
“Apa yang kamu maksud Caitlyn?” tanya Liam.
“Anda menuduh ibunya Damian berselingkuh bahkan Anda merekayasa kejadian dan beberapa hal, Anda yang menyebabkan kecelakaan itu. Anda juga menyuruh dia bercerai dari Liam dan membawa Damian pergi jauh-jauh,” ucap Caitlyn.
Caitlyn baru menyadari jika Helen melakukan apa pun untuk membuat Caitlyn menikah dengan Liam. Beberapa bulan yang lalu Caitlyn menemukan orang yang menabrak ibunya Damian, orang itu tinggal di rumah sakit jiwa. Orang itu mengaku jika dia yang menabrak lari ibunya Damian dan Helen membayar orang itu, saat itu orang itu benar-benar membutuhkan uang untuk putrinya. Namun, orang itu berakhir dengan penyesalan karena ibunya Damian meninggal dunia, ditambah saat itu Damian sangat muda.
“Apa yang Caitlyn bicara itu benar?” tanya Liam kepada Helen.
“Iya itu benar, Mama terpaksa melakukan itu. Dia adalah wanita yang tidak pantas untuk kamu, karena Mama tahu yang terbaik untuk kamu dan keluarga ini,” jawab Helen.
“Apakah hal terbaik adalah menyuruh orang membunuh menantu Anda sendiri dan membuat saya menikahi anak Anda. Lalu Anda membuat kedua anak saya saling membenci, apa itu yang terbaik untuk keluarga ini?” ucap Caitlyn.
“Aku tidak menduga, Mama tega melakukan itu semua hanya untuk menikahi aku dengan wanita lain. Selama ini Mama membuat aku membenci istri aku sendiri dan anak aku, apa Mama tahu bagaimana menyakitkan itu?” ucap Liam yang langsung pergi dari hadapan Helen begitu juga Caitlyn.
“Untuk apa kamu berkata seperti itu, apa kamu sudah gila? Bagaimana jika keluarga saya hancur berantakan?” bentak Helen kepada Caitlyn.
“Keluarga ini memang sudah hancur berantakan dan Anda sendiri yang membuatnya,” balas Caitlyn.
Caitlyn pun segera pergi dari hadapan Helen, Caitlyn sudah tidak tahan dengan Helen. Apakah Helen tidak memikirkan Damian yang saat itu masih muda dan tidak mengerti apa-apa, yang Damian dapat adalah rasa benci dari keluarganya sendiri. Tentu saja Caitlyn membenci Helen karena hal itu, bagaimana bisa Helen membuat Damian begitu menderita. Helen juga membuat Dareen membenci Damian, itu membuat kesabaran Caitlyn semakin habis.
***
Setelah mendapat izin dari Damian, Hope pun berbicara dengan Dareen di halaman belakang. Damian tidak tahu apa yang akan Hope katakan, tapi Damian tidak yakin akan hal itu. Damian takut Dareen malah mencelakai Hope apalagi Dareen adalah orang yang gegabah, Damian hanya takut semuanya di luar kendali. Namun, Hope yakin Dareen mau mendengarkan dirinya dan berusaha mengerti lagi tentang Damian, mungkin Hope bisa berusaha mengerti tentang Dareen.
“Cepat kamu ingin bicara apa!” perintah Dareen.
“Kenapa kamu begitu membenci Damian?” tanya Hope.
“Aku hanya ingin mengetahui bagaimana keadaan kamu, kamu terlihat begitu lelah dengan semua ini. Apa kamu lelah karena mama kamu tidak pernah memerhatikan kamu, apa kamu ingin sekali saja menjadi anak kecil lagi yang di perhatikan mama kamu. Tentu saja kamu mau itu semua, kamu hanya merasa tidak nyaman saat seseorang membahas Damian di depan kamu,” ucap Hope.
