
Seminggu kemudian, Hope akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan Emma. Sejujurnya Hope takut bertemu dengan Emma, selama bertahun-tahun Hope berjuang untuk lepas dari kedua orang tuanya tapi ia malah memilih untuk menemuinya sekali lagi. Entah apa yang Hope pikirkan, namun Hope butuh kejelasan kenapa orang tuanya membencinya. Hope tidak pernah mengerti mengapa mereka begitu membencinya, Hope tidak pernah melakukan kesalahan kepada mereka. Hope berusaha sebaik mungkin untuk diterima tapi tetap saja mereka membenci Hope.
Dipenjara, Hope sedang menunggu Emma untuk menemuinya. Emma sempat menolak untuk bertemu dengan Hope, tapi Hope sedikit memaksa. Hope tidak mau Emma terus menghindar dari dirinya, Hope benar-benar butuh kejelasan. Rasa ingin tahu Hope lebih besar daripada rasa takutnya, maka dari itu Hope menemui Emma. Hope tidak mau ada alasan tidak jelas lagi dari Emma.
Tak lama kemudian Emma datang, ia terlihat begitu menyeramkan. Emma sungguh tidak ingin menemui orang yang telah membuatnya masuk ke dalam sel, namun Emma juga ingin menyampaikan isi kepalanya kepada Hope. Emma duduk di hadapan Hope dan menatap Hope dengan begitu tajam, Hope hanya bisa tersenyum melihat itu. Emma tidak bisa melakukan macam-macam karena ada penjaga yang mengawasi dan pastinya Hope datang tidak sendirian.
“Mama, apa kabar?” tanya Hope.
“Menurut kamu? Mama masuk ke dalam penjara, apa kamu kira itu adalah hal yang menyenangkan? Lagi pula untuk apa kamu datang, bukankah kamu sudah bebas. Untuk apa kamu datang, apa otak kamu tidak berguna lagi? Memang anak tidak tahu diuntung,” jawab Emma.
“Aku hanya bertanya tentang kabar Mama, bagaimanapun juga aku masih anak Mama. Yang Mama lakukan memang salah, tapi itu tidak menutupi kenyataan jika aku masih anak Mama. Aku hanya ingin Mama berubah dan menerima aku, aku tidak mau Mama membenci aku. Kenapa Mama begitu membenci aku? Apa aku pernah melakukan kesalahan kepada Mama?” ucap Hope dengan mata berkaca-kaca.
“Kamu banyak melakukan kesalahan, kamu adalah anak pembawa sial. Kamu menghancurkan hidup Mama yang sempurna, kamu sama saja dengan ayah kamu itu. Menghancurkan semua mimpi yang Mama punya dan sekarang Mama terjebak dipenjara karena kamu. Apa kamu tidak puas menghancurkan hidup Mama? Lihatlah sekarang kamu mendapatkan apa yang kamu mau,” balas Emma.
“Aku tidak pernah mengerti mengapa Mama membenci aku, aku selalu berusaha membantu Mama tapi Mama terus menganggap aku salah. Aku lelah, Mah. Aku lelah dengan keluh kesah Mama yang tidak pernah aku mengerti, semua yang Mama ucapkan tidak masuk akal. Kenapa selalu aku yang salah? Kenapa Mama selalu membenci aku? Kenapa Mama menganggap aku pembawa sial?”
“Karena Mama tidak pernah ingin kamu dihidup Mama! Sejak kamu berada dirahim Mama, Mama sudah membenci kamu! Saat itu Mama akhirnya berhasil kabur dari rumah Mama yang terasa seperti neraka dan orang tua Mama yang seperti iblis. Tapi suatu malam Mama bertemu dengan ayah kamu dan kamu hadir dirahim. Semua orang mengambil keputusan tentang hidup Mama dan tidak membiarkan Mama memilih. Jika saja Mama bisa memilih, mungkin kamu tidak pernah ada didunia ini!”
“Mama harus menikah dengan seorang pencandu dan memiliki anak seperti kamu! Mama hanya ingin mengusir kamu dari hidup Mama, tapi mengapa susah sekali. Selama ini Mama hanya ingin uang dari kamu, sebagai balasan karena menghancurkan hidup Mama. Tapi kamu malah memberitahu pacar kamu dan membuat Mama masuk ke dalam penjara. Kenapa kamu harus ada didunia!” Hope yang mendengar itu langsung menetes air mata, tidak disangka Emma mengatakan semua itu kepada Hope.
