Wishing For You

Wishing For You
Forgive Me



Keesokan harinya, Hope yang sedang sibuk bekerja. Setelah keluar dari perkerjaannya sebelum, Hope sekarang bekerja sebagai pelayan disalah satu restoran milik Caitlyn. Hope yang sedang membersihkan meja yang kotor tidak sengaja melihat Amber yang masuk ke dalam restoran. Sudah lama Hope tidak melihat Amber, setelah kejadian itu Amber benar-benar menghilang entah ke mana. Hope juga sudah berusaha menghubungi Amber tapi tidak ada kabar sama sekali.


Amber pun melihat kepada Hope, tujuan Amber datang untuk menemui Hope. Amber sudah berhari-hari berlalu-lalang di depan restoran untuk mengecek Hope dan memberanikan diri untuk berbicara. Setelah mengetahui semua kelakuan Amber, kedua orang tuanya ingin mengirim Amber keluar negeri. Sebenarnya Amber tidak mau tapi ia tidak punya pilihan lain, Amber datang menemui Hope untuk meminta maaf.


“Hope, bisa kita bicara sebentar?” ucap Amber yang menghampiri Hope.


“Aku sedang bekerja, bagaimana kalau nanti setelah aku selesai,” balas Hope dan Amber langsung mengangguk.


Amber pun duduk disalah satu kursi dan memesan minuman. Amber benar-benar menunggu Hope selesai bekerja, padahal Hope masih lama sekiranya satu jam. Namun, Amber ingin menunggu dan berbicara kepada Hope. Hope yang merasa kasihan menyuruh Amber pulang lebih dulu tapi Amber menolak itu, Amber tidak tahu apa ia punya keberanian lagi jika ia pergi.


Setelah selesai bekerja, Hope mengajak Amber untuk pulang bersamanya. Hope merasa kasihan kepada Amber, karena Amber terlihat begitu lemas. Hope terpaksa memesan taksi agar lebih cepat sampai, karena Hope takut Amber pingsan. Sesampainya di Apartemennya Hope, Hope langsung menyuruh Amber duduk diruang keluarga. Hope mengganti bajunya terlebih dahulu lalu memberitahu Damian jika ia sudah pulang.


“Kamu ingin bicara apa, Amber?” tanya Hope yang baru saja datang.


“Aku ingin meminta maaf, atas semua perlakuan aku. Aku sudah terlalu terobsesi kepada Damian, aku sampai melupakan kewarasan diriku sendiri. Maafkan aku Hope, aku tidak pernah berniat melakukan itu semua. Aku merasa iri kepada kamu dan aku malah melakukan hal di luar batas, tapi aku benar-benar menyesal sekarang,” ucap Amber lalu menangis. Hope langsung duduk di samping Amber dan menepuk-nepuk pundaknya.


“Sudahlah, aku sudah memaafkan kamu, Amber. Aku tahu pasti kamu akan menyesalinya dan pasti kamu ingin semua menjadi pulih kembali. Aku masih ingin menjadi teman kamu jika kamu mau dan jika kamu sudah bisa merelakan ini semua,” balas Hope.


“Kamu terlihat begitu pucat, apa kamu sakit?” tanya Hope.


“Aku hanya pusing beberapa hari ini, tapi itu tidak penting. Yang penting kamu sudah memaafkan aku, terima kasih sudah memaafkan aku,” jawab Amber.


“Baiklah, kamu bisa beristirahat di sini sebentar agar tidak terlalu pusing.”


Hope pun bangun dari duduknya dan pergi ke dapur untuk membuatkan secangkir cokelat panas untuk Amber. Sedangkan Amber hanya menidurkan dirinya di sofa dan berusaha mengumpulkan tenaganya, Amber benar-benar merasa tidak sehat. Mungkin karena Amber terlalu memikirkan tentang kesalahan dan tidak menjaga dirinya sendiri.


***


Akhirnya setelah hari yang panjang, Damian dapat pulang juga. Hari ini Damian begitu sibuk dan tidak sempat bertemu dengan Hope. Damian berniat untuk bertemu Hope setelah membersihkan diri, namun Damian mendapat kabar jika Dareen ingin menemuinya. Dareen sekarang sedang berada di griya tawang Caitlyn, Dareen berencana untuk berbicara kepada Damian.


Tak lama kemudian, bel apartemen Damian berbunyi. Damian langsung membukakan pintu dan menyuruh Dareen masuk, Damian menyuruh Dareen menunggu diruang keluarga. Damian pergi ke dapur untuk mengambil minum untuk Dareen, setelah dari dapur Damian kembali dan melempar satu botol air minum.


