
Cukup lama tuan Brata berada di dalam ruangan dimana Leo dirawat, sesekali tuan Brata mengusap air mata karena kondisi Leo saat ini dan sesekali tuan Brata ingat bagaimana dirinya dengan Leo yang selalu berselisih paham, dimana tuan Brata menginginkan untuk Leo mengikuti semua keinginannya tanpa bertanya bagaimana perasaan Leo.
"Raihan apa agendaku setelah ini?"
terdengar tuan Brata menanyakan kegiatan - kegiatan apa yang akan dilakukannya selama berada di negara S.
"tuan malam ini ada pertemuan tuan dengan nona Marsha di kediaman pribadi tuan Brata, baiklah Raihan siapakan segala sesuatunya hubungi juga sahabat Leo dokter Rian untuk ikut dalam pertemuan nanti malam, dan juga siapkan semua identitas diri Kartika Wulandari, baik tuan Brata.
tuan Brata segera beranjak dari ruangan dimana Leo dirawat, keluarga Bratayudha adalah keluarga yang memiliki kuasa diberbagai negara termasuk Negara S, itu semua karena setiap bisnis-bisnis dari keluarga Bratayudha di bidang kesehatan sangat maju dengan pesat.
"Raihan satu hal lagi, atur semua keamaan di Rumah Sakit, tempatkan pengawal lebih banyak lagi dan untuk sementara aku tidak mengizinkan gadis yang bernama Kartika Wulandari tersebut datang untuk menemui Leo, baik tuan"
Leo maafkan papa jika untuk kali ini papa harus kembali menentangmu kembali, papa melakukan itu semua demi keamanan mu nak, setidaknya sampai kamu sadar nanti dan menjelaskan kepada papa.
Tuan Brata meninggalkan Rumah Sakit diiringi beberapa pengawal dan Raihan sebagai asisten pribadinya.
Di lain tempat, di satu sisi nampak dokter Lusi sedang mengamati semuanya, karena kebetulan hari ini Lusi sedang berada di Rumah Sakit.
"Aku harus segera memberitahukan Rian jika keluarga Bratayudha sudah menutup semua akses untuk Tika bisa mengunjungi Leo di Rumah Sakit ini"
Lansung Lusi mengambil ponselnya dan segera mengirimkan pesan kepada Rian, namun sepertinya Rian agak sedikit terlambat membaca pesan Lusi.
"Dion Raihan menghubungi ku, nanti malam tuan Brata menginginkan aku bertemu dengannya"terdengar suara Marsha memberitahukan ini kepada Dion, mereka sedang berada disebuah cafe bersama dengan Kartika dan Rian.
"Marsha siapa tuan Brata? "terdengar Kartika bertanya kepada Marsha.
" Tika tuan Bratayudha adalah ayah dari dokter Leo, dan selama ini aku bekerja padanya sebagai mata - mata anaknya yaitu dokter Leo Chandra,hal tersebut dikarenakan hubungan tuan Bratayudha dan dokter Leo yang tidak begitu akur membuat dokter Leo meninggalkan tuan Brata dan memilih untuk hidup sendiri"
Seketika sajah Kartika kaget, karena selama ini Leo jarang bercerita tentang silsilah keluarganya, setiap Kartika bertanya tentang keluarga, Leo mencoba mengalihkan pada pembicaraan yang lainnya.
"Jadi Leo adalah anak dari keluarga Bratayudha yang sangat terkenal itu? "
Benar Tika Leo adalah putra kesayangan tuan Bratayudha, pengusaha terkenal dari Negara H, namun sudah lama Leo meninggalkan kediaman ayahnya di Negara H dan pindah ke Negara S untuk hidup sendiri, maafkan kami Tika yang baru memberitahukan sekarang, karena Leo meminta kami untuk diam tentang identitas nya"
Rian mencoba untuk memberikan pengertian kepada Kartika.
"Oke - oke aku mengerti, dan aku akan mencoba untuk menerima kenyataan ini, baiklah berarti aku juga bisa ikut Marsha dalam pertemuan tersebut untuk bisa bertemu dengan tuan Brata"
Kartika sedikit antusias untuk ikut dalam pertemuan Marsha dengan tuan Bratayudha, namun tidak dengan Marsha dan Rian yang nampaknya tidak setuju dengan keputusan Kartika karena tau betul karakter tuan Bratayudha, untuk saat ini justru mereka sedang menghindarkan Kartika bertemu dengan tuan Bratayudha.
