The Story Of Self Harm.

The Story Of Self Harm.
APA AKU MENGENALMU?



Dan pada akhirnya Leo dan pria tersebut berdiri dan mulai berjalan untuk menuju gubuk pria tersebut


Sepanjang perjalanan Leo sama sekali tidak melepaskan pandangan pada pria tersebut, entah kenapa hati nya begitu yakin bahwa itu adalah tuan Yudha Prasetya


Lama mereka berjalan dalam keheningan malam sampai mereka tiba pada sebuah lingkungan yang kumuh dan pria tersebut masuk ke gang yang berada di lingkungan tersebut dan berhenti pada sebuah rumah kecil yang sudah tidak terawat.


"Nah anak muda inilah gubuk bapak, ayo silahkan masuk bapak hanya bisa menghidangkan secangkir teh panas untuk mu"


Tanpa banyak bicara Leo mengikuti pria tersebut untuk masuk ke dalam rumah itu, ketika Leo masuk tercium bau yang tidak sedap dan cukup menyengat dalam ruangan itu, Leo memperhatikan sekeliling dan dia baru sadar rumah itu berada tepat di samping tempat pembuangan sampah terbesar di kota itu.


"Nak siapa namamu kau belum bercerita darimana asal usulmu"


Pria tersebut kembali ke ruangan dengan secangkir teh panas untuk di berikan kepada Leo.


"Perkenalkan nama saya Leo pak, saya berada di negara ini untuk orang yang saya cintai, saya mencari seseorang untuk bisa membantu orang yang saya cintai, saya berasal dari Negara S


Sejenak muncul ketegangan dari wajah pria paruh baya tersebut, lama sekali dirinya menatap Leo dan ketika pria tersebut menatap Leo,dia balas untuk menatap nya


"Maaf pak apakah perkataan ku salah?


Tidak sama sekali tidak nak, melihat dirimu saat ini bapak hanya teringat masa muda bapak yang waktu itu bapak habiskan untuk hal - hal yang kurang berguna karena itulah membuat bapak harus berpisah dengan keluarga bapak hingga saat ini"


Ketika pria tersebut sedikit demi sedikit menceritakan tentang masa lalu nya kepada Leo, Leo semakin sangat yakin bahwa yang di jumpai nya saat ini adalah tuan Yudha Prasetya, cukup lama Leo mendengar cerita bapak tersebut sampai pada akhirnya ketidak sabaran Leo memuncak.


"Tuan Yudha kembalilah ke Negara S, anak muda Kartika Wulandari saat ini sedang dalam bahaya"


Leo lansung mengatakan hal tersebut dihadapan pria itu karena dirinya sudah tidak sabar dan sang pria hampir menjatuhkan gelas yang berada di tangannya.


"Nak apa maksudnya?kenapa engkau memanggilku dengan nama itu aku tidak mengerti


Tuan Yudha saya sangat percaya bahwa saat ini saya sedang berada dihadapan tuan Yudha Prasetya, tuan lihatlah ini adalah foto keluarga anda dua orang anak dan seorang istri yang sangat anda cintai


Dan salah satu anak anda yaitu Kartika Wulandari sedang dalam bahaya hanya anda yang dapat menyelamatkan Kartika tuan"


Dan ketika pria tersebut melihat foto yang dibawa Leo, tanpa terasa air mata nya mulai menetes.


"Anak anak ku papa kangen, papa kangen"


Yah ternyata dugaan Leo betul laki-laki yang berada di hadapan dia saat ini adalah tuan Yudha Prasetya, tuan Yudha mengambil foto tersebut dari tangan Leo dan sesekali mencium dan memeluk nya, meninggalkan mereka merupakan luka yang terdalam yang pernah di alami tuan Yudha Prasetya,Leo mendekat dan menepuk bahu tuan Yudha Prasetya.


Tuan Yudha memalingkan wajahnya kepada Leo saat dia berkata bahwa Leo sangat mencintai Kartika dan bersedia untuk melindungi dirinya.


