya, namun Hope malah menaruh kepalanya di telapak tangan Damian. Hope tersenyum kepada Damian dan Damian membalas senyuman itu. Hope yang melihat senyuman itu langsung terkejut, karena Damian tidak pernah tersenyum semanis itu.
“Kenapa kamu? Apa mau tidur dilantai?” tanya Damian sambil tertawa kecil.
“Aku mau berada di dekat Pak Damian, karena Pak Damian selalu membuat aku nyaman dan aman. Pak Damian bagaimana pahlawan yang menolong aku di saat kesusahan, itu membuat aku merasa aman berada di dekat Pak Damian. Jika semua ini sudah membaik, apakah aku terus bersama Pak Damian?” ucap Hope.
“Tentu saja, kamu bisa menghubungi aku kapan saja. Tapi kamu harus berhenti memanggilku Pak Damian, aku mau panggilan yang lebih baik seperti panggilan kamu kepada Bastian,” balas Damian.
“Apa saja yang Pak Damian mau, mau aku panggil Mas Damian, Kak Damian, Om Damian,” ucap Hope lalu tertawa.
“Aku tidak setua itu, Hope. Jadi kamu bisa memanggilku Damian saja. Aku lebih nyaman dengan nama saja dan asal kamu tahu, orang yang memanggilku Damian adalah orang terdekat. Itu berarti kamu adalah orang terdekat aku dan mungkin bisa lebih.”
“Bagaimana menjadi lebih?”
“Sudahlah lebih baik aku lanjut tidur.” Damian langsung memejamkan mata, Hope pun juga mengikuti Damian.
Setelah 1 jam akhirnya Hope tertidur kembali dan Damian masih terbangun. Damian terus memandangi Hope yang tertidur, Hope terlihat cantik saat tertidur namun, mata lebam Hope membuat Damian terganggu. Damian harap mata itu cepat sembuh karena itu terlihat begitu menyakitkan, Damian tidak tahu apa yang Hope rasakan tapi itu membuat hatinya sakit. Damian mengelus rambut Hope dan mengelus pipinya, seperti Damian telah jatuh hati kepada Hope.
Damian pun menarik tangannya yang ditiduri Hope, Damian bangun dari sofa dan mengangkat tubuh Hope lalu membawanya ke ranjang. Damian menyelimuti tubuh Hope dan mengucap kening Hope, setelah itu Damian langsung bersiap-siap untuk pergi bekerja. Damian bersiap-siap dikamar Bastian, karena malam ini Bastian tidak pulang. Setelah Damian siap ia mengucapkan salam perpisahan kepada Hope dan meninggalkan catatan di kulkas untuk Hope.
***
Hope pun terbangun dan tidak ada Damian di sekitar apartemen, Hope pun melihat catatan di kulkas dan ia langsung tersenyum melihat itu. Damian menyuruh Hope untuk meneleponnya jika terjadi sesuatu dan Hope bisa memesan makanan jika ia mau, Damian meninggalkan beberapa uang. Hope pun membuka kulkas dan mengambil satu buah apel untuk sarapan, Hope duduk diruang keluarga dan bermain dengan ponselnya.
Hope mengecek ponselnya dan ada beberapa surel yang masuk selama Hope tidak memegang ponselnya. Ada juga pesan dari Amber yang marah karena Hope tertangkap lagi bersama Damian, untung saja Damian sudah mengatakan semua tentang kebusukan Amber. Hope sekarang bisa tenang karena Damian berjanji akan mengurus itu semua, tapi tetap saja ada sedikit kekhawatiran di lubuk hatinya.
Tiba-tiba bel apartemen berbunyi dan Hope langsung mengecek siapa yang ada di luar, ternyata itu adalah Caitlyn. Hope pun langsung membuka pintu dan mengatakan jika Damian sudah berangkat dari tadi, tapi ternyata Caitlyn tidak ingin menemui Damian. Caitlyn ingin menemui Hope, Caitlyn juga membawa beberapa bahan untuk memasak. Hope pun membiarkan Caitlyn masuk dan pergi ke dapur.
