The Story Of Self Harm.

The Story Of Self Harm.
KEMATIAN RONALD



Kartika berlutut di hadapan Jessica sambil menangis, saat ini Leo diperhadapkan dalam situasi yang cukup sulit dimana dia harus menjadi penengah antara kedua wanita yang sangat berarti dikehidupan nya


Satu adalah kekasih, dan satu adalah sahabat baiknya, dua orang wanita ini adalah wanita yang sangat luar biasa dihadapan Leo.


"Jes hiks, hiks, hiks, hiks"


"Pergi kubilang jangan dekati aku!!"


Jessica membentak-bentak Kartika yang mencoba meminta maaf terhadap dirinya, hati Kartika hancur saat mendengar ungkapan kasar dari Jessica.


"Cukup Jes, dalam situasi seperti ini sudah sepatutnya kita tidak saling menyalahkan semua yang terjadi ini diluar kendali kita, yang perlu kita lakukan saat ini adalah sama-sama berdoa untuk kesembuhan dari Ronald"


"Sembuh kau bilang Leo?aku ingin bertanya kepadamu sebagai seorang dokter berapa presentasi keberhasilan kesembuhan dari Ronald jika peluru tersebut menembus dadanya ha? katakan sekarang cepat!!! hiks, hiks, hiks"


Leo terdiam dengan setiap pertanyaan dari Jessica, sebagai seorang dokter dia harus mengakui bahwa presentasi untuk Ronald bisa bertahan itu sangat kecil dan saat ini sebenarnya di dalam hatinya yang paling dalam Leo sudah tidak yakin jika Ronald sahabatnya tersebut masih dalam keadaan hidup.


"Jes, aku aku "


Belum sempat menjawab tiba-tiba lampu di ruang Unit Gawat Darurat itu padam dan semua tim medis keluar dari ruangan tersebut satu per satu.


" Dokter bagaimana keadaan Ronald, bagaimana keadaan nya dokter pasti dia baik-baik saja kan? dokter jawab aku, jawab hiks, hiks, hiks, hiks"


Dokter tersebut secara bergantian memandang Jessica, Leo dan Kartika dan Leo yang mengetahui pandangan dokter tersebut sudah bisa menebak keadaan Ronald yang sebenarnya dan hatinya sangat hancur.


"Nona Jessica mohon maaf kami sudah berusaha sekuat tenaga, namun tuan Ronald tidak berhasil kami selamatkan"


Perkataan dokter seperti sebuah petir yang menghantam tubuh Jessica,Jessica terduduk lemas di lantai dan seketika menangis histeris dan berteriak-teriak di depan ruang Unit Gawat Darurat tersebut.


"Tidaaaaaaakkkk, Tidaaaaaaakkkk dia tidak boleh pergi, dia tidak boleh pergi, Leo katakan bahwa dia masih hidup, Leo katakan bahwa semua dokter itu berbohong, semua dokter itu hanya bercanda Leo katakan!!!! hiks, hiks, hiks"


"Jessica tenanglah"


"Pergi!!!! jangan kau sentuh aku, kau yang membuat semua menjadi seperti ini, kau pembunuh Ronald, kau pembunuh Ayah di dalam kandungan ku, kau juga harus mati!!!! hiks, hiks, hiks"


Kartika yang duduk dilantai dan mulai mencoba ikut menenangkan Jessica malah membuat dirinya mendapat perkataan - perkataan dan sumpah serapah akibat kematian Ronald.


"Leo katakan, katakan bahwa semua ini hanya bercanda katakan Leo!!!!"


Jessica yang masih terduduk di lantai kembali berteriak histeris kepada Leo dan pada saat sama ketika Leo sudah bisa menguasai hati dan pikirannya, Leo mencoba untuk mendekati Jessica dan membantunya berdiri dengan perlahan Leo memeluk Jessica dan mencoba menenangkan sahabat nya itu.


