Who Are My Parents

Who Are My Parents
Who Are My Parents Bab 12



Arnold yang masih di kantor di kejutkan oleh kabar Shaka yang telah menabrak seorang Gadis saat perjalanan hendak menjemput Adiknya, Zea. Arnold langsung menghentikan pekerjaannya dan menyerahkan sisa pekerjaannya pada Asistennya.


Arnold Ayah dari Shaka itu langsung menuju ke rumah sakit setelah mendapatkan Alamat rumah sakit dari Shaka lewat telepon. Arnold juga sudah mengabari Istri dan putrinya kalau dia dan Shaka akan pulang terlambat hari ini, Karena sebagai Ayah, Arnold harus membereskan kasus Putranya sampai selesai. Arnold berharap Gadis yang di tabrak oleh Shaka itu tidak terluka terlalu parah dan pihak keluarganya tidak menuntut Shaka!


"Shaka!" Arnold langsung menghampiri sang Putra yang menunduk lesu duduk di kursi tunggu. setelah tiba di rumah sakit.


"Papa!" Shaka menoleh dan langsung berdiri saat sang Ayah menghampirinya.


"Tenang Shaka!" Arnold mengusap lembut punggung sang Putra dan mengajak Shaka untuk duduk kembali.


Arnold tidak akan bertanya dulu pada Shaka, Ayah Shaka itu tidak ingin membuat Putranya merasa bersalah dan tertekan. Arnold tetap bersikap tenang dan menunggu kabar baik dari Dokter mengenai pasien yang di tabrak oleh Shaka.


Tidak lama kemudian Dokter keluar dari ruang UGD, Secara bersamaan juga Orangtua Gadis yang di tabrak oleh Shaka itu datang dan langsung menghampiri Dokter dengan wajah panik.


"Dokter, bagaimana keadaan Putri kami Dok?" Arfan Ayah dari Kanza itu tidak sabar menunggu Dokter bicara, dengan di temani sang Istri di sampingnya yang juga menangis khawatir dengan keadaan sang Putri.


Arnold menginterupsi Shaka untuk diam dulu sampai Orangtua Kanza itu bisa lebih tenang.


Setelah Dokter menjelaskan keadaan Kanza pada orangtuanya, Dokter itu pamit undur diri, dan Arfan merasa sedikit lebih lega karena sang Putri tidak terluka terlalu parah.


Arfan dan Kiana menoleh pada Arnold dan Shaka yang sejak tadi berdiri di belakang nya, Arnold dan Shaka membungkuk sopan pada Orangtua Kanza itu!


Arfan mengerutkan dahinya menatap intens pada Arnold.


"Arnold!" Arfan langsung mendekati Arnold dan Shaka setelah menyadari Arnold itu adalah Teman kuliah nya dulu.


"Arfan?" Arnold mendongak dan menatap tak percaya pada Arfan.


Dua Laki-laki paruh baya itupun saling berpelukan melepas rindu setelah belasan tahun tidak bertemu.


"Jadi. Gadis itu Anak kamu Fan?" Tanya Arnold sambil melirik pada pintu ruang UGD yang tertutup.


"Iya dia Putriku. Jangan bilang yang menabrak Putriku itu_" Arfan melirik pada Shaka lalu menatap kembali pada Arnold.


"Iya. Dia Putraku yang sudah menabrak Putrimu. Aku sungguh minta ma'af Fan. Nyonya Kiana. Ma'afkan Putra Saya!" Arnold membungkukkan tubuhnya pada Kiana Ibu dari Kanza itu


Arnold dan Arfan adalah Teman semasa kuliah dulu, Mereka berteman baik meski jarang sekali ikut berkumpul. Namun Arnold mengenal Arfan dengan sangat Baik, Arnold dan sang Istri juga telah mengenal Kiana karena waktu itu Arfan telah mengundang Arnold dan Liana ke pesta resepsi pernikahannya, Dan terakhir mereka bertemu saat Arfan dan Kiana kembali ke jogja untuk bulan Madu, sedangkan Arnold dan Liana yang sedang liburan bersama Shaka kecil.


"Saya mohon Ma'af Tuan, Nyonya. Sungguh Saya tidak sengaja menabraknya!" Sesal Shaka menundukkan kepalanya tidak berani menatap pada Arfan dan Kiana.


"Sudah tidak apa-apa Nak. Kamu dengar sendiri kan apa kata Dokter tadi, Putri Om hanya luka ringan saja, jadi tidak perlu khawatir!" Arfan tersenyum tipis sambil mengusap bahu shaka.


"Aku akan membayar biaya rawat nya, sekali lagi Aku minta ma'af atas nama Putraku ya Fan!" ujar Arnold dengan serius.


"Baiklah terserah kamu Saja Ar. Oh iya, Ini Shaka kan?" Arfan baru mengingat kalau pemuda tampan di hadapannya itu adalah Shaka, Bocah kecil yang dulu sering dia ajak main saat liburan bersama di jogja.