"Nak siapa dirimu yang sebenarnya di lihat dari wajahmu kamu bukanlah pria biasa"


Tuan Yudha terus memandangi Leo dan pada akhirnya Leo pun menceritakan siapa sebenarnya dirinya, bahwa dia adalah seorang penyidik dan seorang dokter Psikiater serta putra dari keluarga Bratayudha.


"Nak jadi kau anak dari Bratayudha?astaga sudah lama sekali aku tidak berjumpa dengan ayahmu, dulu kami adalah sahabat dan ayahmu lah yang meminta aku untuk pensiun dari dunia hitam"


Tuan Yudha memeluk Leo dan menangis sesekali Leo menepuk - nepuk tuan Yudha Prasetya dan mencoba menenangkan nya


"Tuan Yudha aku akan mempersiapkan segala kepulanganmu ke Negara S, percaya kan keamanan mu pada ku"


Tuan Yudha hanya menganggukan kepalanya pertanda bahwa dia setuju dengan semua rencana Leo.


"Tuan sekarang anda harus keluar dari tempat kumuh ini dan tinggallah beberapa hari di hotel yang akan aku pesan kan khusus untuk mu, ku harap anda tidak menolaknya, anggap aku sebagai putra mu sudah kewajiban aku mengurus segala sesuatu nya karena anda adalah satu - satunya orang tua dari orang yang aku cintai"


Pada akhirnya Leo menghubungi Ronald dan Jessica untuk segera bergabung dengan dirinya dan pada akhirnya mereka bertiga membantu kepindahan tuan Yudha Prasetya ke tempat yang lebih layak sambil menunggu kepengurusan kepulangan tuan Yudha Prasetya.


"Halo Jessica, Ronald persiapkan diri kalian esok hari kita berangkat ke Negara S sudah saatnya kalian ikut aku menuju Negara tersebut untuk menuntaskan kasus ini, semua keperluan kita sudah di siapkan oleh Laura"


Setelah mendengar persetujuan Ronald dan Jessica di telepon, Leo kemudian menutup ponsel dan mengakhiri pembicaraan mereka.


Leo menempatkan banyak pengawal pribadi untuk bersama dengan tuan Yudha Prasetya serta fasilitas VVIP supaya tuan Yudha Prasetya lebih nyaman, dia ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk orang tua kekasih yang sangat di cintai nya


Di dalam hotel nya Leo sesekali memeluk dan mencium foto Kartika Wulandari kerinduan nya yang sangat memuncak membuat dia ingin segera menuntaskan kasus pemerkosan ini dan menikah dengan Kartika.


"Kartika kekasihku saat ini aku sudah menemukan ayahmu dan sebentar lagi aku akan menjemput mu di Negara Lain tunggulah kedatangan ku di sana sayang, aku sangat merindukanmu "


Perlahan Leo menutup mata nya dan tertidur dengan memeluk foto Kartika Wulandari.


Keesokan harinya tuan Bratayudha sudah mengirimkan pesawat Jet untuk menjemput Leo dan semua orang yang ada disana, tak lupa tuan Bratayudha mengirimkan lebih banyak pengawal untuk mengamankan kepergian mereka meninggalkan Las Vegas, tuan Bratayudha yang sudah mendengar bahwa tuan Yudha Prasetya sudah ditemukan meminta Leo membawa tuan Yudha Prasetya ke rumah utama mereka di Negara S, karena di sanalah tempat yang paling aman untuk tuan Yudha Prasetya untuk saat ini.


"Selamat pagi tuan Leo, tuan Ronald, nona Jessica saya Laura sekretaris keluarga Bratayudha pagi ini akan membawa kalian untuk menuju ke landasan pesawat yang sudah di siapkan oleh tuan Bratayudha mohon untuk tetap berada di dalam pengawalan karena keamanan tuan dan nona adalah prioritas kami untuk saat ini"


Pagi itu tuan Bratayudha mengirimkan Laura beserta dengan para pengawal untuk menjemput mereka di hotel menuju landasan pesawat yang posisi nya tidak jauh dari sana.


Laura yang seorang bodyguard wanita, dengan otak yang jenius serta ilmu bela dirinya yang luar biasa membuat tuan Bratayudha selalu menempatkan dia diposisi terdepan selain menjadi sekretaris dari keluarga tuan Bratayudha.