“Kamu merasa jauh dengan mama kamu sendiri, padahal semua kelakuan kamu yang membuat dirinya menjauh. Kamu melakukan hal yang tidak benar agar seseorang menyayangi kamu, kamu tidak menjadi diri kamu sendiri selama ini. Kamu ingin seperti Damian yang melakukan semua seorang diri, kamu ingin mama kamu bangga kepada kamu, kamu ingin berhenti menjadi sempurna agar keluarga ini menyukai kamu, kamu ingin hidup normal di mana orang-orang sekitar kamu menerima kamu,” lanjut Hope.
“Aku hanya mau semua orang menerima diriku,” balas Dareen dengan mata berkaca-kaca.
“Damian bercerita jika kamu sewaktu kecil adalah anak yang baik dan polos, Damian merindukan itu. Damian mengatakan sewaktu kalian kecil, kalian pergi bersama ke mana saja. Tapi saat kalian berpisah kamu berubah, kamu seakan membenci Damian tanpa alasan, Damian mengira dirinya melakukan kesalahan. Damian mengatakan kamu seperti tertekan, Damian ingin membantu kamu tapi sifat kamu seakan membenci Damian,” ucap Hope.
Dareen pun mengingatkan saat Damian masuk ke dalam asrama, saat itu Dareen merasa sedih ditinggalkan oleh Damian. Dareen begitu bergantung kepada Damian hingga Damian pergi, Helen memaksa Dareen untuk menjadi mandiri dan dewasa. Sekalinya Damian pulang Dareen diajak pergi hingga Damian kembali ke asramanya, itu membuat Dareen semakin sakit hati. Dareen mengira Damian tidak menyayanginya, Dareen mengira Damian sudah tidak membutuhkan Dareen lagi.
Suatu hari Dareen melihat Damian yang pulang ke rumah, Damian menangis dan Caitlyn memeluknya. Saat itu Dareen hanya bisa mengintip, Dareen tidak mengerti mengapa Damian menangis. Namun, semenjak saat itu Damian menjadi lebih dekat dengan Caitlyn, Damian hanya datang ke rumah untuk menemui Caitlyn dan bukan Dareen. Dareen merasa Damian benar-benar mengabaikannya ditambah Helen yang terus mengatakan hal buruk tentang Damian. Helen yang membuat Dareen membenci Damian, Dareen yang sangat polos hanya bisa memercayai itu.
Selama ini Dareen salah tangkap tentang perasaannya, Dareen mengira dirinya iri Caitlyn selalu mementingkan Damian. Dareen sebenarnya iri kepada Caitlyn karena Damian selalu mencari Caitlyn saat ada masalah, Dareen sempat mengira karena ia pernah mengadukan Damian. Tapi Dareen tidak tahu, Dareen hanya ingin kakaknya kembali kepadanya. Dareen ingin hubungan mereka seperti dulu yang selalu bersama dan saling membantu satu sama lain.
“Mungkin jika kamu ada waktu kamu bisa berbicara dengan Damian, kalian berdua jarang berbicara sejak kecil. Ini adalah kesempatan kamu sebelum Damian pergi,” ucap Hope.
“Apa maksud kamu Damian pergi?” tanya Dareen.
“Ya, kamu harus menemuinya sebelum Damian benar-benar pergi meninggalkan keluarga ini. Jika itu terjadi mungkin Damian tidak ingin berbicara dengan kamu lagi apalagi berhubungan dengan keluarga yang lain,” jawab Hope.
“Kamu harus mulai mengerti orang lain jika kamu ingin mereka mengerti kamu, berbicaralah kepada mama kamu dan juga Damian, jika perlu bicaralah kepada Amber,” lanjut Hope.
Hope pun berpamitan dan pergi bersama Damian. Sedangkan Dareen hanya terdiam dan kembali ke kamarnya. Di dalam kamarnya Dareen menangis karena hal-hal bodoh yang telah ia lakukan agar Damian terus buruk di depan keluarga mereka, Dareen sesungguhnya hanya ingin Damian berada di sampingnya. Dareen hanya ingin Damian kembali menjadi kakaknya, namun Dareen salah memahami perasaannya sendiri dan menolak menerima kebenaran. Karena keegoisannya Dareen jadi mengorbankan dirinya bahkan orang lain ia korbankan, Dareen benar-benar merasa bersalah sekarang.
Bersambung…