Wishing For You

Wishing For You
Saving Hope



Sesampainya di rumah Hope, Stevani langsung menyuruh Damian masuk ke dalam gudang melalui jendela. Stevani akan mengecek apa orang tua Hope berada di rumah, Stevani pun menyadari jika tidak ada siapa-siapa. Stevani langsung masuk ke dalam dan mengecek keadaan rumah Hope. Stevani melihat ada sebuah laptop yang tertinggal diruang keluarga, Stevani mengecek laptop itu dan laptopnya tidak terkunci sama sekali. Stevani mengecek ada apa saja di dalam laptop itu dan Stevani menemukan sebuah surel.


Surel itu berisi percakapan tentang Hope, Stevani pun membaca surel itu satu-per satu. Betapa terkejutnya Stevani membaca surel-surel itu, ternyata orang tua Hope menjual foto Hope tanpa busana kepada seseorang. Terlihat dari surel itu jika foto itu baru saja dijual tadi malam, Stevani langsung mengecek siapa yang membeli foto itu. Sayangnya nama penerima surel itu disamarkan, Stevani pun mengirim semua surel itu ke alamat surelnya. Stevani juga menghapus foto-foto Hope yang berada di laptop itu, sekarang Hope aman. tetapi, Stevani harus mencari siapa yang membeli foto-foto itu.


Dilain sisi Damian yang berhasil masuk ke dalam gudang melalui jendela, terkejut melihat Hope yang terdampar dilantai. Damian langsung mengecek Hope dan itu membuat Damian tidak bisa berkata-kata. Luka di sekujur tubuh Hope, ada luka di keningnya, matanya yang lebam, tangannya yang penuh dengan lebam, dan lengan kiri Hope yang terkena pecahan kaca. Damian melihat ke sekitarnya dan menemukan pecahan beling. Damian pun menaruh kepala Hope di pangkuannya dan mengecek apa Hope masih bernafas.


“Pak Damian,” lirih Hope yang setengah sadar.


“Iya Hope, saya di sini. Apa yang kamu rasakan sekarang?” tanya Damian.


“Aku haus dan semua tubuhku sakit,” ucap Hope dengan begitu kesakitan.


“Bertahanlah,” balas Damian yang tidak tega melihat itu.


Tidak lama pintu gudang terbuka dan Stevani menyuruh Damian dan Hope untuk segera keluar lewat pintu belakang, karena anak buah Emma sedang mengecek rumah ini. Damian pun dengan hati-hati mengangkat Hope dan membawanya pergi dari rumah itu. Setelah berhasil keluar dari rumah itu Damian, Stevani, dan Hope langsung pergi menggunakan mobilnya Damian. Damian menaruh Hope di kursi belakang agar Hope bisa beristirahat, sedangkan dia dan Stevani duduk di kursi depan.


“Kita harus membawa Hope ke rumah sakit,” ucap Damian.


“Kita tidak bisa melakukan itu, karena sebentar lagi pasti orang tuanya Hope akan menyadari dia hilang. Aku yakin mereka akan mencari Hope ke mana pun Hope pergi,” balas Stevani.


“Apa kamu gila! Lihatlah Hope yang begitu lemah, apa kamu mau Hope mati?” ucap Damian.


“Aku tidak gila dan aku tidak mau Hope mati, tetapi nanti pihak rumah sakit akan curiga. Pasti mereka menyadari jika lukanya Hope adalah disengaja, apa kamu Hope kehilangan beasiswanya? Asal kamu tahu itu adalah hal yang paling penting untuk Hope, belum lagi foto-foto itu. Itu bisa membuat Hope dalam bahaya,” balas Stevani dan Damian langsung melihat kepada Hope. Damian tidak mau Hope menjadi lebih parah, namun Damian juga tidak mau Hope kehilangan hal yang paling berharga untuknya.


“Baiklah, kamu telepon Bastian untuk datang ke apartemen. Aku dan Bastian yang akan mengobati Hope,” ucap Damian lalu melajukan mobilnya.


