The Story Of Self Harm.

The Story Of Self Harm.
TITIK TERANG



Jessica yang biasanya tegas siang itu tak kuasa menahan tangisnya, dalam hati dia sangat menyesal dengan perbuatannya semalam, namun segala sesuatunya sudah terjadi yang dia lakukan sekarang adalah belajar untuk mempercayai Ronald bahwa dia tidak akan meninggalkan dirinya.


"Baiklah Ronald aku akan mencoba percaya padamu, bahwa Engkau tidak akan meninggalkan diriku"


Ronald menatap lembut Jessica serta mencium keningnya.


"Jes ayo duduk ada yang ingin aku bicarakan denganmu"


Ronald memapah Jessica untuk bisa duduk pada kursi di dalam kamar, Jessica yang sudah lelah karena menangis menyandarkan dirinya di bahu Ronald.


"Jes lihat ini aku menemukan lokasi tuan Yudha berada" Ronald menunjukkan satu alamat yang tertera dalam komputer canggihnya.


"Ronald ini adalah tempat lokalisasi ke dua terbesar di Las Vegas,aku pernah memasuki tempat ini dan aku sama sekali tidak menemukan keberadaan tuan Yudha disana"


Ronald kembali menatap tajam ke arah Jessica dan mulai berpikir mengapa tuan Yudha tidak dapat diketahui, meskipun dia sudah menemukan dimana lokasi tuan Yudha berada.


"Jes apa kau tidak menaruh curiga terhadap seseorang dan kenapa tuan Yudha tetap tidak dapat ditemukan meskipun kita sudah menemukan lokasi dimana dia berada saat ini"


Jessica hanya menggelengkan kepalanya, saat ini dia sedang tidak bisa berpikir jernih, karena rasa lelah yang masih di derita nya.


"Ronald aku sedang tidak bisa berpikir apapun pada pagi ini, maafkan aku"


Ronald mengerti apa yang sedang terjadi dengan Jessica dan pada akhirnya dia mengecup kening Jessica.


"Istirahat lah biarkan aku meneliti nya " saat itu juga Jessica beranjak dari tempat duduk serta menuju ke meja rias yang berada di dalam kamar tersebut, Jessica mengeluarkan perlengkapan kecantikan yang selalu dibawanya, buat Jessica penampilan itu adalah aset nya untuk dia melakukan penyamaran,Ronald terus memperhatikan tingkah Jessica dari kejauhan sampai matanya tertuju pada satu alat kecantikan yang akan digunakan Jessica.


"Jes apa alat yang hendak kau pakai itu, bentuknya seperti topeng wajah?"


Rian terus memperhatikan Jessica ketika Jessica akan menggunakannya.


"Oh ini namanya masker kecantikan sayang"


Dan setelah berkata Jessica lansung memasangkan alat tersebut ke wajah nya dan Rian lansung berteriak.


"Jes aku mengerti kenapa selama ini kita selalu kesulitan menemukan tuan Yudha"


Jessica kaget dan memandang tajam ke arah Ronald, Ronald beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Jessica.


"Sayang dengarkan aku, tuan Yudha melakukan operasi plastik untuk menyamarkan identitas nya, bisa saja selama ini tuan Yudha keberadaan nya tidak jauh dari kita, namun kita tidak dapat menemukan tuan Yudha karena beliau sudah melakukan operasi untuk merubah wajahnya demi supaya dapat menghilangkan jejak"


Jessica memandang penuh kekaguman kepada kekasih nya tersebut.


"Lalu rencana apa yang dapat kita lakukan jika kita tidak mengetahui wajah tuan Yudha saat ini"


Ronald mulai berpikir dan terus berpikir sampai pada akhirnya dia mendapatkan ide.


"Jes maafkan aku, untuk kali ini aku membutuhkan bantuan mu, pindah lah ke tempat lokalisasi tersebut dan kembalilah menyamar menjadi wanita malam di sana


Jessica mengerti apa yang harus dilakukannya dan dia mulai menenangkan Ronald, karena saat ini Jessica melihat wajah Ronald sudah mulai sendu ketika melihat dirinya akan kembali menjadi wanita malam.


