
Setelah beberapa jam tertidur akhirnya Hope terbangun dimalam hari, Hope melihat Damian yang tertidur di sofa. Hope pun berusaha bangun dari ranjang dan keluar dari kamar, karena ia merasa haus. Saat Hope keluar kamar suasana begitu gelap dan Hope berusaha mencari sakelar lampu. Namun, Hope kesulitan menemukan sakelar itu, Hope bingung karena Hope tidak mengenal seluk beluk apartemen Damian. Hope sudah mencari ke mana-mana tapi tidak ada sakelar lampu di apartemen ini, Hope pun akhirnya pasrah dan pergi ke dapur dengan keadaan gelap.
Hope membuka kulkas dan mengambil botol mineral yang berada di kulkas, untung saja kulkas Damian penuh dengan botol mineral yang masih disegel. Hope pun membuka botol itu dan meminumnya, setelah selesai Hope membawa botol itu bersamanya. Hope segera berbalik dan betapa terkejutnya Hope melihat ada seorang pria besar di belakangnya.
“Akh!” ucap Hope yang terkejut hingga menjatuhkan botol minum yang ia pegang dan mengenai jempol kaki Damian.
“Awh, Hope tenanglah ini saya Damian,” ucap Damian yang merasa kesakitan.
“Pak Damian? Bapak mengagetkan saja, maaf saya tidak lihat karena gelap,” balas Hope.
“Kenapa kamu tidak menyalakan lampunya?” tanya Damian.
“Saya sudah mencari sakelarnya dan tidak ada,” jawab Hope.
Tentu saja tidak ada, apartemen Damian adalah apartemen modern yang tidak menggunakan sakelar untuk menyalakan lampu. Damian pun langsung pergi ke ruang keluarga dan menyalakan lampunya, lalu Damian kembali ke dapur. Hope pun bisa melihat Damian dengan jelas dan tidak perlu takut lagi.
“Bagaimana Bapak menyalakan lampunya?” tanya Hope.
“Jika kamu lihat di ruang keluarga ada tab untuk mengontrol semua yang ada di apartemen ini, dikamar juga ada jadi kamu tidak perlu jauh-jauh,” jawab Damian.
“Lagi pula kamu bukannya membangunkan saya, lihat tangan kamu masih diinfus. Jangan melakukan hal yang berat-berat,” lanjut Damian.
“Pak Damian, saya sudah merasa lebih baik dan saya bukan orang manja yang apa-apa ingin dilayani. Pak Damian tidak perlu khawatir saya sudah merasa lebih baik, apa saya boleh kembali ke kampus?” balas Hope.
“Tidak ada, lihat mata kamu yang masih lebam. Saya sudah meminta izin kampus agar kamu dapat cuti hingga kamu pulih, lalu jangan bekerja dulu,” ucap Damian dan Hope terkejut mendengar itu.
“Tunggu, Bapak tidak bisa seenaknya. Saya masih butuh pekerjaan dan pendidikan, masa saya cuti hanya karena mata saya lebam. Belum lagi orang tua saya, mereka pasti akan terus meminta uang,” balas Hope.
“Tenanglah, mereka sudah masuk ke dalam sel.”
Mendengar itu Hope tambah terkejut, Damian pun menyuruh Hope duduk di ruang keluarga Damian akan menjelaskan semuanya. Damian sudah mengurus semua tentang Emma dan David, mereka berdua sudah ditangkap, polisi juga sudah mengamankan area rumah Hope sebagai sindikat pengedar obat-obatan terlarang dan begal. Berkat detektif yang Damian sewa polisi menjadi lebih mudah mengurus semuanya. Hope juga tidak perlu khawatir karena pasti orang tuanya akan mendapatkan hukum yang setimpal. Damian juga mengatakan pada Hope jika foto-fotonya dijual dan dibeli oleh Amber, Damian mengatakan jika Amber menggunakan foto itu untuk menjebaknya jadi Hope tidak perlu khawatir.
“Semua sudah jelas sekarang, kamu tidak perlu memberikan orang tuanya kamu uang lagi dan jika soal perkerjaan saya bisa memberikan kamu. Jadi kamu sekarang hanya perlu beristirahat dan saya akan mengurus semuanya, tenang saja,” ucap Damian dan Hope langsung meneteskan air mata.
“Terima kasih, Pak Damian. Bapak jadi terkena masalah karena saya. Saya janji akan membantu sebisa saya,” balas Hope sambil menangis.
“Jika kamu mengerti, sekarang berhenti menangis dan beristirahatlah. Kamu bisa tinggal beberapa hari di sini, setelah itu saya akan mencarikan kamu tempat tinggal dan barang-barang di rumah kamu sudah saya ambil,” ucap Damian lalu menghapus air mata Hope yang terjatuh. Hope pun langsung memeluk Damian karena terbawa suasana, Hope bersyukur ada Damian yang ingin membantunya.
“Jangan menangis lagi, semuanya sudah selesai,” ucap Damian yang berusaha menenangkan Hope.
Tiba-tiba pintu apartemen Damian terbuka, Hope pun langsung melepaskan pelukan itu dan menghapus air matanya. Ternyata Caitlyn datang malam-malam seperti ini, Caitlyn terlihat begitu khawatir dan kacau. Pasti Caitlyn sudah mengetahui tentang foto itu, entah apa yang akan Caitlyn katakan tapi Damian siap dengan semua itu. Damian pun menyuruh Hope beristirahat dikamarnya, Damian ingin berbicara berdua saja dengan Caitlyn.
