
Zea dan Rachel ikut bergabung kembali bersama teman-temannya. Karena tugas kelompok yang mereka kerjakan belum satupun yang di kerjakan karena menunggu Zea yang sejak tadi tidak kembali setelah ijin untuk ke kamar kecil.
"Sorry ya Guys, gara-gara Gue kalian jadi lama menunggu!" ujar Zea merasa tak enak hati pada Teman-temannya.
"Lo di kamar mandi ngapain sih Ze. Tidur Lo!" sahut Namira menatap sinis pada Zea.
Sejak dirinya tahu kalau Zea berangkat bersama dengan Aldo tadi, Hati Namira menjadi selalu kesal setiap kali menatap Zea.
"Udah-udah, Ayo kita mulai sekarang aja ngerjain tugasnya!" Rachel menengahi ketegangan di antara Zea dan Namira.
Zea pun mengangguk dan duduk bergabung dengan yang lain, sedangkan Namira melirik sinis pada Zea sambil menghela nafas berat!
Mereka berlima Fokus dengan buku-buka yang tergeletak di bawah, mereka duduk mengelilingi beberapa buku di hadapannya. Namun Zea yang masih kepikiran dengan tindakan dan ucapan Bima tadi. Membuat Gadis berusia 18 tahun itu tidak fokus dengan tugas yang sedang di kerjakannya. Ketidak fokusan Zea ternyata berdampak pada teman-temannya yang meminta pendapat dari Zea. Namun Zea seakan tidak mendengar dan tidak menghiraukan pertanyaan teman-temannya.
Namira, Rachel, Haikal dan Aldo menatap bingung pada Zea secara bersamaan sambil mengerutkan dahi Mereka.
"Ze. Lo kenapa sih dari tadi nggak fokus nugas?" Namira menatap intens pada Zea dengan nada tinggi.
Zea mendongak menatap tak percaya pada Namira yang sejak tadi bersikap sinis padanya. Ada apa dengan Namira!
Rachel mengusap pelan bahu Namira untuk sedikit menenangkan Namira agar tidak terlalu kasar pada Zea. Lalu Rachel menatap lembut pada Zea dengan tatapan intens sambil tersenyum tipis.
"Ze, apa ada yang sedang kamu pikirkan?. Sejak tadi kita perhatikan kamu tidak fokus. Katakanlah Ze, ada apa?" Rachel dengan lembut bertanya pada Zea mewakili pertanyaan teman-teman sekelompoknya.
Aldo, Haikal dan Namira sama-sama menatap intens pada Zea, mereka menunggu jawaban Zea.
"Ma'af ya. kalian jadi terganggu karena aku tidak fokus. Aku tidak sedang memikirkan apapun kok!" ujar Zea merasa bersalah telah melamun di saat mengerjakan tugas bersama.
"Ya sudah nggak apa-apa. Jangan terlalu menghakimi Zea kayak gitu lah. Kita juga gak punya Hak untuk tahu masalah nya Zea kan?" Ujar Aldo mencoba mencairkan suasana tegang di antara teman-temannya.
Namun sikap Aldo membuat Namira semakin kesal. Namira berpikiran bahwa Aldo begitu membela Zea. Namira memalingkan wajahnya berdecak sebal.
"Ya sudah. Kita istirahat saja dulu. Sepertinya Asisten rumah tanggaku sudah selesai masak deh. Kita makan siang bersama yuk" Rachel beringsut dari duduknya dan mengajak teman-temannya untuk makan siang terlebih dulu dan menutup tugas sebentar, karena sudah waktunya makan siang.
"Loh Kok malah jadi ngerepotin Lo. Hel!" ujar Haikal merasa sungkan pada Rachel dan keluarganya.
"Tidak apa-apa. Tante Gue yang nyuruh kok. Ayok!" Rachel tersenyum dan mengajak kembali pada teman-temannya yang masih merasa sungkan.
Zea and the geng pun merasa tidak enak hati jika menolak ajakan Rachel untuk makan siang bersama. dan untuk menghargai tuan rumah, merekapun mengikuti langkah Rachel menuju ke dapur.
Semua makanan untuk makan siang Rachel dan teman-temannya sudah siap di sajikan oleh asisten rumah tangga di rumah itu.
Sudah ada Bima juga yang stand by di meja makan sedang makan siang dengan santainya tanpa menghiraukan kehadiran Rachel dan teman-temannya yang menyapanya dan duduk di kursi yang kosong.