Arnold tersenyum sambil melirik sekilas pada Shaka dan mengangguk pada Arfan!


"Beneran Shaka. Sudah besar dan makin ganteng ya, Kamu pasti sudah tidak ingat sama Tante dan Om ya!" Ujar Kiana menatap kagum pada Shaka.


"Ma'af Tante kalau saya lupa!" Shaka tersenyum tipis.


"Tidak masalah Shaka, kamu masih terlalu kecil waktu itu, jadi wajar saja kalau kamu sudah lupa pada kami!" ujar Arfan sambil terkekeh.


"Pa, Ayo cepat urus administrasi nya dan pulang!" Shaka berbisik lirih pada sang Ayah, Shaka merasa bosan berlama-lama di rumah sakit


Arnold menghela nafas menatap tajam pada Shaka membuat Shaka langsung menciut dan terdiam!


Arnold dan Shaka mengunjungi Kanza terlebih dulu untuk mengucapkan kata Ma'af sekalian berpamitan pulang. Sebelumnya Arnold Ayah dari Shaka itu telah mengurus Administrasi Gadis yang di tabrak oleh Shaka itu!


Shaka dan Arnold masuk ruang UGD setelah mendapatkan ijin dari pihak keluarga dari Kanza. Arnold mengajak Shaka dan mengkode pada Putranya untuk meminta ma'af pada Gadis yang kini terbaring di berangkar!


Kanza melirik Shaka dengan dahi berkerut, Saat kejadian dirinya kecelakaan tadi, Kanza memang tidak sempat melihat dengan jelas wajah Shaka yang menggendongnya ke mobil.


Shaka membungkukkan tubuhnya pada Kanza.


"Saya yang telah menabrak Nona tadi, Saya sungguh minta ma'af Nona, karena kecerobohan Saya dalam berkendara menyebabkan Nona terluka seperti ini!" Shaka melihat Kanza sekilas dan kembali menunduk.


"Iya tidak apa-apa Kok, hanya luka ringan saja. Lain kali hati-hati ya, jangan sampai ada korban lain lagi setelah ini" ujar Kanza tersenyum tipis menatap pada Shaka.


Shaka lalu mengangguk dan mengangkat wajahnya menatap Kanza.


"Kanza. Om ini Temannya Papa loh, dan ini Anak sulung nya,!" Arfan sambil tersenyum mengusap lembut kepala sang Putri.


"Oh ya, Bisa kebetulan gitu ya Pa!" ujar Kanza sambil tersenyum


"Iya Nak Kanza, Cepat sembuh ya. Om dan Shaka ijin pulang dulu. Fan semuanya sudah aku urus, Sekali lagi aku dan Putraku minta Ma'af ya!" ujar Arnold


"Iya Ar. Terimakasih ya!" sahut Arfan.


Shaka dan Ayahnya pun pamit undur diri untuk pulang, Shaka sudah merasa lega sekarang, karena insiden itu tidak membuat masalah berkepanjangan berkat sang Ayah dan juga secara kebetulan orangtua gadis itu adalah teman kuliah Ayah nya.


Saat Shaka dan Arnold berjalan melewati koridor rumah sakit, Shaka tidak sengaja berpapasan dengan Bima yang juga hendak menemui Kanza setelah mendapat kabar kalau Kanza kecelakaan. Bima datang dengan sang Ibu,


Sebenarnya Bima malas sekali datang ke rumah sakit untuk menemui Kanza tapi sang Ibu memaksa Bima untuk ikut dengannya dan Bima selalu tidak bisa menolak kalau sang Ibu sudah memberi perintah!


"Shaka!" Bima berhenti melangkah tepat berhadapan dengan Shaka dan Arnold.


Namun Maura Ibu Bima itu tetap melanjutkan langkah nya terburu-buru menuju UGD, Ibu satu anak itu tidak menyadari bahwa Putranya berhenti melangkah di belakangnya bersama Sahabatnya yang tidak sengaja bertemu di koridor.


"Bim, Lo ngapain di sini?, siapa yang sakit?" Tanya Shaka pada Bima.


"Anak temennya Bokap gue kecelakaan" jawab Bima seraya menyalami Arnold dengan sopan Ayah dari Shaka.


"Lo sendiri ngapain, dan Om Arnold juga ada di sini?" Bima balik bertanya dan melirik pada Ayah Shaka.


"Bima. Ayo cepat!" Pekik Maura Ibu dari Bima itu memanggil Bima dengan tidak sabaran dari jarak yang sudah lumayan jauh.


Bima mendongak ke depan ke arah sang Ibu berdiri menunggunya.


"Gue duluan ya Shak. Om permisi!" Bima dengan sopan membungkuk pada Arnold dan berpamitan pada Shaka lalu berjalan cepat menghampiri sang Ibu.


Shaka dan Arnold pun melanjutkan langkah mereka yang sempat terhenti dan meninggalkan Rumah sakit untuk pulang ke rumah!