***


“Bagaimana? Apa kamu yakin sekarang,” ucap Amber yang menunjukkan foto-foto Hope yang baru saja dia dapat. Dareen tertawa melihat foto-foto itu karena semuanya seperti yang Dareen harapan. Dareen berencana menggunakan foto itu untuk membuat Damian jelek dimata keluarganya, Dareen hanya perlu berpikir bagaimana caranya agar orang-orang percaya.


Amber sendiri berencana untuk menghancurkan Hope karena Hope berani dekat-dekat dengan Damian. Amber membayar orang untuk menyelidiki tentang Hope dan yang dia temukan begitu mengejutkan. Amber pun berhasil mendapatkan alamat surel ibunya Hope dan memancing Emma untuk memberikan kebusukan putrinya. Akhirnya Amber berhasil mendapatkan foto-foto itu dan dia bisa menyebarkannya kapan pun, tetapi Dareen menolak itu. Lebih baik foto itu disimpan dan Dareen menggunakan untuk menghancurkan Damian saja.


Dareen menyarankan agar Amber memberi tahu pihak kampus tentang keluarga Hope, karena Hope berbohong tentang hal itu. Amber bisa memberi tahu jika Hope berjudi dan mempunyai geng begal, itu akan membuat Hope kehilangan beasiswanya. Foto itu hanya digunakan untuk menghancurkan Damian dan setelah keluarga Damian mengeluarkan dari ahli waris, Amber bisa mencari simpati saat itu juga.


“Damian adalah orang yang rapuh di dalam, saat ibunya meninggal Damian bertemu dengan mama dan langsung merasa lebih baik. Bisa dibilang dia membutuhkan orang yang perhatian di saat dia rapuh, aku yakin jika seperti saja pasti kamu bisa,” ucap Dareen.


Sejak kecil Dareen selalu merasa cemburu dengan Damian, Damian selalu mendapat kasih sayang Caitlyn. Caitlyn memperlakukan Damian seperti anaknya sendiri dan itu membuat Dareen tidak menyukai, walaupun Damian dan Dareen memiliki satu ayah tetap saja ibu mereka berbeda. Itulah pikir Dareen sejak kecil, dia ingin Caitlyn memperlakukan Damian seperti anak tiri atau apa pun yang membuat Damian sadar Caitlyn adalah ibunya seorang. Namun, makin lama Caitlyn makin dekat dengan Damian.


Dareen melakukan apa pun untuk membuat Caitlyn lebih menyayanginya, tetapi tetap saja Caitlyn selalu memikirkan Damian. Dareen membayar orang untuk menyelesaikan kuliahnya dan membayar orang untuk berpikir tentang kasus-kasusnya, agar dirinya bagus dimata Caitlyn. Namun, tetap saja Caitlyn hanya memedulikan Damian dan selalu menyayangi Damian. Setidaknya Dareen mendapatkan perhatian dari keluarganya dan keluarganya selalu berpihak kepadanya.


“Kamu tahu Amber, aku akan melakukan apa saja agar Damian pergi jauh-jauh dari mama. tetapi semua itu sia-sia, namun kali ini aku yakin pasti mama akan langsung membenci Damian,” ucap Dareen.


“mengapa kamu begitu yakin?” tanya Amber.


“Mama tidak pernah suka dengan pria yang tidak menghormati wanita, mama juga tidak suka jika salah satu dari anaknya meniduri wanita tanpa status pernikahan,” jawab Dareen.


“Lalu, kita sudah tidur bersama. Apa mama kamu tahu itu?” tanya Amber.


“Tidak. tetapi kita tidak pernah menunjukkan itu jelas-jelas, kita selalu bergaya seakan semuanya normal. Mama pasti tidak akan percaya jika kita pernah melakukan hal di luar batas, tetapi jika aku menuduh Damian sekarang pasti mama percaya karena waktunya yang sangat tepat,” ucap Dareen.


“Ternyata kamu sudah memikirkan sejauh itu, aku hanya akan mengikuti semua rencana kamu. Aku akan melakukan apa pun untuk mendapatkan Damian, walaupun kamu harus menghancurkan hidup Damian lebih dahulu. Aku siap menerima konsekuensinya untuk bersama Damian,” ucap Amber.


Bersambung……