Dion yang sudah bisa membaca raut wajah Rian dan Marsha lansung tidak setuju atas keputusan Tika untuk ikut dalam pertemuan itu.
" Apa yang dikatakan Dion benar Tika, malam ini biarkan aku bertemu dengan tuan Bratayudha dan kau Rian ikutlah dalam pertemuan nanti malam, tuan Bratayudha juga ingin berbicara denganmu"
Rian sedari tadi memang sebenarnya tidak menginginkan untuk hadir dalam pertemuan itu terpaksa harus menyetujuinya.
"Baiklah kalau begitu tolong beritahukan padaku hasil pertemuan tersebut, sebentar lagi aku akan ke Rumah Sakit mengunjungi Leo"
Kartika segera beranjak dari cafe dan lansung pergi begitu saja meninggalkan mereka.
"Tika tunggu"terdengar suara Rian berteriak pada Kartika, namun sepertinya Kartika sudah jauh.
"Rian ada apa denganmu? biarkan Kartika pergi mengunjungi Leo di Rumah Sakit dengan kehadiran Kartika disampingnya maka bisa saja Leo akan segera sadar
Dion aku baru saja mendapat pesan dari Lusi bahwa tuan Bratayudha memperketat penjagaan disana, dan beliau tidak mengizinkan Kartika untuk mengunjungi Leo sementara waktu, jika Tika nekat maka dia akan melawan tuan Bratayudha dan itu bukan hal yang kita inginkan"
Semua hanya bisa terdiam mendengarkan ucapan Rian, dan sepertinya mereka sudah terlambat untuk memberitahukan kepada Kartika bahwa tuan Bratayudha menentang Kartika untuk menemui Leo.
"Maaf nona untuk saat ini anda dilarang mengunjungi tuan Leo"para pengawal yang di tempatkan pada pintu masuk Rumah Sakit segera menghalangi Kartika untuk masuk ke dalam.
"Apa maksudnya? kenapa aku tidak boleh mengunjungi Leo? pak dia pasien disini dan sedang dalam keadaan koma, tolong pak biarkan saya masuk kedalam"
Namun sepertinya usaha Kartika sia - sia, Kartika tidak dapat masuk ke dalam Rumah Sakit itu,para pengawal yang berjaga - berjaga didalam sangatlah banyak dan tuan Bratayudha sudah berpesan untuk tidak membiarkan Kartika mengunjungi anaknya.
"Baiklah pak saya akan terus menunggu di luar sampai bapak mengizinkan saya masuk ke dalam untuk mengunjungi Leo"
Dan kali ini sepertinya Kartika tidak mau untuk menyerah dia memilih untuk menunggu di luar sampai para pengawal itu mengizinkannya masuk ke dalam untuk mengunjungi Leo, berjam - jam Kartika sudah berdiri di halaman depan Rumah Sakit namun para pengawal tersebut tetap tidak mengizinkan Kartika masuk ke dalam.
Baiklah aku akan terus berada di sini sampai mereka mengizinkan aku masuk ke dalam. Tuan Bratayudha maafkan aku yang mungkin secara tidak sengaja membuat putra kesayangan mu terluka, aku mulai mencintai putramu. Dan aku akan memperjuangkan cintaku ini apapun resikonya.
Lusi melihat dari dalam Rumah Sakit Kartika sudah berdiri berjam - jam diluar dan Lusi berharap tuan Bratayudha bisa mengizinkan Kartika untuk masuk ke dalam Rumah Sakit tersebut.
"Leo cepatlah sadar, lihatlah ada seorang gadis yang saat ini coba untuk memperjuangkan dirimu, sudah berjam - jam gadis tersebut berada diluar, dan maafkan aku Leo yang untuk kali ini tidak dapat membantu untuk Kartika bisa masuk ke dalam"
Lusi menatap Leo dari kaca luar ruangan Leo, dan berharap Leo segera sadar, karena saat ini yang bisa meluluhkan hati ayahnya hanyalah Leo saja.