
Setidaknya, beberapa gadis yang menyatakan perasaan mereka secara tiba-tiba tidak membuat pribadi John itu terkejut barang sedikitpun. Karena dia tau, dia memanglah patut menerima hal tersebut lantaran memiliki fisual dan kepribadian yang mampu menjerat dan menggoda dimata para kaum hawa.
Tapi tidak saat melihat sesuatu didepan kedua manik rusanya saat ini.
Betapa tidak, pria yang sama, yang ia temui malam itu dicafenya bersama Reyna dan seorang wanita lain saat itu, berada didalam ruangan dimana Reyna terbaring. Pria yang bahkan tak ia ketahui namanya itu menatap Reyna penuh kasih.
Disaat bersamaan kakinya yang terpaku dalam rasa kejut, Hyuji keluar dari ruangan yang sama.
"John... " sapanya lirih. "Bagaimana kau---"
"Siapa pria itu Hyu?! "
Hyuji mengerjap, melihat pada sosok Val yang sedang menggenggam telapak Reyna.
"Dia, dia mantan kekasih Reyna! "
Mantan kekasih ya? John bisa merasakan kesadarannya seolah dipaksa keluar dari tubuh, nafasnya tersengal, menatap kembali dua sosok didalam sana dengan tatapan kosong, john lantas mengepalkan kedua telapaknya erat.
"Kau, mengenalnya? "
Lantas, pribadi bertubuh kekar tersebut tersenyum miring, muak bukan main.
"Aku tidak mengenalnya! Tapi aku melihatnya beberapa hari yang lalu! " jawabnya tegas tanpa memalingkan wajah sedikitpun dari keduanya.
"Maksud—"
Menyadari sesuatu, Hyuji sontak membuka kedua netranya lebar-lebar. Birainya ternganga sembari melihat bagaimana pria didepannya saat ini menatap nyalang.
"John, katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi!! "
Pria John itu menghembus nafas kasar saat Hyuji menariknya paksa, hingga berhenti pada satu sudut diujung rumah sakit.
Ada kalanya bersikap tak acuh itu menjadi ciri khas seorang John Wilson, namun kali ini dia tak bisa tinggal diam dan membiarkan Reyna menyakiti dirinya sendiri hingga berniat mengakhiri hidup.
Hyuji menatap penuh telisik, Netra mereka saling tertaut.
"Sekarang, katakan! " Desak Hyuji, meminta penjelasan.
"Apa yang harus aku katakan padamu Hyu?! Kau pasti sudah tau siapa yang membuat Reyna jadi seperti itu! "
"John, jika aku tau, tidak mungkin aku bertanya padamu bukan?!"
Ucapan Hyuji ada benarnya. John mematri manik rusa pada manik bulat Hyuji.
"Seorang wanita? " Hyuji lebih terfokus pada sosok wanita yang dikatakan John. Seolah menjawab semua alibinya tentang Val, yang tidak mungkin menyakiti seorang Reyna.
"Eoh! Wajahnya cukup familiar, tapi aku tidak yakin! "
Mendengar hal itu, Hyuji bergegas merogoh saku jaket yang ia kenakan dan mengeluarkan ponsel dari sana. Mengotak-atik dengan terburu kemudian menyodorkan tepat dihadapan John.
"Apa wanita ini?! " tanya Hyuji dengan raut yang sudah memerah terbakar emosi.
John mendekatkan kedua maniknya dan memicing guna memastikan, beberapa detik kemudian kembali menjauh.
"Aku rasa, iya! "
Mendadak Hyuji kaku, bibirnya kelu, wajahnya memerah seketika, emosinya kembali memenuhi diri. Hyuji tak tau lagi harus berbuat seperti apa jika dirinya memang tak akan mampu menghentikan Reyna yang akan terus menyakiti dirinya kembali. Masa kelam itu pasti akan terjadi karena kejadian dimasa lalu seperti datang menghampiri Reyna tanpa permisi.
Hyuji mundur beberapa langkah dan bersandar kasar pada tembok yang ada dibalik punggung. Membuat pemuda didekatnya mulai khawatir.
"Hyu, kau tidak apa-apa? "
Awalnya, baik Reyna dan Hyuji memang sama-sama tidak tau tentang perusahaan tersebut milik keluarga Val. Hingga suatu hari Reyna memberitahu Hyuji jika Val adalah putra pemilik perusahaan tempat mereka bekerja, Hyuji mulai merasa tidak nyaman. Dan apa yang menjadi ketakutannya selama ini benar terjadi.
"Rey-reyna tidak akan baik-baik saja, " ucapnya berbisik. "Dia tidak akan menunjukkan sisi dirinya yang kelam kepada orang lain, dia akan selalu tersenyum meskipun dirinya hancur! "
John tak bisa berkata apapun selain mendengar apa yang terucap dari bibir Hyuji yang memang mengenal sosok Reyna dengan cukup baik.
Hyuji tertunduk, tangisannya pecah saat ini. Kerena bagi Hyuji, Reyna bukan hanya sekedar teman. Dia bahkan menilai Reyna adalah segalanya dalam hidup Hyuji.
John berjalan mendekat, meraih perlahan pundak Hyuji untuk ia sandarkan dan juga dekap pada dada bidangnya. Mencoba menenangkan adalah tujuan utama John.
"Reyna gadis yang baik dan kuat Hyu, dia akan melewati semua ini! Percayalah padanya! "
Tanpa John duga, kedua telapak Hyuji terulur untuk menyambut. Meluapkan segala gundah dan tangis dalam pelukan pemuda yang menurut Reyna adalah pria baik.
John adalah pria yang baik.
Ya, Hyuji mengingat dengan baik ucapan Reyna, dan dia percaya.
"Aku harus bagaimana? " Ucapnya disela isak tangis yang semakin mengharu biru.
Waktu seolah berjalan semakin lambat, John dapat merasakan sakit menyerang pada ulu hati. Melihat Reyna yang terbaring tak berdaya, dan juga Hyuji yang menangis sembilu tepat didepan kedua matanya.
"Aku akan tetap disini Hyu! Sampai semua membaik! Percayalah padaku! "[]