
Dan pada hari itu semua orang yang berada di Las Vegas kembali dengan selamat ke Negara S, pengawalan yang di terjunkan tuan Bratayudha jumlahnya sangat lah banyak dan mereka terbagi dalam berbagi titik.
Dokter Leo segera mengucapkan salam perpisahan kepada Ronald dan Jessica karena mereka akan berlibur serta merencanakan pernikahan mereka, saat ini semua tangguh jawab kasus Kartika beralih kepada dirinya.
Dokter Leo segera membawa tuan Yudha Prasetya menuju ke rumah utama, disana ternyata tuan Bratayudha sudah menunggu kepulangan mereka, mendengar bahwa tuan Yudha Prasetya sudah di temukan, tuan Bratayudha yang merupakan sahabat tuan Yudha lansung bertolak dari Negara H menuju Negara S khusus untuk menemui tuan Yudha Prasetya.
Mobil dokter Leo memasuki rumah tuan Bratayudha dan begitu dokter Leo bersama tuan Yudha keluar dari mobil tuan Bratayudha sudah menyambut mereka dengan sangat antusias.
"Pras apa kabarmu, Brata kau masih seperti dulu"
Ke dua dua pria paruh baya tersebut saling berpelukan melepaskan rindu
Tuan Bratayudha segera membawa tuan Yudha ke dalam kamar nya dan menyiapkan banyak hidangan untuk di santap tuan Yudha
Sementara Leo memilih meninggalkan mereka dan sesegera mungkin menuju ke Rumah Sakit untuk mengerjakan pekerjaannya yang tertunda.
Sesampainya Leo di Rumah Sakit dia segera bergegas menuju ruangan nya di dalam ruang tersebut sudah ada dokter Rian sedang menunggu dirinya.
"Bro bagaimana keadaan mu kudengar dari Ronald dan Jessica kau sudah berhasil membawa tuan Yudha kembali ke Negara S lalu bagaimana rencana mu selanjutnya?"
Leo duduk di kursi nya dan segera memberikan berkas - berkas yang diberikan ayahnya tersebut kepada dokter Rian.
"Rian lihatlah ini, disini di tuliskan bahwa para mafia tersebut memasang kan alat pelacak kepada Kartika sehingga akan sangat berbahaya jika aku melakukan komunikasi dengan Tika saat ini untuk memberitshukan keberadaan ayah kandung nya"
Dokter Rian nampak mempelajari semua berkas - berkas yang diberikan oleh Leo, dan seketika wajah dokter Rian mulai mengerti apa yang sedang di pikirkan oleh dokter Leo.
"Leo aku mengerti kekhawatiran mu terhadap Kartika, namun kau harus segera memberitahukan keadaan ayah kandung nya
Iya Rian aku pasti akan memberitahukan keadaan ayah kandung nya tapi aku masih belum memiliki waktu yang tepat untuk melakukan hal tersebut
Baiklah Leo satu - satu nya jalan kau segera menanyakan kepada tuan Yudha Prasetya bagaimana cara melumpuhkan alat pelacak tersebut, jika kau sudah mengetahui caranya segera temui Kartika dan cabutlah alat pelacak tersebut dan bawa dia kembali ke Negara S, kita hadapi para mafia ini bersama - sama, keberadaan Kartika di Negara L jika dibiarkan terlalu lama juga akan mulai membahayakan dirinya, meskipun saat ini Kartika mendapatkan pengawalan ketat dari semua pengawal tuan Bratayudha
Rian apa yang kau katakan itu benar apa ada nya jika aku terus membiarkan Kartika berada di negara L, maka cepat atau lambat itu juga dapat membahayakan dirinya
Baiklah Rian malam nanti aku akan segera menemui tuan Yudha Prasetya"
Dan pada akhirnya hari itu Leo segera mempercepat semua perkerjaan nya di Rumah Sakit dan menuju pulang ke rumah utama sesampainya Leo di dalam rumah, tuan Yudha dan ayahnya tuan Bratayudha sedang bersiap untuk makan malam dan Leo ikut bergabung dengan mereka.
"Tuan Yudha setelah selesai makan ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan, apakah tuan Yudha keberatan?
