The Story Of Self Harm.

The Story Of Self Harm.
KEMARAHAN LEO CHANDRA



Flashbackon


KEDIAMAN KELUARGA BRATAYUDHA.


"Selamat pagi nona Kartika apa yang membuatmu kembali datang kesini? bukankah kita sudah melakukan kesepakatan dan aku memberikan toleransi kepada mu untuk tinggal lebih lama di Negara S, serta tetap bisa mengunjungi putra ku sampai dia membaik dan keluar dari Rumah Sakit? "


Terdengar suara tuan Bratayudha mengarahkan pandangan ke Kartika, pagi ini Kartika pergi ke rumah tuan Bratayudha karena ada beberapa hal yang ingin dia tanyakan.


"Tuan Bratayudha terima kasih karena tuan sudah mengizinkan saya untuk terus bersama dengan Leo hingga kesehatan nya membaik, namun ada hal ingin saya tanyakan kepada tuan, sebenarnya kenapa saya harus tetap meninggalkan negara S ini dan mengapa saya begitu berbahaya untuk orang - orang di sekitar saya? tuan Bratayudha pernah mengatakan hal ini kepada saya beberapa waktu yang lalu dan saat ini saya berharap tuan bisa jujur mengapa saya begitu membahayakan? "


Tuan Bratayudha lansung menatap tajam ke arah Kartika.


" Nona jadi kau ingin tau mengapa engkau berbahaya bagi kami semua yang ada disini?, baiklah aku akan menjawab nya"


Tuan Bratayudha mengambil salinan berkas Kartika di dalam lagi yang di laporkan oleh Ronald, Rian dan Jessica.


"Nona bacalah"Kartika mengambil berkas - berkas itu dan mulai membaca satu per satu dan dirinya cukup terkaget dengan kata alat pelacak berbentuk tanda lahir.


"Tuan apa maksudnya ini? Yudha Prasetya pernah membuat alat pelacak yang berbentuk tanda lahir dan memakainya, namun suatu saat laboratorium milik Yudha di serang oleh para mafia dan mereka mengambil formula obat tersebut dan mencari Yudha namun mereka tidak menemukan nya? sehingga pada ahkirnya Yudha Prasetya harus menghilang.


Dan saat ini alat pelacak berbentuk tanda lahir mereka tanamkan di bagian tubuhku untuk melacak setiap aktifitas ku? "


Kartika menutup mulutnya dan sangat terkaget - kaget dengan semua hal yang dibaca nya.


" Ya betul nona, saat ini mereka bisa dengan mudah melacak semua kegiatanmu dan itulah membuat Leo mengalami kecelakaan apapun teror karena mereka mengetahui semua yang kau bicarakan "


Kartika terus membaca setiap berkas - berkas yang berisi laporan tentang dirinya.


"Tuan itu sebabnya ibuku terbunuh dan Leo mengalami kecelakaan tabrak lari dan termasuk pembicaraan kita kali ini mereka juga mengetahui nya?"


Tuan Bratayudha mengganggukan kepalanya


"Itulah mengapa meminta mu untuk pergi, saat kau berada di dalam ruangan ini para mafia tidak bisa melacakmu karena ruangan ini sudah dilengkapi pengamanan tingkat tinggi namun saat kau keluar mereka bisa dengan mudah melacak keberadaan mu"


Kartika masih terus mendengar kan penjelasan dari tuan Bratayudha.


"Saat ini yang bisa menolong mu untuk non aktifkan alat tersebut adalah ayah mu Yudha Prasetya yang keberadaan nya masih menghilang dan sedang di cari oleh Ronald dan Jessica di Las Vegas, jadi kumohon nona bekerja sama lah dengan baik, supaya kita semua bisa menemukan otak penjahat nya"


Tuan Bratayudha mencoba kembali menekan Kartika dengan nada bicara nya.


"Baik tuan Bratayudha aku mengerti itu sebabnya aku harus segera pergi, namun bolehkah aku meminta tolong kepada tuan? "


Kartika memberikan tatapan memohon kepada tuan Bratayudha


" Apa yang kau inginkan nona Kartika? "


Kartika mencoba bernegosiasi dengan tuan Bratayudha.


" Tuan Bratayudha kumohon lindungi om Hendra dan Tante Sarah selama kepergian ku"


Tuan Bratayudha menatap tajam ke arah Kartika.


