
Nona Laura mengurus segala keperluan dokter Leo untuk kepergiannya ke Negara L termasuk segala macam persiapan pernikahan sederhana dokter Leo dan Kartika Wulandari.
Sesekali nona Laura menangis saat dia mempersiapkan pernikahan tersebut, saat nona Laura memesan gaun pengantin dan karena tubuhnya seukuran dengan nona Kartika maka nona Laura lah yang mencoba seluruh gaun pengantin serta perlengkapan nya.
Karena keberadaan Kartika yang masih tersembunyi, maka Kartika tidak dapat membantu persiapan pernikahannya, yang dilakukan hanya menunggu kedatangan dokter Leo ke Negara L untuk meminangnya
Semua urusan pernikahan diserahkan kepada nona Laura, namun tugas yang di terima nona Laura ini membuat dia merasakan kesedihan yang luar biasa.
"Nona Laura anda sangat cocok sekali dengan gaun pengantin ini"
Begitu kata para perancang busana yang di undang khusus kekantor hari ini untuk melihat apakah gaun pengantin ini ada yang kurang atau tidak.
"Terima kasih Madam, aku sangat tersanjung dengan ucapan mu.
"Aku doakan semoga nona Laura mendapatkan calon suami seperti dokter Leo, aku percaya nona Laura layak mendapatkan laki - laki yang terbaik.
Baiklah nona karena aku lihat gaun ini sudah sangat sempurna maka aku bisa tenang meninggalkan ruangan ini, sampai bertemu lain waktu"
Deg kata-kata perancang busana tersebut sangat membekas di hati nona Laura. Perlahan saat perancang busana meninggalkan ruang kerja nona Laura, dan disaat yang bersamaan nona Laura masih menggunakan gaun pengantin milik Kartika nona Laura menghadap cermin dan mulai menangis.
Seandainya dia tau posisi ku saat ini, aku masih mencintai laki - laki yang hampir menikah, aku belum bisa mengendalikan hati ku, perasaan ku untuk berkata tidak karna dokter Leo hanya milik nona Kartika.
Bahkan saat ini aku hanya bisa membayangkan jika aku yang memakai gaun pengantin ini berdiri dihadapan altar dengan mengucapkan janji sehidup semati.
Sebegitukah aku menjadi pengemis cinta saat ini?
Di dalam ruangan nya nona Laura masih menangis didepan cermin dengan gaun pengantin milik Kartika yang masih melekat pada dirinya.
Dan tanpa sadar ada satu pasang mata yang terus memperhatikan nona Laura saat menangis, mata yang berdiri dibalik pintu yang sedari tadi ingin masuk kedalam ruangan nona Laura untuk memastikan semua sudah di siapkan dengan baik.
Namun kembali mengurung kan niatnya karena ketika dia hendak masuk ke dalam ruangan tanpa sengaja dia melihat sang pemilik ruangan tersebut sedang menangis.
Ya dokter Leo berdiri termenung melihat nona laura menangis didepan cermin sambil masih menggunakan gaun pengantin milik nona Kartika,dan sepertinya dokter Leo mulai mengerti mengapa gadis itu menangis.
Tok, tok, tok "Nona Laura boleh aku masuk ke dalam?"
Dokter Leo pura - pura tidak mengetahui nona laura sedang menangis dia perlahan masuk ke dalam ruangan, dan nona Laura yang mengetahui kehadiran dokter Leo langsung menghapus air matanya, meskipun air mata tersebut masih tersisa di setiap pelupuk matanya..
"Akh dokter Leo silahkan masuk, untuk setiap persiapan dokter sudah beres lusa dokter sudah bisa berangkat ke Negara L dengan segala perlengkapannya"
Nona Laura berusaha untuk tetap bersikap biasa, namun dia tidak dapat berbohong ketika setiap ucapannya membuat tubuhnya bergetar hebat
"Ennn dokter maafkan aku, baju pengantin ini tadi dipakaikan ke tubuhku supaya para perancang busana tersebut tau jika ada kekurangan atau tidak, maafkan aku yang masih lancang menggunakan baju ini meskipun mereka sudah pergi maafkan aku dokter Leo"
"Laura lihat aku, sejak kapan ini terjadi? sejak kapan kau memiliki perasaan terhadapku?"