Semua perkataan itu membuat hati Hope hancur, semua itu seakan tamparan untuk Hope. Walau itu hanya perkataan tapi itu membuat hati Hope sakit, perkataan itu lebih sakit dari siksaan yang selama ini ia dapat. Hope tidak pernah tahu tentang hal itu, sekarang ia tahu mengapa Emma begitu membencinya. Hope hanya bisa terdiam setelah itu, Hope tidak tahu harus membalas apa. Mulut Hope seakan tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Hope hanya menangis dan tidak berani menatap ibunya, Hope benar-benar terluka.
***
Dareen akhirnya memberanikan diri untuk mengakui semua kesalahannya kepada keluarganya. Pada akhirnya Dareen dikeluarkan dari ahli waris dan diusir dari kediaman keluarganya. Dareen memberhentikan semua orang yang bekerja untuknya, Dareen benar-benar ingin menggunakan otaknya sendiri untuk bekerja. Hanya satu hal yang belum Dareen lakukan, yaitu meminta maaf kepada Caitlyn. Butuh waktu lama untuk Dareen menemui Caitlyn. Dareen tahu Caitlyn begitu kecewa kepadanya, maka dari itu Dareen ragu. Tapi Dareen masih membutuhkan sosok Caitlyn dihidupnya.
Sekarang Dareen bersama Amber sedang berada di griya tawang Caitlyn. Mereka menunggu Caitlyn datang, Damian yang membiarkan mereka berdua masuk. Damian juga sudah memberitahu Caitlyn jika Dareen akan datang, Caitlyn terlihat tidak begitu senang. Akhirnya Caitlyn memutuskan untuk berbelanja lebih lama, ia tidak tahu apa dirinya sanggup bertemu Dareen. Setelah pembicaraan mereka yang terakhir, Caitlyn belum benar-benar berbicara lagi kepada Dareen.
Setelah menunggu lama akhirnya Caitlyn datang, Dareen yang melihat itu langsung tersenyum kepada Caitlyn. Caitlyn menyuruh Dareen duduk dan menunggunya membereskan belanjaannya, Caitlyn benar-benar mengulur waktu untuk berbicara kepada Dareen. Setelah membereskan belanjaannya Caitlyn langsung menghampiri Dareen dan duduk di hadapan Dareen dan juga Amber.
“Terima kasih, Mama sudah mau berbicara dengan aku,” ucap Dareen.
“Mama dengar kamu sudah diusir dan dicabut dari ahli waris, mengapa kamu melakukan itu? Kenapa kamu memilih mengaku? Apa kamu tidak takut jika kamu akan gagal?” tanya Caitlyn.
“A– aku sadar jika semua yang aku lakukan salah. Aku harusnya tidak terlalu bergantung kepada uang, Maafkan aku. Aku sudah berusaha membereskan semuanya dan meminta maaf kepada orang yang aku sakiti, tapi aku belum meminta maaf kepada Mama. Aku takut Mama akan semakin membenci aku, aku sudah membuat Mama kecewa. Pasti Mama berharap aku bukan anak kandung Mama, jika seperti itu pasti Mama akan senang,” jawab Dareen.
“Mau bagaimanapun juga kamu masih anak Mama, Mama tidak peduli apa yang kamu lakukan. Mama hanya ingin kamu menjadi orang yang lebih baik dan berubah, Mama lelah dengan kamu. Tapi jika kamu bisa berubah, Mama dengan senang hati memaafkan kamu. Mama tidak ingin kamu menderita hidup di keluarga itu,” ucap Caitlyn.
“Dengan mengakui kesalahan kamu dan meluruskan kesalahpahaman, kamu sudah berusaha terbaik untuk berubah. Kamu sekarang sedang berusaha menjadi orang dewasa yang bertanggungjawab, Mama senang mendengar itu. Mungkin kamu terlalu untuk menjadi dewasa, tapi setidaknya kamu berusaha,” lanjut Caitlyn.
Bersambung….