
Dan hari itu dokter Leo beserta dokter Lusi bercanda di taman seperti kakak adik yang sudah lama tidak bertemu.
"Dokter sepertinya aku harus segera pulang karena dokter Rian sudah menunggu ku, malam ini kami akan pergi berkencan sebelum keberangkatan kami ke Negara L bersama dengan keluarga Bratayudha
Baiklah Lusi, sepertinya aku juga harus kembali ke rumah karena aku harus menyiapkan beberapa berkas untuk keberangkatan kita semua ke Negara L, jika suatu saat Rian macam - macam padamu kau jangan pernah ragu mengatakannya pada ku, aku ingin melihat adik ku bahagia
Baik dokter "
Dokter Lusi berdiri dari tempat duduknya dan segera berlalu dari hadapan dokter Leo, sesekali dokter Leo melihat bayangan dokter Lusi yang sudah semakin menjauh darinya
"Ternyata aku sudah banyak menyakiti hati para wanita, sepertinya aku harus Cepat-cepat segera mungkin untuk melangsungkan pernikahan ini supaya tidak ada wanita lagi tersakiti atau hatinya patah karena diriku"
Dokter Leo pun mengikuti langkah dokter Lusi dengan beranjak dari tempat duduknya berjalan ke arah parkiran mobil dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah utama keluarga Bratayudha
Di dalam mobil sekali dokter Leo membayangkan wajah sang kekasih, dokter Leo sangat merindukan Kartika Wulandari
Dorrr, Dorrr, dorr
Bayangan Kartika lansung menghilang ketika sekelompok orang di dalam mobil berwarna hitam menembak kan pistol nya ke arah mobil dokter Leo, wajah orang - orang tersebut memakai topeng sehingga dokter Leo tidak bisa melihatnya dengan jelas
"Hei kurang ajar kalian, kalian belum tau siapa aku dan kalian juga terlalu bodoh melakukan tindakan ini kepada mobil ku, kalian tidak tau bahwa mobil ini sudah dilengkapi dengan kaca anti peluru dan pengamanan yang lainnya "
Dan pada akhirnya dokter Leo menaikkan kecepatan nya dalam berkendara dan mengejar mobil berwarna hitam tersebut hasilnya sebuah aksi kejar - kejaran terjadi di dalam jalan raya itu.
Dengan sigap dokter Leo mengirimkan lokasi tempat dia berada saat ini kepada dokter Rian untuk diteruskan kepada para anggota kepolisian yang lainnya
"Malam ini aku pasti akan menangkap kalian aku tidak akan bodoh untuk kembali terluka yang ke dua kalinya"
Aksi kejar - kejaran tersebut semakin menjadi mobil hitam dengan pandai nya dapat menghindari banyaknya kendaraan di jalan saat itu dan begitu pun dengan dokter Leo mengendarai kendaraan dengan sangat ahli.
Sementara itu di apartemen, dokter Lusi dan dokter Rian yang hendak berkencan harus dengan berat hati membatalkan kepergian mereka malam ini.
"Rian pergilah masalah ini lebih penting, saat ini dokter Leo membutuhkan dirimu"
Lusi memasangkan rompi anti peluru ke dalam tubuh dokter Rian dan dokter Rian segera mengambil beberapa pistolnya yang tergeletak di meja.
"Sayang maafkan aku, aku berjanji akan menganti malam ini menjadi malam yang lebih indah untuk kita nanti, kunci semua pintu apartemen ini jangan pernah membuka pintu apartemen ini sampai aku menghubungi mu dan berkata semuanya aman"
Dokter Rian mencium bibir dan kening dokter Lusi dan segera setelah itu dokter Rian berlalu dari hadapan dokter Lusi, dokter Lusi hanya memandang kepergian dokter Rian setelah itu dokter Lusi segera menutup semua pintu apartemen nya masuk ke dalam kamar dan berdoa untuk keselamatan dokter Rian, dokter Leo dan para anggota kepolisian yang lainnya, karena dokter Lusi yakin malam ini akan terjadi baku tembak.
"Tuhan lindungi orang - orang yang aku sayangi dan kembalikan mereka dengan selamat tanpa kurang dari satu apapun"
Dokter Lusi terus berdoa di dalam hatinya dan malam itu sepertinya akan menjadi malam yang panjang untuk dokter Lusi karena dia tidak akan pernah bisa tidur dengan nyenyak sebelum mendapatkan kabar dari orang yang dicintainya.