Tanpa pikir panjang Caitlyn langsung memeluk Damian dan menangis, saat itu juga Damian tahu ia telah membuat Caitlyn sakit hati. Damian tidak bisa membaca pikiran Caitlyn untuk mengetahui apakah Caitlyn kecewa kepadanya atau sebaliknya. Damian hanya berharap Caitlyn memercayainya, karena Caitlyn adalah satu-satunya orang di dalam keluarga yang memercayainya. Caitlyn pun melepaskan pelukan itu dan menghapus air matanya yang berjatuhan.
“Aku siap jika Tante kecewa atau tidak menganggap aku sebagai keluarga,” lanjut Damian.
“Kamu kira Tante akan percaya dengan ayah kamu, Tante tahu jika kamu berbohong, Damian. Tante sudah mengenal kamu selama bertahun-tahun, Tante mengetahui bagaimana kamu dan Tante juga mengetahui bagaimana Dareen,” balas Caitlyn.
“Jadi, apa Tante percaya dengan aku?” tanya Damian.
“Tentu saja, karena kamu berbohong kepada ayah kamu. Tante tahu jika Amber dan Dareen yang menaruh foto itu, jadi kamu tidak perlu khawatir Tante sepenuhnya percaya kepada kamu,” jawab Caitlyn dan Damian langsung tersenyum.
“Bagaimana Tante tahu? Kenapa Tante begitu yakin?” tanya Damian lagi.
“Kamu tahu, detektif yang kamu sewa itu adalah orang suruhan Tante. Tante mengetahui apa saja yang kamu selidiki, Tante juga menyuruh detektif itu mengawasi Dareen dan Amber,” jawab Caitlyn.
“Syukurlah jika Tante percaya, lalu kenapa Tante datang malam-malam seperti ini. Jika Tante percaya pasti Tante akan datang besok,” ucap Damian.
“Damian, aku akan bercerai dengan ayah kamu,” balas Caitlyn dan Damian langsung terkejut mendengar.
Caitlyn menyuruh Damian duduk, Caitlyn akan menjelaskan semuanya. Caitlyn memutuskan bercerai dengan Liam karena sudah tidak tahan, Caitlyn merasa tidak berguna berada di keluarga itu. Sebenarnya Caitlyn sudah lama ingin bercerai dengan Liam, tapi Caitlyn memikirkan tentang Damian. Jika Caitlyn tidak ada pasti Damian akan semakin ditindas oleh keluarganya. Caitlyn tidak mau itu terjadi, akhirnya Caitlyn menyelidiki apa yang terjadi kepada ibunya Damian sehingga keluarganya begitu membenci Damian.
Sebelum Liam dan ibunya Damian menikah, Helen sudah merencanakan untuk menikahi Liam dengan Caitlyn karena Caitlyn adalah anak dari keluarga kaya raya dan terpandang. Kekayaan Caitlyn melebihi Liam pada saat itu hingga saat ini, tapi Liam malah menikah dengan ibunya Damian. 5 tahun berlalu, Helen menuduh ibunya Damian berselingkuh. Tentu saja Helen menjebak ibunya Damian dan sayangnya Liam percaya itu, ibunya Damian meninggal karena tabrak lari.
Setelah ibunya Damian meninggal dunia, Helen langsung menikahkan Liam dengan Caitlyn. Saat itu Caitlyn tidak mengetahui betapa busuknya keluarga Liam hingga masuk ke dalamnya. Saat Caitlyn mempunyai Dareen, Caitlyn langsung mengetahui jika Dareen berlaku seperti anggota keluarga lain, serakah, licik, dan melakukan apa saja untuk mendapatkan yang mereka inginkan. Caitlyn tidak melihat itu sama sekali di Damian, maka dari itu Caitlyn sangat menyayangi Damian.
“Maaf, aku tidak pernah tahu apa saja yang Tante alami selama ini,” ucap Damian yang merasa bersalah.
“Tidak apa, lagi pula kamu yang menyadarkan Tante jika memberontak sedikit tidak apa,” balas Caitlyn.
“Jadi aku sudah tidak bisa bertemu Tante lagi, sayang sekali,” ucap Damian.
“Semuanya akan baik-baik saja, kamu sudah dewasa dan bisa memilih akan siapa yang benar. Tapi Tante tahu jika hal ini terjadi kamu akan berada disisi Tante, melihat kamu yang begitu memercayai Tante. Tante ingin kamu menjadi pewaris untuk keluarga Tante dan juga Tante ingin kamu tetap menjadi putra Tante,” ucap Caitlyn.
“Lalu Dareen? Dia adalah anak kandung Tante yang pantas menerima semuanya bukan aku,” protes Damian.
“Tante sudah merasa kecewa dengan Dareen, dia melakukan hal-hal yang Tante selalu larang. Mungkin Tante akan memaafkan Dareen jika Dareen ingin berubah, tapi dia malah berbuat lebih parah,” balas Caitlyn.
“Baiklah, ini sudah malam lebih baik Tante pulang. Oh iya, apa Hope b,aik-baik, Tante lihat tadi dia diinfus dan matanya lebam,” ucap Caitlyn.
“Tenang saja, Hope baik-baik. Esok aku akan bercerita kepada Tante,” balas Damian.
Caitlyn pun langsung berdiri dan memeluk Damian, setelah itu Caitlyn langsung pulang. Damian pun pergi mengecek apa Hope sudah tertidur apa belum, saat sampai dikamar Damian melihat Hope sudah tertidur pulas. Damian menghampiri Hope dan mengelus rambutnya, Damian mengecup kening Hope dengan begitu lembut. Setelah mengecup kening Hope, Damian langsung tersenyum. Damian pun kembali ke sofa untuk menjaga Hope dan beristirahat.
Bersambung….