Who Are My Parents

Who Are My Parents
Who Are My Farents Bab 8



Shaka sedikit telat sampai ke kampus. Shaka segera menuju ruang khusus untuk mengikuti Bimbingan setelah memarkirkan motornya dengan Baik.


Shaka berlari melewati koridor kampus dengan tergopoh-gopoh sambil melihat jam di pergelangan tangannya. kurang waktu 3 menit saja Shaka akan telat mengikuti Bimbingan Skripsi, untunglah Shaka sampai di ruangan Bimbingan sebelum di mulai.


Semua teman-teman Shaka menoleh pada Shaka yang muncul dari balik pintu dengan nafas tersengal-sengal karena berlari mengejar waktu!


"Shaka, Kamu baru datang. Ayo masuk Bimbingan akan segera di mulai sekarang!" Pak Wardana menginterupsi Shaka untuk segera duduk bergabung dengan yang lain.


"Ma'af Pak, Saya terlambat sedikit!" Shaka berjalan membungkuk sopan pada Dosen Bimbingannya kemudian duduk bergabung dengan teman-temannya di samping Bima yang juga sedang mengikuti Bimbingan Skripsi akhir sama dengan Shaka.


"Darimana aja Lo, hampir aja Lo telat!" Bisik Bima lirih pada Shaka


"Gue jemput adek gue dulu terus nganterin pulang, sempet makan dulu tadi di rumah, soalnya Gue kelaperan!" Shaka nyengir melirik Bima.


Bima mendengus, Bima sudah tidak heran lagi dengan kelakuan sahabatnya.


90 menit berlalu, Bimbingan pun Selesai dan Dosen telah membubarkan Mahasiswanya untuk kembali ke aktivitas masing-masing!


Shaka dan Bima keluar beriringan berjalan ke parkiran dimana motor mereka terparkir!


"Shak, Lo bilang tadi jemput adek Lo. Lo punya adek kok Gue nggak pernah tahu tentang Adek Lo?" Bima menatap Shaka dengan tatapan intens sambil bersandar pada motornya.


"Gue emang nggak pernah cerita tentang siapa adek Gue, karena Gue nggak mau Lo dan yang lainnya deketin Adek Gue!" ujar Shaka datar.


Bima mengerutkan dahinya menatap Shaka, Bima semakin penasaran siapa sebenarnya adik dari sahabat nya itu.


"Adek Lo cewek?" Bima terus mendesak Shaka namun malah mendapatkan tatapan tajam dari Shaka. Bima pun terdiam mengunci mulutnya,


"Pulang Nggak Lo?" Shaka melirik Bima yang masih santai tidak juga menaiki motornya.


"Gue mau mampir ke studio dulu, Lo Nggak ikut?" ujar Bima melirik Shaka seraya naik ke motor dan menyalakan mesin motornya.


"Nggak dulu deh, Gue mau langsung pulang aja, Duluan ya!" Shaka mengepalkan tangannya dan bertos dengan Bima tanda salam perpisahan ketika mereka habis bertemu!


"Oke, Hati-hati Bro!"


Shaka mengacungkan jempolnya dan pergi lebih dulu meninggalkan kampus di susul oleh Bima setelahnya namun mereka beda arah!


Shaka langsung pulang ke rumah dan masuk kamar nya, Shaka menjatuhkan bobot tubuhnya di ranjang, pria itu merasa tubuhnya sangat lelah hari ini, dari pagi sampai sore Shaka seharian di jalanan, pagi ke kantor Ayah nya, siang ke sekolah sang Adik dan sore lanjut Mengikuti Bimbingan Skripsi!


Shaka memejamkan matanya dan tertidur begitu saja dengan tubuh terlentang!


***


Bima yang baru saja sampai rumah nya langsung di sambut oleh Sang Ibu dan tamu istimewa yang baru saja pulang dari Korea. Bima pulang agak telat karena sempat mampir terlebih dulu ke studio Walker sehabis pulang Bimbingan tadi!


"Bima kok kamu pulang nya telat sih?" Maura menatap tajam pada sang Putra.


"Ma'af Ma, tadi Aku mampir dulu ke Studio" Ujar Shaka seraya menyalami sang Ibu dan menyalami tamu yang sudah menunggu kepulangan Bima sejak tadi.


"Shaka Ayo kita makan dulu. Ada Om Arfan dan Tante Kia dan juga Ada Kanza, kali ini Kanza ikut pulang dan akan pindah kuliah di sini!" Ujar Maura dengan senyum merekah mengajak sang Putra untuk makan malam bersama dengan tamu istimewa mereka.


Namun Bima hanya menanggapi dengan anggukan pelan dan tersenyum tipis. Bima melirik pada Kanza gadis yang sudah bersahabat sejak kecil dengan Bima itu, Bima menatap datar pada Kanza dan mengikuti sang Ibu melangkah ke meja makan di ikuti oleh yang lainnya!


Bima tersenyum tipis menanggapi Kiana ibu dari Kanza itu untuk sekedar menghargai pujian dari sahabat Ibunya.