"Nona engkau tidak perlu khawatir soal itu, bagaimana pun kau adalah gadis yang dicintai oleh Leo, aku akan mengatur kepergianmu ke negara L dan melindungi keluargamu"


Kartika tersenyum dan segera pamit pulang meninggalkan kediaman tuan Bratayudha.


Flashbackoff


APARTEMEN LEO


Hari ini Leo sudah diizinkan pulang oleh pihak Rumah sakit dan dia segera menuju ke apartemen bersama dengan Rian


Terdengar suara Rian yang sesekali mengejek Leo, Rian adalah sahabat terdekat Leo yang merasa kehilangan ketika Leo mengalami koma akibat kasus tabrak lari.


"Baiklah tuan Rian nanti aku akan memanggil cleaning service untuk apartemen ini, nah sekarang waktunya aku berkencan dengan Kartika "


Segera Leo mengambil ponsel dan menghubungi Kartika, namun Kartika sama sekali tidak menjawab panggilan tersebut dan nomor Kartika tiba - tiba sudah tidak aktif.


" Kenapa bro? "Rian melihat kepanikan dalam wajah Leo.


" Rian apa yang sebenarnya terjadi? mengapa Kartika tidak dapat di hubungi? "


Rian yang sudah mengetahui dari tuan Bratayudha jika hari ini Kartika sudah pergi berusaha untuk menenangkan Leo.


" Mungkin dia sedang sibuk Leo, cobalah kau menghubungi nanti saja, saat ini kau harus membersihkan apartemen mu dulu, aku pamit Leo"


Rian yang tidak tega melihat kesedihan Leo memutuskan untuk pamit pulang dari apartemen Leo


Maafkan aku Leo yang tidak mengatakan dengan jujur kemana Kartika..


Setelah Rian pergi Leo terus menerus mencoba menghubungi Kartika, namun sepertinya usaha yang dilakukan sia - sia.


Tika apa sedang terjadi denganmu? kenapa engkau tidak mengangkat telepon?


Tanpa butuh waktu lama Leo segera mengambil kunci mobilnya dan bergegas menuju ke rumah Kartika.


Dan sesampainya di sana Leo tidak menemukan siapapun, kondisi rumah kosong hanya ada beberapa pengawal yang menjaganya dan mereka pun tidak tau keberadaan keluarga Darmawan.


"Sial arrrrrhh apa yang sebenarnya terjadi"Leo masuk kembali ke dalam mobilnya dengan sangat marah dan melajukan mobil tersebut dengan kencang.


Aku harus menemui Dion, ayo Dion angkat aku sedang menghubungi mu.


Namun bahkan Dion pun tidak mengangkat ponsel nya saat Leo mencoba menghubungi, dan pada ahkirnya Leo kembali ke apartemen dengan keadaaan hati yang tak menentu, karena Kartika tiba - tiba menghilang dari dirinya.


Di sisi yang lainnya nampak Dion termenung di salah satu sudut ruangan apartemen nya.


"Sayang apa yang sedang mengganggu pikiranmu"


Marsha datang dan memeluk Dion dari belakang.


Dion membalikan badan dan mencium kening Marsha.


"Sayang aku sedang memikirkan Leo, saat ini pasti dia sedang memikirkan Kartika, lihatlah begitu banyak panggilan tak terjawab dari Leo"


Dion menunjukan ponsel nya kepada Marsha.


"Iya aku mengerti, bagaimana jika Kita besok menemui Leo dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi? "


Marsha mencoba untuk memberikan ide kepada Dion yang masih memikirkan perasaan Leo saat ini.


" Hmm ide yang bagus, namun bagaimana kalau kita meminta dia untuk menemui ayahnya tuan Bratayudha, karena dalam kasus ini hanya tuan Bratayudha yang memiliki wewenang untuk menjelaskan atas kepergian Kartika"


Marsha menganggukan kepala tanda bahwa dia setuju dengan usul Dion, dan setelah itu Dion mencium Marsha.


"Tunggu Dion sebelum engkau mencium ku berjanjilah kau tidak akan terlarut dan bisa mengkontrolnya"Marsha kembali menepis ciuman Dion.


"Marsha aku berjanji tidak akan pernah menyentuh dirimu seperti waktu itu sebelum kita menikah, kemarilah aku hanya ingin memeluk dan mencium dirimu saja"


Marsha percaya kepada Dion dan malam hari itu Marsha membiarkan Dion mendaratkan ciuman yang lembut ke bibir Marsha.