"Jes, apa yang yang dikatakan dokter itu benar, Ronald sudah meninggal dia sudah meninggal Jes"


Jessica memeluk erat tubuh Leo dan menangis histeris di dalam pelukannya, sementara itu Kartika hanya bisa menangis sendirian di ujung ruangan dia sangat terpukul akan Kematian dari Ronald


Semua ini salahku, semua ini akibat dari perbuatan ku, aku pembunuh, aku adalah orang yang kejam, benar apa kata tuan Bratayudha keberadaan ku bisa membunuh satu per satu orang-orang yang berada disekeliling ku hiks, hiks, hiks.


Lama Kartika menangis seorang diri di pojok ruangan Rumah Sakit tersebut, hatinya begitu hancur ketika melihat banyak orang yang sudah terluka karena perbuatan nya.


"Tika"


Saat Kartika sedang menangis sendirian tiba-tiba ada yang menepuk bahunya dari belakang.


"Lusi, kau berada disini hiks, hiks, hiks"


"Iya Tika aku dan Rian mendengar kabar dari tuan Bratayudha bahwa Ronald tertembak dan untuk itulah aku dan Rian segera berangkat ke sini"


"Lusi Ronald sudah meninggal, dia meninggal semua gara-gara aku, aku yang menyebabkan hal ini terjadi aku pembunuh!! hiks, hiks, hiks"


Lusi sangat mengerti apa yang dirasakan Kartika saat ini, namun dia juga tidak bisa berbuat banyak, Lusi hanya bisa menenangkan Kartika dan memeluk Kartika.


"Tika kau tidak boleh berkata seperti itu, semua yang terjadi pada Ronald atas kehendak dari Tuhan, jika sekarang Ronald kembali kepada Tuhan berarti Tuhan sayang kepada Ronald dan tugas Ronald di dunia sudah selesai, sabar dan tenangkan dirimu Kartika"


"Lusi kau tau bahwa aku membunuh Ayah dari bayi yang di kandung oleh Jessica, saat ini Jessica sedang hamil dan aku penyebab kematian dari Ayah di dalam kandungan Jessica hiks, hiks, hiks saat ini Jessica sangat membenci diriku hiks, hiks, hiks"


Deg


Lusi yang belum mengetahui jika Jessica hamil kini perlahan hanya mengigit - gigi bibir nya, di satu sisi dia adalah sahabat dari Kartika, namun di sisi yang lainnya Lusi juga berteman baik dengan Jessica dan sudah tentu bukan hal yang mudah jika seseorang wanita hamil tanpa suami dan tanpa ikatan pernikahan.


"Tika sudah tenangkan dirimu, Jessica adalah sahabat kita semua, biar nanti kita yang akan berdiskusi mengenai masalah Jessica, saat ini yang terpenting kau harus tenang Tika kau harus tenang "


Sepanjang hari itu Lusi memilih untuk Menemani Kartika sementara Leo dan juga Rian memilih untuk menemani Jessica.


Dion dan Marsha begitu tiba langsung menuju ke Rumah Sakit dan ketika mereka sampai di sana, Lusi menjelaskan segala sesuatunya dengan baik dan pada akhirnya Lusi dan Marsha memilih untuk menemani Kartika.


Karena Ronald sudah tidak memiliki keluarga kandung, segala urusan biaya pemakaman baik itu rumah duka dan segala perlengkapan nya diurus oleh Leo.


Sepanjang upacara pemakaman Jessica sama sekali tidak beranjak dari sisi pusaran Ronald, air mata nya terus membanjiri semua wajahnya, Jessica menangis tiada henti bahkan sampai ketika Ronald di kremasi, Jessica masih menangis dengan sangat histeris.


Hai, hai maafkan Author baru bisa mengupdate episode baru untuk the story of self harm, hal tersebut karena di dunia nyata Author masih sibuk untuk beberapa hal pribadi, jangan lupa untuk like, rate, Vote dan komentar yah karena apa yang kalian lakukan itu sangat berarti untuk keberhasilan dari novel the story of self harm ini.