Rachel menginterupsi Zea untuk duduk di sebelah nya tepat di sebelah Bima, Zea berada di tengah-tengah antara Bima dan Rachel. Dengan hati yang tidak sinkron Zea duduk dengan gelisah membungkuk sopan pada Bima.
Rachel pun mempersilahkan teman-temannya untuk mengambil nasi dan lauk pauk yang tersedia di meja.
"Selamat makan!" Ucap Rachel sambil tersenyum pada teman-temannya.
Zea yang terakhir mengambil nasi merasa sedikit sungkan dan grogi karena dia sadar telah di perhatikan sejak tadi oleh Bima. Zea merasa malu jika teringat kejadian pada saat dirinya salah masuk kamar!
Zea tetap berusaha tenang dan seolah tidak terjadi apa-apa dengan Bima. Bima sengaja memperlambat pergerakannya makan. Demi bisa berlama-lama duduk bersebalahan dengan Zea. Bima menahan senyum dan menekan bibirnya ketika dia teringat berapa brutalnya dirinya saat mencium Zea tadi pagi!
Zea mulai menyuap satu dua sendok nasi ke mulutnya dengan perasaan gamang dan nafas yang naik turun. Zea berusaha menetralkan degup jantungnya, Duduk di sebelah Bima benar-benar membuat Zea seperti orang yang linglung!
"Hel. Makasih ya. Kita jadi ngerepotin!" ujar Namira menatap tersenyum tipis pada Rachel dan melirik pada Bima sekilas.
"Sama-sama Ra, di habiskan ya, makan yang banyak. Kalian juga, habis ini kita masih harus menyelesaikan tugas terakhir kan!" Ujar Rachel sambil terkekeh.
Aldo dan Haikal menanggapi dengan tersenyum kecil. Sedangkan Zea hanya tersenyum tipis, tangannya yang mulai berkeringat meremas kulot yang di pakainya dengan wajah sedikit menunduk.
Tiba-tiba Bima menggenggam tangan Zea di bawah meja. Membuat Zea reflek menoleh pada Bima menyorotnya tajam. Namun Bima justru tersenyum tipis menatap pada Zea, membuat Zea jengah dengan gaya tengil sang Crush!
"Nggak usah tegang, Cantik!, pikirkan ucapanku tadi pagi ya, aku tunggu jawabannya!" Bisik Bima lirih, pria itu tersenyum devil menatap dalam pada Zea.
Zea yang masih tidak paham dengan perkataan Bima. Gadis itu mengerutkan alisnya menatap bingung pada Bima. Zea mengendurkan genggaman tangan Bima yang bertengger di atas punggung tangannya perlahan hingga terlepas, Bima melirik tangannya yang terlepas dari tangan Zea, Bima tersenyum tipis lalu menghela nafas.
Bima memundurkan kursinya lalu berdiri dan tersenyum pada Teman-teman Rachel yang masih makan dengan tenang.
"Selamat makan Adik-adik, Saya tinggal dulu ya. Anggap saja di rumah kalian sendiri. Jadi kalian tidak perlu sungkan!" Ujar Bima dengan ramah dan tersenyum pada Zea and the geng. Bima melirik sekilas pada Zea sambil tersenyum Smirk.
Zea reflek mendongak menatap datar pada Bima.
"Terimakasih kak" Ujar Haikal mewakili sekalian teman-temannya.
Aldo dan Namira mengangguk sopan pada Bima. Kemudian Bima beranjak meninggalkan meja makan.
Akhirnya Zea bisa bernafas lega setelah kepergian Bima dari ruang makan itu. Zea merasa mati kutu berada di dekat laki-laki yang selama ini menjadi Crush nya. Terlebih lagi Zea masih Shok dengan perlakuan Bima yang tiba-tiba menciumnya!
Ciuman pertama Zea langsung di ambil oleh Crush y sendiri. Zea tanpa sadar menyunggingkan bibirnya tersenyum salah tingkah sambil geleng-geleng kepala.
Zea tidak menyadari kalau dirinya sedang di tatap intens oleh keempat temannya yang duduk di hadapan dan di sampingnya.
Saat Zea hendak menyuap nasi ke mulutnya, Zea baru menyadari dirinya sedang di tatap oleh keempat temannya. Zea menelan saliva dan tersenyum kikuk lalu menunduk malu.
Keempat temannya sampai geleng-geleng kepala dengan tingkah Zea hari ini. Pasalnya sejak tadi pagi Zea terlihat aneh dan banyak melamun.
Setelah makan siang selesai. Kelima remaja itu kembali mengerjakan tugas mereka yang sempat tertunda. Kali ini Zea lebih fokus mengikuti tugas kelompok itu hingga selesai!