"Leo aku tidak akan membiarkan kau kembali celaka menjelang hari pernikahan mu, aku tidak mau melihat Kartika kembali menangis karena dirimu yang tidak sadarkan diri lagi"
Dokter Leo terus melajukan mobil nya dengan kencang, sementara itu dokter Leo pada akhirnya berhasil menghentikan mobil berwarna hitam tersebut di sebuah tanah lapang dokter Leo menembak ke empat ban mobil tersebut sehingga mau tidak mau mobil itu akhirnya harus berhenti.
Segera setelah itu dokter Leo turun dari mobil membawa pistol yang sudah di berikan oleh tuan Bratayudha untuk berjaga - jaga jika suatu saat ada yang menyerangnya.
Dan ada dua orang yang berada di dalam mobil berwarna hitam.
Dokter Leo memukul kaca mobil itu dengan sebuah Palu berukuran kecil namun memiliki tenaga yang cukup kuat untuk menghancurkan sebuah kaca, semua perlengkapan yang dipakai nya saat ini adalah pemberian dari sang Ayah tuan Bratayudha.
Pyarrr, Pyarrr "Keluar kalian dari mobil ini dan jangan pernah mencoba berlari karena tempat ini sudah dikepung oleh polisi atau aku tembak kalian berdua saat ini juga di dalam mobil
Cepat keluar!!!! Dokter Leo membentak mereka untuk membuat mereka segera keluar dari mobil tersebut dan tak lama kemudian terdengar suara banyak mobil dari kepolisian datang bersama dengan mobil dokter Rian mereka semua sudah bersiaga di segala sisi.
Dokter Rian menghampiri dokter Leo dan memaksa ke dua orang yang berada di dalam mobil tersebut untuk keluar.
Ke dua orang tersebut pada akhirnya tidak melakukan perlawanan apapun karena jumlah mereka tidak seberapa dibanding dengan orang - orang yang malam itu datang untuk membantu dokter Leo.
"Leo kita borgol mereka dan segera bawa bawa mereka ke kantor polisi untuk memberikan keterangan, aku yakin mereka adalah suruhan dari kelompok Dirga, mereka tidak tau jika sekarang kita lebih pandai daripada mereka
Baiklah Rian mari kita bawa ke dua orang ini secepatnya ke kantor polisi"
Dokter Rian dan dokter Leo membelenggu mereka dengan borgol dan segera menyerahkan mereka kepada para anggota kepolisian yang lainnya.
Para anggota kepolisian segera mengamankan lokasi tersebut termasuk satu mobil berwarna hitam beserta beberapa senjata tajam yang di bawa oleh ke dua orang tersebut.
Dokter Rian menyerahkan kunci mobil nya kepada para anggota kepolisian yang lainnya untuk dibawa ke kantor polisi sedangkan dokter Rian memilih untuk berada satu mobil dengan dokter Leo.
Dokter Leo segera mengendarai mobil nya menuju kekantor polisi dengan kecepatan sedang.
"Leo apa yang sedang kau pikirkan?
Rian kenapa malam ini kelompok Dirga hanya mengirimkan dua orang saja untuk mencelakai aku? apakah kau berpikir jika ini hanya gertakan mereka saja sedangkan rencana besar masih mereka susun dengan sangat rapi?
Aku sependapat dengan mu Leo sepertinya ini hanya sebuah gertakan saja, kelompok Dirga itu sangat banyak tidak mungkin mereka hanya mengirimkan dua orang
Untuk saat ini kita harus lebih berhati - hati Rian, kita belum tau betul apa rencana mereka setelah ini
Aku akan menambahkan banyak pengawal untuk Kartika dan kau sebaiknya juga segera memberikan pengawal untuk Lusi karena sepertinya mereka tau bahwa Lusi adalah sahabat Kartika dan posisi mu tidak selalu bersama dengan Lusi menjaga nya akan lebih baik Rian
Baiklah Leo omonganmu ada benarnya juga aku akan menempatkan beberapa pengawal bayangan untuk Lusi, Lusi tidak akan menyukai jika dirinya dikawal kemanapun dia pergi untuk itulah pengawal bayangan merupakan jalan terbaik untuk nya saat ini"