
Bima dengan sumringah menarik Zea lebih mendekat ke tepian Pantai. Dan berhenti tepat di pinggir laut berjarak satu meter dari air Laut, Bima dan Zea menatap kagum pada keindahan Pantai dengan ombak kecil yang sesekali menghampiri kaki mereka. Bima menoleh pada Zea dan tersenyum, Zea membalas tersenyum pada Bima dengan malu-malu.
Bima memutar tubuhnya menghadap pada Zea, Spontan saja Zea mengikuti Bima memutar tubuhnya juga, Kini Mereka berdiri berhadap-hadapan dengan Degup Jantung yang sama-sama berdetak kencang.
Dengan hati dan perasaan bingung Zea menatap intens pada Bima, Sedangkan Bima dengan jantung yang berdetak lebih kencang dari sebelumnya, berusaha mengutarakan keinginannya untuk menjalin sebuah hubungan dengan Zea.
Bima menghela Nafas panjang lalu tersenyum menatap Zea dengan tatapan dalam.
"Zea. Sebelumnya Aku minta Ma'af telah membawa kamu sampai di sini tanpa seijin kamu terlebih dahulu, tapi hari ini aku pikir pertemuan kita ini adalah kesempatan untuk aku mengatakan dan mengungkapkan isi hatiku tentang perasaanku terhadapmu!" ujar Bima panjang lebar dengan hati-hati menatap dalam pada Zea.
Zea yang masih belum mengerti dengan apa yang Bima katakan, Gadis itu hanya terdiam dan menatap intens pada Bima dengan dahi berkerut!
Bima kembali menatap Zea dan tersenyum tipis. Bima lagi-lagi menghela nafas menetralkan perasaannya yang merasakan getaran hebat dalam hatinya. Jantung yang berdebar seperti sedang lari maraton. Bima berusaha melanjutkan niatnya untuk menyampaikan niat dan keinginannya pada Zea.
"Zea. Sadar atau tidak. Dari pertama kali aku bertemu dan mengenal kamu secara tidak sengaja. Jujur saja, hatiku bergetar setiap kali aku melihat kamu, Aku menyukaimu Zea, bahkan mungkin perasaan ini bukan hanya sekedar rasa Suka, Tapi sudah tumbuh menjadi rasa Sayang terhadapmu, Aku mencintaimu!" Bima dengan serius menatap dalam pada Zea, dan berbisik lirih mengatakan kalau dirinya Mencintai Zea.
Zea menatap tak percaya pada Bima. Tentu saja Gadis itu kaget dengan pernyataan Bima yang secara tiba-tiba, Bahkan Zea tidak pernah terpikir dalam benaknya sedikitpun, kalau Bima akan menyukainya juga, Dua tahun lamanya Zea mengidolakan Bima sebagai Crush, Namun Hari ini Zea di buat kaget sekaligus bahagia, karena Bima telah menembaknya sebagai Pacar dengan sendirinya.
Zea menekan bibirnya menunduk menahan Senyum nya, Zea memejamkan Matanya tersenyum tipis, Tentu saja Zea tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas itu, Tentu Zea tidak akan menolak jika Bima memintanya untuk menjadi Pacarnya!
Dalam Hati Zea tersenyum kegirangan!
Bima melongok wajah Zea yang masih menundukkan kepalanya!
"Zea. Jadi Gimana?" tanya Bima menunggu jawaban.
Zea mendongak menatap pada Bima, Gadis itu berpura-pura tidak mengerti untuk menjaga Image nya di hadapan Bima, agar tidak terkesan mudah menerima laki-laki!
"Hah. Ma'af, maksudnya apa Kak?" tanya Zea menatap Bima.
"Gimana?, Kamu mau jadi Pacarku kan. Adik Manis!" ujar Bima mendekatkan wajahnya pada Bima.
Zea masih menatap intens pada Bima, lebih tepatnya Zea merasa Bingung harus menjawab darimana untuk menerima pernyataan Cinta dari Crush nya itu!
"Bukankah Bibir kita sudah saling bertemu tadi pagi!, jadi. Apa lagi yang kamu pikirkan?" Sambung Bima menatap serius pada Zea.
Zea mendongak dan mengangguk pelan, anggukan dan bungkamnya Zea sudah mewakili jawabannya untuk menerima Bima sebagai Pacar nya Hari itu juga!
"Apa itu artinya, Kamu menerima Aku menjadi Pacarmu?" tanya Bima memastikan sambil melongok wajah Zea yang sedikit menunduk menahan malu karena salah tingkah.
Zea mengangguk kembali dan tersenyum mengangkat wajahnya menatap dalam pada Bima.
