
Keesokan harinya, Damian dan Hope benar-benar datang ke rumah Liam. Mereka berdua siap menghadapi Liam dan yang lainnya. Awalnya Damian takut jika keluarganya akan menyakiti Hope apalagi neneknya, namun Hope berjanji akan kuat menghadapi semua ini. Mungkin ini adalah konsekuensi yang Hope yang dapat jika ingin bebas, maka Hope akan menerima semuanya dengan lapang dada.
Sekarang Damian dan Hope sedang berada diruang tamu, menunggu Liam dan yang lain datang. Diruang tamu sudah ada Caitlyn yang menunggu dari tadi, Caitlyn pun duduk di samping Hope dan meyakini Hope jika semuanya akan baik-baik. Caitlyn bisa melihat rasa cemas dimata Hope walau hanya sedikit saja,
Caitlyn tahu jika Hope berpikir semua akan menjalan baik. Namun, Caitlyn tidak berpikir seperti itu, Caitlyn sudah mengetahui Liam bagaimana. Caitlyn hanya berharap Hope dan Damian tidak mendapatkan masalah lagi, karena dirinya.
Tak lama kemudian Liam, Helen, Dareen, dan Amber datang. Hope terkejut melihat Amber yang ada di sini, Hope tahu Amber yang melakukan itu tapi Hope tidak menduga Amber ada di sini. Damian sudah menduga Amber akan datang dan tentu saja Amber tidak ingin namanya buruk dimata keluarga Damian. Namun, Damian yakin pasti keluarga akan lebih memilih mendengarkan Amber dari pada dirinya. Amber adalah orang yang pintar membolak-balikkan keadaan, jadi Damian maupun Hope harus berhati-hati.
“Akhirnya kamu datang juga, aku kira kamu tidak ada keberanian datang kesini,” ucap Liam.
“Aku hanya ingin membuktikan jika yang kalian kira selama ini adalah salah, tapi aku tidak yakin kalian akan percaya. Pasti kalian akan lebih percaya kepada anak emas keluarga ini, yaitu Dareen. Mungkin kalian juga akan percaya kepada Amber yang terlihat baik dan lugu,” ucap Damian dengan begitu sinis.
“Karena yang Dareen dan Amber katakan adalah kebenaran, kamu yang selalu bertingkah mencurigakan dan aneh. Kamu seperti anak yang tidak memiliki tata krama, kamu selalu tidak menghargai keluarga ini,” balas Helen.
“Yang Nenek bilang itu benar, Kakak tidak pernah menghargai kami semua. Kenapa Kakak selalu bercerita kepada mama, apa Kakak tidak pernah menganggap kita ada,” tuduh Dareen.
Damian pun teringat semasa kecil ia pernah bercerita kepada Dareen, dulu Damian dan Dareen begitu dekat. Dareen selalu mengandalkan Damian, mereka bagaikan sahabat yang tidak bisa tidak dipisahkan. Damian begitu menyayangi Dareen, Damian akan melakukan apa saja untuk Dareen. Hingga mereka beranjak remaja, Damian bercerita jika ia tidak sengaja mencelakai temannya. Dareen pun mengatakan itu kepada Caitlyn agar Damian bisa bertanggung jawab, namun saat anggota keluarga yang lain tahu mereka langsung mengatakan hal kejam kepada Damian.
Mulai saat itu Helen menjauhkan Dareen dari Damian, Helen memfokuskan Dareen sebagai penerus keluarga mereka. Helen memasukkan Damian ke dalam asrama agar Damian berjauhan dengan Dareen, itu berhasil. Dareen saat itu masih terlalu muda untuk mengerti kenapa keluarganya membenci Damian. Akhirnya Dareen hanya mendengar cerita Helen tentang Damian yang nakal, tidak baik, dan pengaruh buruk.
Setelah bertahun-tahun Dareen menjadi iri kepada Damian, Damian mendapatkan semuanya dihidupnya. Saat kuliah Dareen mulai merasa kesusahan dan saat itu ia ingin meminta bantuan dari Damian, tapi Helen melarangnya. Helen juga mulai membahas tentang Caitlyn yang terlalu memanjakan Damian. Entah mengapa Dareen mulai merasa iri dengan Damian dan ingin membuat semua orang membenci Damian.
“Dareen, dulu kamu adalah anak yang baik dan polos. Kenapa kamu sekarang menjadi membenciku? Apa aku melakukan kesalahan kepada kamu?” tanya Damian kepada Dareen.
“Maksud Kakak apa? Aku tidak pernah berubah sama sekali, Kakak yang berubah,” jawab Dareen.
