The Story Of Self Harm.

The Story Of Self Harm.
WANITA PENGHIBUR



Malam ini di Las Vegas


"Jes sampai kapan kira - kira kita akan berada disini?"


Ronald membantu menyisir lembut rambut Jessica,seperti biasa malam ini kembali Jessica harus menyamar sebagai wanita penghibur di salah satu tempat hiburan malam paling terkenal di Las Vegas.


Wajah Jessica yang cantik di tambah bentuk tubuhnya yang seksi membuat banyak para mafia kelas atas menginginkan tidur dengan Jessica, dia menjadi primadona wanita malam di dalam tempat hiburan tersebut.


"Sayang bersabar lah mungkin sebentar lagi kita dapat menemukan tuan Yudha dan segera pergi dari tempat terkutuk ini"


Jesicca menghadap ke Ronald dan menaruh ke dua tangannya di pundak Ronald.


"Tapi aku sudah muak karena hampir setiap malam melihat banyak laki - laki mencoba untuk mencumbu dirimu"


Sesekali Ronald mendaratkan ciuman singkat di bibir Jessica.


"Tenang lah sayang aku masih menggunakan Ini "


Jessica menunjukan sebuah jarum suntik yang sangat kecil dan jarum tersebut berada di dalam cincin nya yang terpasang di jari tangan, jarum suntik tersebut dia gunakan untuk membius semua laki - laki hidung belang yang hendak mencumbu dirinya, dengan satu suntikan tersebut maka pria - pria itu akan lansung tertidur dan tidak akan ingat bahwa mereka belum pernah menyentuh Jessica.


"Jessica hanya aku yang boleh memiliki dan menyentuhmu"sekali lagi Ronald mendaratkan ciuman kilat pada bibir Jessica"


"Emm sudah hentikan Ronald aku harus segera pergi ke tempat hiburan tersebut supaya mereka tidak curiga"


Jesicca mencoba menepis setiap ciuman yang akan diberikan Ronald kepadanya.


Namun untuk kali ini sepertinya Ronald enggan melepaskan Jessica pergi, dia mulai menyentuh area - area sensitif di dalam tubuh Jesicca, sambil sesekali mencium bibir Jessica.


"Arhh sudah Ronald hentikan"Jesicca mulai mencoba melawannya namun sepertinya terlambat Ronald berhasil membuka semua baju Jessica dan Ronald merebahkan Jesicca di tempat tidurnya, memandangi tubuh wanita yang amat sangat di cintai nya itu.


"Jes hanya untuk malam ini jadilah milikku, jangan pergi ke tempat itu, lupakan tempat itu dan pikirkanlah hanya tentangku"


Jesicca sangat mengerti perasaan Ronald dimana hampir setiap hari Ronald harus melihat Jessica di sentuh banyak laki - laki demi untuk mencari tuan Yudha.


"Ronald maafkan aku"Jesicca mulai pasrah saat Ronald kembali melancarkan aksinya sesekali terdengar suara desahan Jesicca karena dia juga sangat menikmati malam itu.


Jessica larut dalam setiap sentuhan yang Ronald berikan kepada dirinya, membiarkan Ronald mencumbu setiap lekuk tubuhnya semua dilakukan Jessica karena dia mencintai Ronald dan ada perasaan bersalah dalam dirinya ketika Ronald harus melihat dia disentuh oleh banyak pria - pria yang lainnya, meskipun hanya sekedar sentuhan namun kecemburuan Ronald terlihat sangat jelas


"Jes setelah kita selesai tangani kasus ini ayo kita menikah"


Tanpa banyak berkata - berkata Jessica lansung menganggukan kepalanya.


"Selamat pagi nona"terlihat Ronald sudah bangun dan duduk di kursi kamarnya sambil menyalakan laptop, apa yang sudah Jessica berikan padanya semalam membuat dia kembali semangat dalam melakukan penyelidikan.


"Selamat pagi sayang "Jessica bangun masih berbalut selimut dan masih tanpa busana apapun,serangan Rian yang bertubi - tubi padanya semalam membuat dia sangat kelelahan.


" Mandilah Jes ada yang harus kita bicarakan, hmm baiklah sebentar lagi Ronald "


Namun sudah beberapa menit Ronald melihat Jesicca tidak beranjak dari tempat tidurnya, dan pada ahkirnya Ronald bangkit dari tempat duduk untuk menghampiri Jessica di tempat tidurnya


" Nona apa perlu kita ulang permainan kita semalam? "


Ronald mulai tersenyum nakal pada Jessica dan Jessica yang masih lelah memilih untuk beranjak dari tempat tidurnya.


"Hmm tidak untuk saat ini, nanti kita akan lakukan lagi setelah menikah" sambil mengucapkan hal itu Jessica melangkah kan dirinya ke kamar mandi, sementara Ronald sesekali tertawa mendengar perkataan Jessica.


Di dalam kamar mandi tiba - tiba Jessica menangis, atas hal yang dia sudah lakukan bersama Ronald tadi malam.


"Ma, Pa maafkan Jes yang tidak bisa menjaga kesucian Jes"


Cukup lama Jessica berapa di kamar mandi sampai pada ahkirnya Ronald mengetuk pintu tersebut.


"Jes kamu tidak apa - apa? ayo keluarlah"


Jessica keluar dari kamar mandi masih dengan matanya yang memerah karena menangis


"Jes kamu menangis, apa ada yang sakit? dimana yang sakit katakanlah?"


Ronald mulai khawatir dengan keadaan Jessica.


"Ronald yang sakit di sini" Jessica menunjuk ke dadanya dan menangis lagi.


"Ronald semalam kita sudah melakukan kesalahan, aku tidak bisa menjaga pesan ke dua orang tuaku untuk tetap menjaga kesucianku sampai menikah, untuk seorang wanita hal ini sangat penting dan aku gagal menjaga diriku sendiri"


Jessica mulai menangis kencang dan Ronald mulai kebingungan.


"Oke - oke aku mengerti, Jes maafkan aku, sungguh maafkan aku"


Ronald memeluk Jessica mencoba untuk menenangkan diri nya


"Aku berjanji akan bertanggung jawab atas perbuatan kita semalam, jika ingin disalahkan mungkin akulah orang yang paling di salahkan"