Dengan rasa yang bahagia dan malu-malu, Bima menarik Zea ke dalam pelukannya dan tersenyum lebar di balik punggung Zea.
"Terimakasih, Aku janji apapun yang terjadi nanti. Kita akan tetap bersama melewati setiap ujian dalam Hubungan ini!" ujar Bima lirih masih dengan memeluk Gadis yang usianya lebih muda 5 tahun darinya itu dengan gemas.
Zea tersenyum di balik punggung Bima dengan perasaan yang tidak bisa di deskripsikan, Hari ini Zea benar-benar bahagia begitupun juga dengan Bima. Dua insan itu menikmati indahnya Pantai yang menjadi saksi bisu untuk Hubungan Zea dan Bima yang baru saja di mulai!
Bima mengajak Zea untuk duduk sebentar dan mengobrol di tepian Pantai, setelah drama panjang menyatakan Cinta pada Gadis yang di sukainya, Bima kini merasa jauh lebih lega karena Zea sekarang sudah resmi menjadi kekasihnya.
Meskipun Bima sudah tahu konsekuensinya nanti setelah menjalin sebuah hubungan dengan Zea, akan ada banyak tentangan dari keluarganya dan mungkin saja dari keluarga Zea sendiri, Seperti yang Bima tahu. Zea memiliki seorang Kakak yang begitu over protektif pada sang Adik, dan Shaka sudah pasti menentang Sang Adik yang telah menjalin sebuah hubungan dengan Sahabatnya!
Setelah puas berbincang dan bercanda saling menikmati indahnya Sebuah hubungan atas dasar Suka sama suka, Bima mengajak Zea untuk pulang, Bima melihat Jam di pergelangan tangannya menunjukan waktu Yang sudah hampir sore.
"Ma'af ya. Sampai lupa waktu. Kamu tenang saja Sayang, aku akan menjelaskan pada Shaka alasan kenapa kamu bisa telat pulang!" Ujar Bima tersenyum tipis seraya mengusap rambut Zea dengan lembut,
Bima langsung menunjukan sikap perhatian pada Zea, dan Zea semakin di buat terpesona oleh sikap Bima, untuk pertama kalinya di panggil Sayang oleh Bima setelah resmi berpacaran. Hati Zea menghangat dan tersenyum kegirangan dalam Hati!
Sesampainya Zea dan Bima di rumah Zea, Mereka langsung berhadapan dengan Shaka yang sudah menunggu sang Adik pulang sejak tadi. Shaka sempat menghubungi Aldo dan menanyakan sang Adik karena dari siang belum juga sampai di rumah, Shaka merasa khawatir dengan Adiknya itu.
Bima dan Zea turun perlahan dari Motor dan menatap agak takut pada Shaka yang sudah menyorot tajam pada mereka semenjak Bima memberhentikan motornya di halaman rumah Kekasih barunya itu!
"Bagaimana bisa kamu pulang bareng Dia?" Shaka langsung menghadang sang Adik dan Sahabatnya itu dengan tatapan penuh selidik sambil menunjuk pada Bima dengan wajah garang!
"Kakak. Jangan marah dulu, nanti aku jelaskan di dalam" Zea langsung mendekati sang Kakak dan menyentuh lengan sang Kakak untuk sedikit menenangkan Shaka agar tidak sampai marah pada Bima.
"Kak Bima. Terimakasih sudah mengantarku pulang. Kakak bisa pergi sekarang, Hati-hati ya!" Zea menatap Bima dengan datar dan menginterupsi Kekasihnya itu untuk segera pulang agar terhindar dari amukan sang Kakak.
"Baiklah, Kakak pulang ya!" Sahut Bima tersenyum manis pada Zea dan melirik sinis pada Shaka.
Shaka melotot dan menyorot tajam pada Bima.
"Ayo Kak!" Zea menggandeng lengan sang Kakak mengajaknya masuk ke dalam rumah.
Zea akan menjelaskan pada sang Kakak kenapa dirinya bisa telat pulang setelah mengerjakan tugas kelompok bersama teman-temannya. Namun Zea tentu saja tidak akan berkata jujur tentang Hubungannya dengan Bima yang baru saja terjalin beberapa jam yang lalu!
Zea pun menjelaskan pada Shaka setelah berhasil membuat Sang Kakak lebih tenang menahan emosinya. Shaka mengangguk paham dan mengiyakan saja apa yang sudah di perjelas oleh sang Adik, Namun dalam hati Shaka merasa ada yang janggal dengan sikap Zea dan Bima tadi.
Shaka menatap punggung sang Adik yang sudah berjalan menuju kamarnya dengan mata menyipit memicingkan matanya menatap tak percaya pada sang Adik!