
Setelah selesai dengan urusan tugas kelompok. Keempat remaja itu berpamitan untuk pulang. Mereka pulang dengan perut yang masih kenyang.
Dengan sopan dan menggumamkan kata terimakasih pada Rachel, Aldo tersenyum mewakili teman-temannya. Kemudian mereka keluar dari rumah mewah milik Bima.
Namun pada saat Mereka sampai di tempat dimana motor Aldo dan Haikal terparkir. Aldo mendapati ban belakang motornya tiba-tiba bocor, Aldo berdecak sebal sambil menghela nafas berat. Aldo menatap sendu pada Zea.
"Ze. Sorry kita bakalan lama sampai rumah, Ban gue bocor nih!" Sesal Aldo menatap sendu pada Zea.
Zea mengerutkan dahinya seraya melongok Ke Ban belakang motor milik Aldo!
"Kok Bisa sih Al. Lo nggak Cek dulu sebelum kesini?" tanya Haikal.
"Udah kok. Gue cek semuanya aman. Tapi kenapa tiba-tiba bocor gini!" Aldo menatap bingung pada Ban motornya.
"Terus gimana dong?" Zea mengerucutkan bibirnya
"Ya terpaksa Harus ke bengkel. Gak papa kan Lo ikut Gue ke bengkel dulu?" ujar Aldo menatap Zea.
"Kalau Lo nggak mau nunggu, kita tukeran aja deh Ze. Lo pulang sama Haikal, biar Gue bareng Aldo nanti!" Namira memanfaatkan kesempatan untuk bisa berduaan dengan Aldo.
"Gimana Ze?" tanya Haikal menatap intens pada Zea.
Namun belum sempat Zea menjawab pertanyaan Haikal, ponsel Namira tiba-tiba berdering, Gadis itu mendapat telepon dari sang Ibu, Namira di minta sang Ibu untuk segera pulang karena ada sebuah insiden yang terjadi pada keluarganya.
"Kenapa Ra?" tanya Zea menatap serius pada Namira demi melihat exfresi wajah Namira yang tiba-tiba berubah sendu.
Aldo dan Haikal secara bersamaan menoleh pada Namira dengan tatapan bingung!
"Oma Gue jatuh dari dari tangga, Sorry ya Ze. Kayaknya Gue harus segera ke rumah sakit sekarang" ujar Namira penuh sesal.
"Ya udah Ra, Gue antar Lo ke rumah sakit sekarang!" Sahut Haikal, lalu Pria itu segera naik ke motornya dan menginterupsi Namira agar segera naik juga.
"Iya Ra, Cepet naik. Semoga Oma Lo nggak kenapa-kenapa ya!" ujar Zea menatap khawatir pada Namira.
" Amin. Lo nggak papa?" Namira menatap Zea dengan hati yang tidak enak, karena Dirinya tidak jadi pulang bareng dengan Aldo.
"Udah Nggak papa, Ra!" Ujar Zea seraya mendorong pelan bahu Namira agar segera naik ke motor Haikal.
"Gue bisa bareng Aldo lagi kok" Sambung Zea sambil tersenyum tipis melirik Aldo.
Aldo pun mengangguk melirik sekilas pada Zea dan menatap Namira.
Namira pun akhirnya naik ke motor Haikal dan mereka pergi meninggalkan Zea dan Aldo yang masih terjebak di halaman rumah milik Bima.
Aldo mendorong Motornya pelan menghampiri Security yang berjaga di rumah itu, Aldo dan Zea menanyakan dimana ada bengkel terdekat di sekitaran rumah itu. Security pun menunjukan arah dimana letak bengkel yang tidak jauh dari sana, Aldo mendorong kembali motornya di ikuti oleh Zea yang mengekor di belakangnya.
Pada saat mereka hampir saja sampai di bengkel yang di tunjukan oleh Security tadi, tiba-tiba dari arah yang sama berhenti Motor gede yang hampir sama persis dengan milik Aldo, motor itu berhenti tepat di samping Zea dan Aldo yang sedang berjalan pelan.
"Kenapa motornya?" Tanya laki-laki tampan bermotor itu seraya membuka kaca helm nya.
"Kak Bima!" Cetus Zea menatap intens pada Bima.
Ternyata Laki-laki itu adalah Bima yang hendak pergi.
Bima tersenyum pada Zea dan melirik Aldo, lalu Bima turun dari motornya mendekati motor Aldo. Sambil berbasa-basi pada Aldo!
"Iya Bang, nggak tahu nih tiba-tiba bocor!" jawab Aldo, Aldo merasa kesal, hari ini tidak ada hujan tidak ada angin, dirinya terkena apes.