"Dia memang tumbuh dengan baik dan pintar dalam segala bidang, tapi ya itu anaknya jarang di rumah, lebih banyak di studio sama teman-temannya!" Ujar Maura melirik Bima sekilas kemudian tersenyum manis menatap pada Kanza yang sejak tadi hanya menundukkan kepalanya.


Selesai makan malam, Bisma dan Arfan melipir ke ruang keluarga untuk menonton bola bersama seperti saat mereka masih muda dulu, bapak-bapak itu lebih memilih menepi dari istri dan anak-anaknya.


"Kalian kan baru saja bertemu lagi setelah beberapa tahun, lebih baik kalian mengobrol saja, Mama dan tante Kia ke belakang dulu ya" Ujar Maura, Ibu satu anak itu seolah-olah memahami situasi canggung di antara Kanza dan putranya.


Maura Mengusap bahu Kanza dengan lembut sambil tersenyum kemudian mengajak Kiana meninggalkan Bima dan Kanza agar mereka bisa leluasa mengobrol.


Kanza akhirnya mengangkat wajahnya menatap Bima setelah Ibu dan Ibunya Bima pergi. Dan Bima hanya melirik sekilas pada Kanza dengan datar dan dingin.


"Aku harus mandi. aku ke kamar dulu ya!" Bima hendak melangkah namun dengan cepat Kanza menahan lengan Bima menghentikan langkah Bima.


Bima reflek menoleh pada Kanza dan melirik tangannya yang di pegang oleh Kanza!


"Tunggu Kak, Kak Bima apa tidak merindukan ku. bahkan aku sangat merindukan mu Kak, kenapa Kakak tidak mau menatapku?" Kanza menatap Bima dengan tatapan dalam


"Rindu?, Rindu untuk apa, Memangnya selama ini kita ada hubungan apa sampai aku harus merindukan mu Kanza?" Bima dengan kasar menurunkan tangan Kanza dari lengannya sambil menatap intens pada Kanza!


Kanza mengerutkan dahinya menatap tak percaya dengan apa yang baru saja Bima lakukan terhadap nya.


"Kak Bima, Selama ini kita selalu sama-sama bahkan dari kecil kita selalu punya hubungan yang baik, tidak kah kakak menyukai ku setelah bertahun-tahun kita bersama?" Kanza mulai berkaca-kaca dengan nafas yang naik turun menahan sakit di hatinya karena perlakuan Bima.


"Kanza, Aku hanya menganggap kamu seperti seorang adik saja tidak lebih dari itu, jadi jangan terlalu berharap aku akan menyukaimu lebih dari seorang adik dan kakak, mengerti?" Bima menatap tajam pada Kanza, kemudian Bima beranjak ke kamarnya meninggalkan Kanza sendirian di meja makan.


Spontan saja Kanza meneteskan air matanya yang sejak tadi di tahannya, Kanza mengangguk-anggukkan kepalanya sambil menekan bibirnya menahan diri agar tidak sampai menangis di sana.


"Kak Kanza!" Rachel tiba-tiba muncul dari belakang Kanza mengagetkan.


Kanza segera mengusap air matanya dan berbalik badan menghadap pada Rachel.


Rachel adalah Adik sepupu Bima yang memang tinggal sementara di rumah Bima sampai lulus sekolah nanti sambil menunggu orangtua dan Adiknya kembali ke ibu kota!


"Kak Kanza menangis ya?" Tanya Rachel meneliti wajah Kanza yang sedikit terlihat memerah.


"Nggak kok, Rachel Aku mau tanya sama kamu, Boleh?" Kanza mengajak Rachel untuk duduk dan mengobrol sebentar.


"Boleh Kak, tanya apa?" Rachel pun duduk di samping Kanza sambil menatap Kanza dengan tatapan bingung!


"Apa Kak Bima itu punya pacar sekarang?" tanya Kanza menatap intens pada Rachel.


Rachel mengerutkan Alisnya hingga bertaut. Rachel tentu saja tidak tahu banyak tentang Kakak sepupunya itu. karena Bima selalu bersikap dingin dan datar saja bahkan terhadap Rachel yang memiliki hubungan Saudara dengan Bima!


Rachel menggelengkan kepalanya "Aku nggak tahu Kak, Kak Bima nggak pernah cerita soalnya, tapi kalau Kakak mau, Aku bisa tanyakan sama Kak Bima nanti" ujar Rachel memberi pendapat.


Kanza tentu saja setuju dengan pendapat Rachel, karena Kanza ingin tahu Tentang Bima selama dirinya di korea.


"Beritahu aku kalau kamu sudah tahu jawabannya, Makasih ya Hel, jangan lupa hubungi aku!" Kanza berbisik lirih, kemudian berdiri dan beranjak karena sudah larut malam, orangtua Kanza mengajaknya untuk segera pulang!


Rachel hanya menatap tak percaya dengan tingkah Kanza, Rachel memicingkan matanya menatap punggung Kanza yang sudah beranjak dari ruang makan itu!