Baiklah tuan Yudha mari keruang kerjaku"
Dan pada akhirnya tuan Yudha Prasetya mengikuti dokter Leo masuk ke dalam ruang kerjanya, sementara tuan Bratayudha yang sudah tau arah pembicaraan ini memilih untuk tidak ikut dan masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
"Silahkan tuan Yudha Prasetya duduklah
Tuan seperti yang aku pernah katakan padamu bahwa putri mu saat ini sedang dalam bahaya, sekelompok mafia dengan pemimpinan dari tuan Dirga sedang mengincar nyawa Kartika mereka melakukan pemerkosaan sadis dan memasangkan satu alat pelacak ke dalam tubuhnya"
Dan pada akhirnya dokter Leo menceritakan semua kejadian tersebut kepada tuan Yudha Prasetya dan tuan Yudha Prasetya hanya bisa menangis mendengarkan semua cerita Leo.
"Nak Leo kalau ingin di salahkan, bapak lah yang paling bersalah pada apa yang menimpa Kartika saat ini semua yang terjadi padanya karena para mafia itu sedang mencari bapak, selama ini bapak memilih menghilangkan diri dan tidak mau menghadapi mereka, bapak begitu takut kepada mereka sehingga bapak rela pergi meninggalkan keluarga bapak demi keamanan bapak"
Leo merasakan kesedihan yang mendalam di dalam hati tuan Yudha Prasetya, ketika dia mulai menceritakan kembali mengapa dia harus pergi.
"Tuan Yudha semua ini bukanlah salah anda, bapak sudah melakukan hal yang benar dengan kembali membantu para aparat kepolisian untuk memerangi mereka,hentikan penyesalan diri anda pak, yang harus kita lakukan saat ini bagaimana cara melepaskan alat pelacak tersebut dalam diri Kartika, karena sebelum alat pelacak itu lepas maka akan sangat berbahaya jika menemui nya, karena segala aktivitas Kartika diketahui oleh para mafia tersebut"
Tuan Yudha kembali tersadar dalam tangis nya dan kembali duduk dengan tenang.
"Nak satu - satunya cara adalah kita harus mencari alat pelacak tersebut di dalam tubuh Kartika, karena bapak yakin mereka memasangkan alat tersebut tidak hanya pada satu bagian
Maksud bapak kita harus meneliti setiap bagian tubuh Kartika untuk mengambil alat pelacak tersebut?
Benar nak Leo, hanya dengan cara itu kita jika melepaskan setiap alat pelacak yang terpasang di dalam tubuhnya, bentuk alat pelacak tersebut sangatlah kecil mirip dengan tanda lahir, dan harus dengan sangat teliti untuk bisa melihat nya, nak bapak percaya kan hal ini kepadamu, bapak percaya nak Leo bisa melakukannya tanpa mengharapkan lebih pada putriku saat nak Leo mencoba mencarinya"
Sebagai sesama pria Leo sangat mengerti ucapan dari tuan Yudha Prasetya,Leo memiliki penglihatan mata yang sangat tajam,namun ketika dia harus mencari alat pelacak tersebut dengan cara menyentuh semua bagian tubuh Kartika membuat Leo agak sedikit bimbang melakukannya, dia sangat mencintai Kartika, dan dia takut kehilangan penguasaan diri terhadap Kartika.
"Baiklah tuan Yudha izinkan aku untuk berpikir"
Lama sekali dokter Leo mengurung diri di dalam ruang kerjanya, ada perasan ragu untuk melakukan hal ini, namun di satu sisi dia harus melakukannya karena semua ini untuk menyelamatkan Kartika
Lama dokter Leo merenungkan dan pada akhirnya dokter Leo mengambil sebuah keputusan.
"Halo Laura, segera siapkan penerbangan ke Negara L esok hari, beberapa hari aku akan berada di Negara S dan tolong kendalikan semua urusan ku di kantor"
Selesai dia menghubungi Laura, Leo membenamkan wajahnya ke dalam ke dua tangannya berdiam sebentar dan segera bangkit dari tempat duduknya.
Tika aku datang untuk menyelamatkan mu