"Gimana kalau kamu ikut Aku aja, sekalian aku juga mau keluar, bengkelnya sudah dekat kan!" Bima menatap Zea.
Zea menoleh pada Bima dan melirik Aldo dengan rasa sungkan.
"Nggak Papa Ze, daripada Lo lama nunggu, lebih baik Lo Ikut Bang Bima aja. Tolong antar Zea sampai rumahnya ya Bang!" ujar Aldo menitipkan Zea pada Bima.
"Tenang saja, Aku Sahabat Kakaknya Zea kok, jadi kita sudah kenal. Iya kan Dek?" Bima tersenyum sambil menatap Zea dengan tatapan dalam.
"Iya Al, kebetulan kita kenal. Lo nggak usah khawatir. Nggak papa nih Gue tinggal duluan?" Zea merasa semakin tidak enak hati pada Aldo sekaligus kasihan pada temannya itu.
Aldo tersenyum dan mengangguk, lalu mempersilahkan Zea untuk segera naik ke motor Bima. Zea pun pamit undur diri pada Aldo dan Naik ke motor Bima. Bima membawa Zea pergi meninggalkan lokasi jalanan di sekitar rumah Bima!
Bima menahan senyum sambil menekankan bibirnya melihat Wajah Zea dari kaca Spion kanan motornya. Bima merasa kasihan pada Aldo, namun Bima juga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas bisa berboncengan dengan Gadis idamannya!
FLASHBACK ON
Pada Saat Rachel dan teman-temannya masih sibuk makan siang bersama di ruang makan. Bima melipir ke halaman rumah menghampiri Motor milik Aldo dan Haikal yang terparkir di dekat pos Satpam.
Sebelum melakukan aksinya, Bima menghampiri Security terlebih dulu, untuk menanyakan yang mana motor milik Aldo!
Setelah Security memberitahu Bima. motor Aldo yang Mana, Bima kembali mendekati dua motor yang terparkir damai di halaman rumahnya.
Dengan Ide liciknya Bima memiliki niatan untuk menyabotase Motor Aldo agar Zea tidak bisa pulang lagi dengan Aldo. Dengan menyabotase motor Aldo, Bima pikir Zea tidak akan menumpang lagi pada Aldo untuk pulang. Namun Di luar dugaan. Zea justru rela menunggu dan bahkan menemani Aldo berjalan mendorong motornya ke bengkel!
Sikap Zea terhadap Aldo membuat Bima kesal, Pria itu akhirnya memutuskan untuk keluar dan menghadang Zea dan Aldo dengan berpura-pura ramah dan beralasan yang logis.
Rencana nya berhasil, Bima telah membawa Zea bersamanya, meski dengan cara yang licik. Bima akan memikirkan nanti untuk meminta ma'af pada Aldo atas perbuatannya yang dengan sengaja menyabotase motor Aldo, demi bisa mengantar Gadis yang di cintainya pulang bersamanya.
FLASHBACK OF
Bukannya mengantar Zea pulang ke rumah, Bima malah membawa Zea ke sebuah tempat yang lumayan ramai di kunjungi pengunjung.
Bima membawa Zea ke pantai untuk sebuah rencana.
Bima ingin mengatakan dan mengungkapkan isi hatinya pada Zea, Bima pikir cara yang dia rencanakan itu akan berhasil membuat Zea menerima pernyataan Cinta untuknya!
Bima membuka helm nya dan mengajak Zea untuk berjalan mendekati pantai, Bima mengulurkan tangannya pada Zea meminta untuk di raih.
Namun Zea malah mengerutkan Alisnya menatap Pada Bima dengan tatapan bingung.
"Nggak usah Takut, Aku akan menjaga kamu dengan sepenuh hati. Genggam Lah tanganku dan ikuti langkahku" Ujar Bima seraya mengangguk pelan meyakinkan pada Zea kalau dirinya tidak akan berbuat jahat padanya.
"Kak Bima. Seharusnya Kakak antar Aku pulang saja. ngapain kesini?, Kak Shaka akan marah kalau tahu aku tidak langsung pulang ke rumah!" Ujar Zea, Zea tentu khawatir sang Kakak akan murka jika dia tahu kalau Zea pergi bersama Bima.
"Hanya Sebentar saja kok" Ujar Bima memohon dengan wajah sendu menatap pada Zea.
Zea menghela nafas berat dan mengangguk seraya menautkan jemarinya pada jemari Bima, Finally. Zea pun mengalah dan mengiyakan ajakan Bima untuk lebih mendekat ke Pantai.
Bima Tersenyum sumringah dan segera menarik Zea ke tepian pantai!