“Lalu, kenapa kamu melindungi Amber? Padahal Amber melakukan kejahatan. Aku tahu yang memasukkan foto-foto itu adalah Amber, Amber yang menaruhnya di dalam laptop aku. Aku mempunyai rekaman CCTV kampus, karena pada hari itu aku meninggalkan laptopku dalam keadaan menyala,” ucap Damian.
“Pada hari itu juga kamu memberitahu Dareen, harusnya kamu bertindak lebih pintar lagi Amber. Aku tidak sebodoh yang kamu pikirkan, aku sudah mengetahui semua niat busukmu. Jadi mengakulah Amber, sebelum aku menyeret kamu ke kantor polisi,” ancam Damian.
“Kamu juga yang menyebar rumor itu, tentang Damian mengencani aku. Padahal kamu adalah teman aku, Amber kamu mengetahui bagaimana kondisi aku. Walau kamu tidak mengetahui latar belakang aku, tapi kamu tahu jika aku tidak akan pernah menggoda siapa pun,” ucap Hope.
“Aku terpaksa melakukan itu Hope, hidup kamu begitu sempurna. Bahkan Damian menyukai kamu, aku merasa iri. Aku melakukan itu semua karena aku menyukai Damian dan aku tidak mau ada satu pun orang yang mendekatinya termasuk kamu,” balas Amber dengan nada tinggi.
“Kamu tidak tahu, bagaimana kehidupan aku di luar sana. Jadi kamu tidak bisa mengatakan hal seperti itu, bagaimana jika hidupku lebih buruk dari kamu? Lalu Damian datang membantu aku. Damian hanya membantu aku membenarkan hidupku dan kamu mengira aku menyukainya, aku sudah bilang berkali-kali Amber. Ini bukanlah dunia dongeng, di mana kamu mendapatkan semuanya,” ucap Hope yang berusaha tenang.
“Tapi Hope, aku melakukan ini semua tidak sendiri. Dareen membantu aku bahkan kami membuat perjanjian, Dareen berjanji Damian akan menjadi milikku dan aku berjanji Damian tidak akan mengganggu keluarganya. Ini sepenuhnya bukan salahku, kalian harus percaya itu,” ucap Amber lalu meneteskan air mata.
“Berhenti Amber! Tidak mungkin Dareen melakukan hal seperti itu, Dareen adalah anak yang baik. Lebih baik kamu keluar sekarang, kamu sudah menuduh cucuku dan Damian. Tindakan kamu adalah hal yang kotor!” ucap Helen.
Amber pun langsung berlari keluar dari rumah dengan air mata berjatuhan, Amber tidak menyaka Dareen diam saja. Dareen tadi menatap Amber seakan Amber yang melakukan itu seorang diri, Dareen tidak mau mengakui jika ia juga terlibat. Namun, di dalam lubuk hati Dareen, ia merasa kasihan kepada Amber yang terlalu terobsesi kepada Damian. Mau bagaimana lagi, Dareen tidak bisa mengaku hanya karena merasa bersalah kepada Amber. Dareen mempunyai prioritasnya dan itu bukan Amber, Dareen harus tetap fokus kepada tujuan utama.
“Semua ini sudah selesai, jadi izinkan aku dan Hope pergi.” Damian menarik tangan Hope untuk pergi dari rumah itu. Tapi Hope menahannya, Hope ingin berbicara kepada Dareen. Hope ingin mengatakan yang sebenarnya kepada Dareen agar Dareen tidak terus membenci Damian.
Helen dan Liam pun pergi dari ruang tamu, Caitlyn yang melihat itu langsung mengejar keduanya. Caitlyn ingin berbicara kepada mereka, Caitlyn ingin membicarakan tentang ibunya Damian. Caitlyn melakukan sejauh ini dan belum bisa menyampaikan pendapat tentang keluarga ini. Caitlyn yang menemukan rekaman CCTV itu, Caitlyn juga ingin membongkar tentang Dareen tapi Damian melarangnya.
“Tunggu!” panggil Caitlyn.
“Ada apa lagi? Bukankah semuanya sudah jelas,” ucap Helen.
“Saya merasa tidak nyaman dengan ucapan Anda tadi, Anda mengatakan jika tindakan yang Amber lakukan adalah kotor. Tapi Anda tidak pernah sadar dengan tindakan Anda sendiri, Anda tidak sepantasnya berbicara seperti itu kepada Amber. Karena Anda melakukan hal yang sama,” ucap Caitlyn.
Bersambung….