“Kenapa kamu kesini?” tanya Damian.


“Memangnya aku tidak boleh datang kesini, lagi pula mama yang menyuruh aku kesini,” jawab Dareen.


“Kenapa Kakak melarang mama untuk memberitahu yang lain tentang apa yang aku lakukan? Bukankah itu adalah hal yang bagus untuk reputasi Kakak, semua orang jadi bisa mempercayai Kakak seperti yang Kakak harapan selama ini,” ucap Dareen. Damian langsung menatap tajam Dareen dan Damian tersenyum sinis.


“Memangnya kamu bisa hidup tanpa nenek? Tentu saja tidak bisa, lebih baik kamu perbaikan perilaku kamu. Semua sudah berakhir, kamu menang Dareen. Jadi kamu tidak perlu khawatir dengan aku, aku akan menjauh dari ayah maupun nenek. Tante Caitlyn sudah memberi peringatan kepada kamu jadi kamu dengarkan ibu kandung kamu sendiri,” balas Damian.


Dareen mengepalkan telapak tangannya, memang Dareen tidak bisa hidup tanpa Helen. Tapi, di dalam lubuk hatinya Dareen ingin sekali berdamai dengan Damian, namun sepertinya itu tidak bisa. Damian terlihat begitu membenci Dareen saat ini, bagaimana Damian bisa menerima permintaan maaf Dareen. Apa ini tanda agar Dareen tidak mengganggu Damian dan kembali kehidupannya yang penuh kebohongan.


“Kenapa Kakak masih memanggil mama tante Caitlyn? Apa yang mama berikan untuk Kakak tidak cukup atau Kakak tidak pernah menganggap mama sebagai mama Kakak sendiri. Kenapa Kakak terlihat begitu dingin kepada mama, padahal Kakak anak kesayangan mama,” ucap Dareen.


“Aku mempunyai ibuku sendiri, tante Caitlyn adalah ibu kamu. Jadi aku tidak pantas memanggilnya mama, aku tidak pantas menggantikan kamu disisinya. Tapi setelah semua yang kamu lakukan, aku merasa aku pantas menggantikan kamu. Selama ini aku menggagap tante Caitlyn, mama kedua Kakak. Aku dan tante Caitlyn mempunyai ikatan yang spesial, dia bagaikan seorang ibu dan sahabat untukku,” balas Damian.


“Dulu kita juga mempunyai ikatan itu, kan? Kita adalah saudara dan sahabat. Semua yang Kakak lakukan dengan mama, sama Persis dengan yang dulu kita lakukan. Tapi Kakak malah meninggalkan aku untuk pergi ke sebuah asrama dan mengganti aku dengan mama.”


“Aku terpaksa, kamu pikir aku ingin berpisah jauh dengan saudaraku sendiri. Saat itu kamu masih terlalu kecil untuk mengerti masalah Kakak, Kakak butuh orang dewasa yang bisa mengerti Kakak. Namun, saat Kakak ingin kembali kepada kamu, kamu malah membenci Kakak. Aku tidak pernah meninggalkan kamu, Dareen. Nenek yang membuat kita terpisah dan berjauhan lalu kamu membenci aku.”


“Maafkan aku, aku sudah membenci Kakak seperti yang lain. Aku pikir Kakak meninggalkan aku dan tidak ingin berhubungan dengan aku lagi, Kakak benar aku terlalu kecil untuk mengerti. Aku hanya ingin kita seperti dulu lagi, maaf aku egois.”


“Aku akan memaafkan kamu, jika kamu bisa meminta maaf kepada tante Caitlyn. Jika bisa kamu mengakui semua tindakan kamu kepada tante Caitlyn dan meminta ampunan. Bagaimanapun juga dia adalah ibu kamu, kamu harus meminta maaf kepada terlebih dahulu. Walaupun tante Caitlyn sudah memaafkan kamu dari lama.”


Seketika suasana hening, Dareen hanya terdiam. Dareen memikirkan semua kesalahannya kepada Caitlyn, betapa jahat dirinya kepada Caitlyn. Dareen melakukan banyak hal bodoh dan tidak ada satu pun yang menghasilkan hal baik. Dareen harus meminta maaf kepada semua orang yang pernah ia sakiti, termasuk Amber. Entah apa yang Dareen lakukan hanya karena cemburu buta, harusnya Dareen tidak membiarkan itu. Sekarang Dareen harus bersedia menerima karma dari semua yang telah ia lakukan, apa pun itu pasti Dareen akan terima.


Bersambung……