Nona Laura yang kala itu menundukkan wajahnya karena sedang menangis tiba-tiba kembali melihat dokter Leo.
Jadi dokter Leo tau perasaan ku? maafkan aku dokter maafkan seharusnya aku tak pantas memiliki perasaan ini, seharusnya aku bisa mengendalikan diriku
Aku mencintai dokter Leo dalam diam sudah sejak dokter Leo kecil, tuan Bratayudha yang dulu memperkenalkan aku pada dokter Leo
Apakah dokter ingat seorang gadis kecil yang dokter pernah tolong saat dia terjatuh? gadis kecil tanpa orang tua, gadis kecil yang diambil oleh tuan Bratayudha dari panti asuhan dan dirawat, di didik hingga menjadi seperti gadis yang berada di hadapan dokter Leo saat ini
Apakah dokter ingat bagaimana ketika dokter Leo berselisih pendapat dengan tuan Bratayudha dan meninggalkan Negara H dan di sana sebelum dokter pergi akulah gadis yang diam - diam selalu mengikuti dokter pergi akulah salah satu pengawal bayangan yang ditugaskan tuan Bratayudha untuk menjaga dokter
Segala sesuatu aku lakukan karena aku mencintai dokter Leo dalam diam, namun hatiku sangat terluka ketika mendengar dokter mencintai seorang gadis biasa dan.. dan..dan apakah dokter Leo tau bahwa.....hiks,hiks,hiks"
Nona Laura tenggelam dalam tangisannya dia sudah tidak bisa mengungkapkan apa - apa lagi dihadapan dokter Leo, rasa malu nya juga mendadak hilang saat dia pada akhirnya mengungkapkan segala sesuatu yang dipendamnya cukup lama.
"Laura maafkan aku, jika aku melukai perasaan mu saat ini, namun kau pasti tau siapa gadis yang akan cintai saat ini, maafkan aku yang tidak dapat membalas perasaan mu tapi aku yakin gadis baik seperti mu akan mendapatkan laki - laki yang baik juga
Terima kasih karena kau selalu berada disisiku menjaga ku dalam diam percayalah Laura akan ada laki - laki yang akan datang kepadamu dan hanya mencintai mu seorang"
Dokter Leo merasa iba dengan kondisi nona Laura saat ini, namun dia juga tak dapat membohongi hatinya jika gadis yang dia cintai hanya Kartika Seorang.
"Dokter aku mengerti tentang hatimu tentang perasaan mu maafkan aku yang sidang mengatakan ini semua padamu menjelang hari pernikahan mu
Dokter boleh kah aku memiliki satu permintaan?
Katakan lah laura selama aku bisa memenuhi nya aku akan melakukan nya untuk mu
Dokter bolehkah aku memeluk mu untuk yang pertama dan terakhir supaya aku bisa merelakan perasaan ini?"
Dokter Leo tersenyum dengan segera dia merentangkan ke dua tangannya tanda bahwa dia setuju dengan permintaan nona Laura
"Ke marilah"
Tanpa perlu aba - aba lebih lagi nona Laura langsung berlari ke dalam pelukan dokter Leo, dia menangis didalam pelukan dokter Leo, mencurahkan segala tangisannya di dalam pelukan itu.
Dokter Leo maafkan aku yang pernah mencintai mu di dalam diam, maafkan aku yang pernah menaruh mu didalam pikiranku, maafkan aku yang terlalu pernah mengharapkan dirimu, si gadis tanpa orang tua inilah yang sangat mencintai dirimu dengan sepenuh hatinya.
Lama sekali nona Laura memeluk dokter Leo pelukan pertama dan terakhir untuk pria yang dicintainya dalam diam.