
Bima pamit undur diri setelah Orangtua Kanza datang, Kanza hanya melirik sekilas pada Bima yang berpamitan padanya. Bima Tersenyum kecut menatap Kanza dengan perasaan bersalah, Namun Bima tetap bersikap sopan dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa antara dirinya dengan Kanza di depan Orangtua Kanza.
Bima langsung pulang ke rumah dan langsung berjalan ke kamarnya, Bima membersihkan diri terlebih dulu. Bima akan menyusul makan malam sendiri karena keluarganya sudah makan malam lebih dulu meninggalkan Bima yang saat jam Makan malam Bima belum pulang!
Bima menuju ke dapur dan mengambil makanan lalu duduk di kursi meja makan Setelah membersihkan diri tadi.
"Kak Bima!" Rachel datang tiba-tiba menarik kursi dan duduk di depan Bima.
"Hmmmm!" Bima hanya menanggapi dengan Gumaman seraya melirik pergerakan Rachel sekilas dan kembali fokus pada makanan di hadapannya.
"Kak, Gimana keadaannya Kak Kanza?" tanya Rachel berbasa-basi dulu sebelum membahas inti dari pertanyaannya pada Bima.
"Sudah lebih baik, dia hanya luka ringan saja kok, besok juga sudah boleh pulang mungkin!" jawab Bima datar saja
"Syukurlah. Oh iya Kak, aku mau tanya boleh?" Rachel menatap intens pada sang Sepupu dengan wajah takut-takut.
"Apa?" Bima masih dengan nada dingin tanpa melihat ke lawan bicaranya, Bima sambil makan dan mendengarkan saja apa yang akan Adik sepupunya itu bicarakan.
"Apa Kakak mengenal Zea?" Rachel melongok pada wajah Bima dengan serius.
Bima mendongak dan meletakan sendok pada piring, Bima memicingkan matanya pada Rachel.
"Kenapa dengan Gadis itu?" tanya Bima kembali ke mode datar dan melanjutkan makan dengan santainya.
Rachel pun menceritakan kejadian tadi pagi saat dirinya di antar oleh Bima ke sekolah dan tidak sengaja datang secara bersamaan dengan Zea, Rachel juga bercerita deteil tentang Zea yang menanyakan pada Rachel tentang Kakak sepupunya itu yang di curigai memiliki hubungan dekat dengannya. Rachel terus bercerita kalau Dia menangkap gelagat Zea yang cemburu padanya karena Zea mengira kalau Rachel dan Bima itu Pacaran!
Bima mendengarkan dengan baik semua cerita Adik sepupunya itu, Bima sampai menghentikan makan dan fokus menatap Pada Rachel, Tanpa Sadar Bima tersenyum dan menekankan Bibirnya, Tiba-tiba Bima menjadi salah tingkah hanya karena mendengar Cerita Rachel yang mengatakan kalau Zea sepertinya cemburu pada Rachel.
Bima jadi teringat pertemuannya dengan Zea tadi siang sepulang sekolah dan dirinya yang juga pulang dari kampus, Bayangan-bayangan wajah polos dan wajah cemberut Zea berseliweran di pikiran Bima, Bima lagi-lagi tersenyum sambil geleng-geleng kepala,
Rachel yang sejak tadi memperhatikan Bima yang senyum-senyum tidak jelas itu mengerutkan dahinya menatap curiga pada Bima.
"Zea itu teman sekelas ku Kak, apa Kakak dan Dia berpacaran?" Rachel membuyarkan khayalan Bima yang sedang membayangkan wajah Cantik Zea tadi siang.
Bima kembali menetralkan tubuhnya dan menatap intens pada Rachel.
"Belum sih, tapi Kakak ada rencana untuk mendekatinya, Kamu bisa bantu Kakak kan?" Ujar Bima melongok pada wajah Rachel yang menatapnya bingung.
"Bantu apa?" Rachel memicingkan matanya menatap intens pada Bima.
"Bantu Kakak buat bisa deket sama Zea, Kamu bilang dia teman sekelas kamu kan?" Sahut Bima.
"Iya. Aku bisa aja sih bantu Kakak buat deketin Zea. Tapi bagaimana dengan Kak Kanza?" Rachel mengingat pada saat Kanza memintanya untuk mencari tahu tentang Bima.
"Kakak sudah menegaskan ke Dia kalau Kakak tidak menyukainya dan Kakak juga sudah bilang padanya kalau Kakak sedang mendekati seseorang!" jawab Bima menatap serius pada Rachel.
"Seterus terang itu Kak Bima bilang seperti itu ke Kak Kanza, Ih Kakak jahat banget. Kakak tahu gak sih kalau Kak Kanza itu menyukai Kak Bima dari lama!" Rachel tidak habis pikir dengan sikap Kakak sepupunya itu yang terlalu jujur dengan perasaannya.
"Kakak hanya mengatakan apa yang kakak rasakan, tidak ada yang salah kan?" Bima memundurkan kursi yang di duduki nya dan berdiri menatap Rachel sambil tersenyum tipis.