"Sayang dengarkan, aku ini hanya milikmu dan tetap milikmu, mari secepatnya segera kita selesaikan kasus ini dan kita menikah, setelah menikah aku berjanji akan meninggalkan pekerjaan ku yang berbahaya ini dan akan menjadi istri mu yang seuntuhnya.


Jessica mengecup kening Ronald dan Ronald pun tersenyum dengan ucapan - ucapan Jessica.


Dan pada ahkirnya Ronald dan Jessica mulai berdiskusi rencana - rencana apa saja yang akan mereka lakukan lewat penyamaran Jessica begitu Jessica sampai pada tempat lokalisasi tersebut.


Dan sesudah semua rencana tersusun dengan matang Jessica segera menghubungi Madam Lili, Madam Lili adalah seorang mucikari yang berada pada tempat lokalisasi tersebut.


Jessica meminta untuk Madam Lili memberikan tempat untuknya menjadi wanita malam di tempat lokalisasi itu.


"Sayang apakah cara kita kali ini akan berhasil? "Jessica mencoba bertanya kepada Ronald tentang rencana Ronald untuk menemukan tuan Yudha.


" Semoga Jessica sayang, kau harus merayu lebih berani lagi kepada setiap pengunjung di tempat itu, namun tetap waspada gunakan selalu cincin obat bius ini di jarimu, supaya tidak ada laki - laki yang betul - betul menyentuh dirimu"


Jessica menggangukan kepalanya dan setelah itu Rian memberikan ciuman singkat kepada Jessica, Ronald tidak mau kembali terbawa suasana, dia sudah berjanji tidak akan pernah melakukannya lagi sebelum Jessica resmi menjadi istri nya, sehingga pada akhirnya Ronald memilih untuk beranjak dari sisi Jessica menuju ke balkon kamar sedangkan Jessica melanjutkan perawatan kecantikan nya


Ronald aku percaya padamu, jika kamu tidak akan melakukannya lagi, biarkan kita melakukan jika sudah ada pernikahan yang sah dihadapan banyak orang, maafkan aku Ronald yang akan terus menolakmu untuk melakukan itu sampai aku sah menjadi istrimu.


Jessica terus melakukan perawatan kecantikan nya dan Ronald sibuk mengirimkan informasi ini ke pada Rian, Ronald dan Jessica sudah mengetahui kecelakaan yang menimpa Leo dari Rian dan pada saat mereka terahkir bertemu dengan Leo, Leo sudah berpesan untuk tetap melanjutkan penyelidikan jika ada sesuatu hal yang terjadi dengannya.


NEGARA S


Tring. Tring Rian menerima pesan yang masuk ke ponselnya dan pesan tersebut hasil kiriman dari Ronald.


"Sudah kuduga tuan Yudha akan melakukan ini, karena sangat beresiko jika beliau masih menggunakan wajahnya yang dulu, baiklah mari kita ikuti permainan para penjahat ini, Ronald, Jes terima kasih atas bantuan kalian"


Sesekali Rian tersenyum melihat isi semua pesan yang di kirimkan oleh Ronald seketika itu juga Rian lansung meneruskan pesan tersebut kepada Marsha dan Dion, dan Rian mulai sibuk pada pekerjaan nya.


tok.tok.tok terdengar pintu ruang praktek Rian di ketuk oleh seseorang.


"Rian ini aku Lusi boleh aku masuk kau sedang tidak memiliki pasien kan? " Rian yang sedang sibuk segera meletakkan semua kesibukan nya begitu mengetahui ada Lusi.


"Lusi masuklah" terlihat Lusi masuk ke dalam ruang praktek Rian dan meletakkan satu bingkisan tempat makan di atas meja Rian.


"Emm Rian hari ini aku memasak makan siang untukmu apakah kau mau mencoba masakan ku?"


Wajah Rian bersinar mengetahui bahwa Lusi sengaja membuat makan siang untuk dirinya.


"Tentu saja Lusi aku pasti akan lansung makan, apa kau tidak mau ikut makan bersama - sama.


Tidak Rian aku harus kembali ke ruang Unit Gawat Darurat dan berjaga di sana, hari ini tugasku sebagai dokter jaga.


Rian tersenyum dan membiarkan Lusi meninggalkan ruangan tersebut.