“Tidak, anak itu tidak pernah pulang untuk makan siang. Tante ingin membuat makan siang untuk kamu,” jawab Caitlyn dan Hope langsung tersenyum mendengar itu.
“Apa kamu sudah merasa lebih baik sekarang? Bagaimana mata dan lengan kamu?” tanya Caitlyn.
“Semua sudah membaik, Damian sudah memberikan aku obat untuk luka lebam ini,” jawab Hope.
“Tante, apa mau aku bantu memasak?” tanya Hope dan Caitlyn langsung mengangguk.
Hope pun membantu Caitlyn di dapur, Caitlyn akan memasak ayam goreng mentega dan sup dengan isi, wortel, kentang, dan daging cincang. Hope dengan senang hati membantu Caitlyn memasak itu semua, sudah lama Hope tidak memasak. Caitlyn juga senang Hope membantunya, ternyata Hope jago dalam hal memasak. Pantas saja Damian menyukainya Hope, ternyata Hope begitu baik, periang, dan mempunyai hati yang tulus. Ya, Caitlyn mengetahui jika Damian menyukai Hope, semua itu terlihat jelas karena Damian begitu melindungi Hope. Setelah masakan mereka jadi, Caitlyn langsung menatanya di meja makan.
“ Apa kamu ingin makan sekarang?” tanya Caitlyn.
“Tentu saja, masakan Tante terlihat begitu enak. Sulit jika aku menolak makanan yang terlihat enak,” jawab Hope dan Caitlyn langsung tertawa.
“Kamu bisa saja, ingat kamu juga membantu jadi ini masakan kita berdua,” ucap Caitlyn.
Tak lama kemudian pintu apartemen terbuka dan Damian datang untuk mengecek keadaan Hope. Namun, Damian terkejut melihat Caitlyn yang sedang makan bersama Hope, Damian pun tersenyum melihat itu. Caitlyn yang melihat Damian datang menyuruhnya duduk dan menyuruh Damian makan. Akhirnya Damian makan siang lagi, padahal Damian sudah makan siang tadi, tapi itu tidak apa Damian senang melihat Hope yang bisa tersenyum manis.
Setelah makan siang Caitlyn berpamitan untuk pulang, sekarang di apartemen hanya tersisa Hope dan Damian. Hope pun bergegas untuk merapikan piring-piring kotor, tadinya Caitlyn yang ingin membersihkannya tapi Hope menawarkan diri untuk membersihkannya, awalnya Caitlyn menolak tapi Hope sedikit memaksa, jadinya Caitlyn membiarkan Hope melakukan apa yang dia mau.
“Apa kamu butuh bantuan?” tanya Damian yang dari tadi memerhatikan Hope mencuci piring.
“Tidak usah, memangnya kamu bisa menyuci piring,” jawab Hope.
“Jadi kamu meragukan kemampuan aku, aku sudah menyuci piring sejak usia 12 tahun,” ucap Damian dengan bangga.
Damian pun menggeser tubuh Hope agar mendapatkan ruang untuk dirinya sendiri, ternyata Damian benar-benar ingin mencuci piring. Hope pun hanya tertawa dengan tingkah Damian, Hope menyukai itu. Setelah selesai mencuci piring Damian langsung mengganti bajunya, karena bajunya basah total sedangkan Hope tidak terkena air sedikit pun. Itu membuktikan kemampuan Damian dalam mencuci piring adalah buruk.
Setelah selesai mengganti bajunya, Damian mengajak Hope berbicara. Damian menyuruh Hope duduk di kursi makan, Damian ingin membicarakan hal serius dengan Hope. Karena keluarga Damian ingin bertemu dengan Hope dan Damian, Damian tahu ini adalah hal yang buruk. Pasti keluarga Damian akan menghina Hope dan membayar Hope untuk apa pun yang mereka mau.
Bersambung….