Rachel menatap tajam pada Bima,
Rachel menekuk wajahnya menatap punggung Kakak sepupunya itu dengan tatapan bingung. Rachel tentu saja bingung dengan situasi seperti ini. Rachel yang sudah berjanji pada Kanza untuk mencari tahu tentang Bima yang memiliki pacar atau tidak, Tapi Di sisi lain juga Rachel tidak ingin mengecewakan Kakak sepupunya itu yang sudah jelas lebih menyukai Zea teman sekelasnya di bandingkan Kanza yang sudah bersahabat sejak kecil dengan Bima!
Rachel mengusap wajahnya dengan kasar, Rachel merasa buntu dengan pikirannya saat ini, Gadis itu memilih berdiri dan kembali ke kamarnya saja untuk istirahat karena malam sudah lumayan larut!
Keesokan Harinya. Zea sudah datang ke sekolah di jam yang masih pagi seperti biasa. Gadis itu melipir ke perpustakaan sebentar sebelum Bel masuk di bunyikan.
Zea sambil menunggu Namira sang Sahabat yang belum datang, Dengan Satu bungkus roti dan susu yang di bawanya dari rumah, Zea duduk membaca Buku Novel dengan fokus!
"Ze!" Pekik Namira yang baru saja datang dan langsung menyusul Zea ke perpustakaan setelah masuk ke kelas dan tidak menemukan Sahabatnya itu di kelas, Namira sudah sangat hafal dengan kebiasaan Zea yang sering melipir ke perpustakaan sebelum Bel masuk di bunyikan.
"Namira, Lo masuk!" Zea kaget dan menoleh pada Sahabatnya itu yang tersenyum lebar menghampirinya.
"Iya. kan Gue udah sembuh, kangen banget sama Lo" Namira cengengesan dengan centilnya dan duduk begitu saja di sebelah Zea.
"Hmmm, Kangen apaan. Kemarin Gue butuh Lo, Lo nggak ada di saat Gue butuh, sahabat macam apa Lo?" Zea tersenyum sinis membuang muka berpura-pura merajuk.
"Kemaren Gue sakit Neng, Jahat banget Lo ngatain Gue!" Namira menonyor kepala Zea dengan gemas sambil cemberut.
"Hehehe, Sakit Ra" Zea tertawa kecil sambil mendrama kesakitan.
"Masuk kelas yuk" ajak Namira berdiri dan menggandeng lengan Zea,
Mereka keluar dari perpustakaan berjalan ke kelas sambil menyambung obrolan!
"Emang kemarin ada Kejadian apa?" tanya Namira pada Zea
"Kemarin adalah Hari patah hati Gue sebelum menyatakan Cinta sama Doi!" sahut Zea dengan datar mengingat kejadian kemarin hati Zea menjadi sedikit kesal.
Namira mengerutkan Alisnya menatap bingung pada Zea.
"Patah hati sama siapa Lo, Sama Pak Leon?" Namira malah salah mengira, Namira mengira Zea menyukai Leon guru Olahraga yang terkenal Killer itu, karena Zea sering memuji ketampanan dan kepintaran Leon selama mengajar di kelas nya.
Perkiraan Namira memang tidak salah, hanya saja kurang tepat, Namira belum tahu tentang Bima yang sudah mulai mendekati Sahabatnya itu, Yang Namira tahu Bima hanyalah sang idola yang di sukai oleh Zea karena memiliki suara yang merdu dan wajah yang Manis. Namira sama sekali tidak berpikiran kalau Zea menyukai Bima lebih dari sekedar Idola saja!
Zea memicingkan matanya menatap tajam pada Namira.
"Haishh, kenapa jadi Pak Leon!" Zea mendengus kesal dan berjalan mendahului Namira begitu saja.
"Eh Kok marah, Gue salah nebak ya!" Namira mengejar langkah Zea dengan tergopoh-gopoh!
Usai pelajaran pertama, Zea dan Namira masih betah di bangku nya sambil membereskan buku dan bolpoint ke tas.
Rachel yang duduk di bangku sebelah kiri Zea memperhatikan Zea dengan perasaan gamang. Rachel ingin sekali bicara pada Zea tentang Bima yang meminta bantuannya untuk mendekatkan dirinya dengan Zea, Namun Rachel merasa tidak tega dengan Kanza yang juga menyukai Kakak sepupunya itu.
Rachel menghela nafas berat lalu menjatuhkan kepalanya ke meja, Zea dan Namira secara bersamaan menoleh pada Rachel yang terlihat tidak bersemangat.
Zea dan Namira sama-sama mengedikkan bahunya saling lirik, Zea dan Namira berdiri dan beranjak keluar kelas untuk ke kantin.
Zea dan Namira tidak ingin mengganggu Rachel, mereka membiarkan saja Rachel dengan pikirannya sendiri. Namun Zea dan Rachel tentu akan membawakan minuman atau makanan untuk Rachel setelah kembali ke kelas nanti!