The Story Of Self Harm.

The Story Of Self Harm.
EGO SEORANG LEO CHANDRA



Keesokan harinya Dion, Marsha, Rian, Lusi sepakat untuk menemui Leo di apartemen nya, mereka begitu prihatin melihat kondisi Leo disana, Leo duduk termenung dan sesekali masih mencoba menghubungi Kartika menggunakan ponsel nya.


"Leo sudah cukup, hentikan kau terus menghubungi Kartika, dia tidak akan pernah kembali"


Lusi memulai pembicaraan mewakili semua orang - orang yang hadir dalam ruangan tersebut.


"Benar Leo satu-satunya cara agar kau bisa mengetahui keberadaan Kartika adalah dengan kau pergi bertemu dengan tuan Bratayudha, karena semenjak kau tak sadarkan diri, tuan Bratayudha lah yang berada disamping Kartika, kemungkinan besar tuan Bratayudha tau kemana Kepergian Kartika "


Dion mencoba untuk menyakinkan Leo jika satu - satunya jalan untuk mengetahui keberadaan Kartika saat ini adalah dengan cara menemui tuan Bratayudha.


" Benar Leo singkirkan ego mu semua yang dilakukan ini adalah untuk orang yang kau cintai, saat ini kita tidak pernah tau keadaan Kartika yang sebenarnya, dan yang paling penting adalah untuk segera kita Mencari tau dirinya"


Marsha mencoba menepuk - nepuk pundak Leo, dan berharap Leo bisa sedikit menurunkan harga dirinya untuk bisa menemui tuan Bratayudha ayahnya.


"Aku tidak bisa berkata apa - apa lagi Leo semua saran yang diberikan itu benar adanya dan ku harap engkau memikirkan kata - kata kami semuanya, mungkin saat ini kau memerlukan waktu untuk berpikir, mungkin alangkah baiknya juga untuk kita pamit pulang dari apartemen mu ini supaya engkau dapat berpikir dengan baik"


Rian berdiri dari tempat duduk nya diikuti oleh teman - teman yang lainnya, mereka sepakat meninggalkan Leo di apartemen itu, mereka tau kelemahan Leo adalah pada harga dirinya, namun satu - satunya jalan untuk Leo bisa tau keberadaan Kartika saat ini adalah dengan Leo menemui tuan Bratayudha.


Leo terus memainkan ponselnya sambil terus berpikir.


"Arrrrrrhhhhh" tiba - tiba Leo berteriak kencang dan pada ahkirnya beranjak dari tempat duduk, mengambil kunci. Mobilnya Serta pergi menuju kediaman sang ayah tuan Bratayudha.


Papa hari ini, detik ini Leo kembali menemui papa dan Leo melakukan ini semua. demi Kartika dan kumohon pa saat nanti kita bertemu kita bisa berbicara dari hati ke hati seperti seorang ayah dan anak.


Leo terus melajukan mobilnya menuju Kediaman keluarga Bratayudha di negara S, Leo adalah putra kesayangan tuan Bratayudha dan begitu melihat ada sebuah mobil masuk ke halaman rumah Raihan segera memberikan kabar kepada tuan Bratayudha mengenai kedatangan Leo, tuan Bratayudha melihat semua dari CCTV yang dipasang di setiap sudut rumah tersebut.


"Raihan bawa Leo menemui ku di ruang kerja"


Tuan Bratayudha segera beranjak dari tempat duduk nya di balkon kamar menuju ke ruangan kerjanya.


Sesampainya tuan Bratayudha di ruang kerja tersebut dia sudah melihat Leo duduk dan menunggu.


"Putra ku apa kabarmu " Tuan Bratayudha mencoba memeluk Leo, namun Leo segera menepis pelukan ayahnya tersebut.


" Pa dimana Kartika? papa kan yang menyuruh Kartika pergi? katakan pa"


Tanpa basa-basi Leo lansung mencerca banyak pertanyaan kepada tuan Bratayudha.


"Leo ternyata kau masih belum berubah, watak mu yang keras masih sama saja seperti dulu"


"Aku tau keberadaan Kartika namun aku tidak akan memberitahukan nya kepada mu"


Leo mencoba untuk membuat dirinya lebih sabar lagi, jika orang di hadapan nya saat ini bukanlah orang tua nya mungkin Leo sudah memukul orang tersebut.


"Apa yang papa inginkan dari ku? untuk papa bisa memberitahukan keberadaaan Kartika"


Leo mencoba untuk menekan suaranya lebih rendah serta menahan emosi nya


"Kembalilah menjadi seorang tuan muda di keluarga Bratayudha, maka papa akan memberitahukan keberadaan Kartika dan segala sesuatu yang sudah terjadi padanya, pikirkan permintaan papa semua demi gadis yang kau cintai, untuk hari ini menginap lah di rumah ini biarkan Raihan menyiapkan segala sesuatunya "


Setelah berkata seperti itu Leo keluar ruangan dengan wajah yang murka dan dia disambut oleh Raihan untuk menuju sebuah kamar mewah yang merupakan kamar Leo.


" Tuan Leo alangkah baiknya untuk tua Leo memikirkan semua tawaran tuan Bratayudha, selamat beristirahat tuan.


Raihan mencoba untuk menyakinkan Leo untuk tetap mengikuti keinginan tuan Bratayudha, karena dalam hatinya Raihan tau bahwa tuan Bratayudha sudah memiliki rencana untuk Leo dan Kartika.


"Arrrrrhh Tika dimana dirimu, kau hampir membuatku gila, kenapa kau tidak membicarakan rencana mu kepadaku?"


Leo merebahkan dirinya di atas kasur tersebut mencoba untuk ber istirahat namun pikirannya tetap memikirkan keberadaan Kartika saat ini.


Dan pada ahkirnya Leo bangkit dari tempat tidur nya dan kembali ke ruang kerja tuan Bratayudha.


Braakkk "pa aku bersedia memenuhi semua permintaan papa, asalkan papa memberitahukan keberadaan Kartika"


Tuan Bratayudha yang duduk hanya tersenyum melihat tingkah putranya itu bagaimana pun juga sikap dan tingkah putranya itu mirip dengan dirinya.


"Baiklah putraku, mulai besok kau harus tinggal di sini dan bekerja kembali sebagai dokter di rumah sakit di Negara S dan buka semua identitas mu bahwa kau adalah keturunan keluarga Bratayudha"


Leo duduk dan membayangkan jika besok dia akan berangkat ke rumah sakit di kawal dengan ketat dan bukan hanya itu dia harus merelakan banyak orang akan membicarakan tentang dirinya.


"Baiklah pa, lalu pa apa yang saja yang papa ketahui tentang Kartika?"


Tuan Bratayudha mengeluarkan satu berkas berisi tentang riwayat Kartika dalam lemari besi nya.


"Leo bacalah semuanya dan teliti berkas ini, papa yakin dengan kemampuan mu sebagai seorang penyidik engkau akan dapat lansung menyimpulkan kenapa Kartika harus pergi untuk sementara waktu"