The Story Of Self Harm.

The Story Of Self Harm.
PENEMBAKAN



Leo menutup video call tersebut dengan amarah nya yang sangat dalam, hatinya begitu khawatir akan keselamatan Kartika, namun saat ini dia tidak boleh gegabah dengan dirinya langsung datang ke tempat para penculik tersebut seorang diri dan tanpa rencana yang matang, hati dan pikirannya begitu kacau saat melihat orang yang dicintai nya kembali disentuh oleh para laki-laki bertopeng yang pernah memperkosa Kartika.


"Dasar kurang ajar lihat saja aku akan membuat perhitungan dengan kalian semuanya" brak!!


Leo memukul - memukul meja dimana saat ini dia berada, Leo mencoba untuk tenang dan sejenak dia memilih untuk tidur demi mengusir segala kegelisahan nya.


Sementara itu di ruangan yang lainnya nampak Jessica dan Ronald sedang berbicara mereka saling memeluk satu dengan yang lainnya.


"Hei Jessica apa yang sedang kau pikirkan, nampaknya beban yang kau rasakan begitu banyak? "


Ronald memeluk Jessica dari belakang dan menciumi leher nya.


"Sayang entah kenapa perasaan ku hari ini gelisah rasanya ini sekali menginginkan untuk kau tidak pergi dalam penyamaran kali ini"


Ronald membalikan badan Jessica dan mengecup kening nya.


"Hei kenapa tiba-tiba kau menjadi perasa seperti ini ha? bukankah kau memberikan ide penyamaran ini kepada kami? lalu kenapa tiba-tiba saja kau tidak mengizinkan aku untuk pergi?"


"Entahlah firasatku berkata akan terjadi hal buruk dalam penyelamatan Kartika kali ini"


"Sayang dengarkan aku, kita adalah sepasang kekasih yang bekerja di kepolisian, tugas kita sama yaitu menyelidiki setiap kasus-kasus yang ada dan semuanya memiliki resiko


Selama ini kita bisa melewati setiap resiko itu berdua, satu lemah satu menguatkan bukankah seperti itu terus? "


Jessica menyadarkan kepalanya dalam pelukan Ronald


" Aku mengerti bahwa ini adalah tugas kita dikepolisian, namun entah kenapa hatiku begitu gelisah melepas kepergian mu, apa aku perlu ikut bersama kau dan Leo dalam misi penyelamatan kali ini"


Ronald sesekali menciuminya puncak kepala Jessica, dia tau bahwa itulah wanita, wanita dengan perasaan nya yang terkadang berubah ubah.


Namun Ronald harus tetap berangkat, Leo adalah sahabat dekat nya dan dia ingin sekali menantu dokter Leo.


"Sayang dengarkan aku, saat ini di tubuhku adalah sebuah alat pelacak yang terhubung langsung dengan laptopku jadi kau bisa menggunakan laptopku untuk memantau setiap keadaan ku jika kau khawatir, dan jika memang terjadi hal yang mendesak kau harus segera menghubungi tuan Bratayudha karena tuan Bratayudha sudah menyiapkan pasukan khusus untuk membantu kita dari udara,kau tidak perlu khawatir lagi, sekarang udah aku harus segera berangkat doakan aku"


"Ronald mencium Jessica dan meninggalkan Jessica seorang diri didalam ruangan tersebut dia tidak ikut mengantarkan Ronald karena entah kenapa hatinya masih begitu gelisah melepaskan kepergian Ronald kali ini.


"Leo mari kita berangkat "


Ronald masuk ke dalam ruangan Leo, dan Leo yang sudah terbangun dari tidurnya sedang menyiapkan beberapa pistol untuk dirinya berjaga-jaga nanti.


" Ron aku tidak menyiapkan kau pistol, jika aku membawa kan mu pistol maka mereka akan curiga terhadap mu"


"Baiklah Leo, tidak ada masalah untuk ku karena aku hanya sebentar berada di sana"


Sesampainya mereka di tempat perkara Leo dan Ronald segera turun dari mobil dan masuk ke sebuah ruangan begitu Leo masuk Leo melihat satu orang penculik membawa Kartika dengan kasar dan menodongkan pistol di kelapa Kartika.


"Halo dokter Leo kita berjumpa lagi, kau pasti tau siapa gadis yang kebawa saat ini, dia adalah gadis yang sangat engkau cintai, jika kau salah atau kau tidak menepati janji maka pistol ini akan meledak di kepalanya dan kau akan melihat nya mati hahahaha"


Dokter Leo mencoba untuk tenang meskipun hatinya begitu penuh dengan amarah saat melihat penculik tersebut menodongkan pistol ke kepala Kartika, sebenarnya bukan hal yang pertama dokter Leo menghadapi hal seperti ini, namun yang membuat nya agak sedikit kacau adalah para penculik tersebut menyandra orang berarti di dalam hidupnya.


"Kau tak perlu khawatir sekarang aku membawa tuan Yudha Prasetya, ini kan yang kau inginkan cepat bawa gadis itu kemari"


"Hahaha kami tidak akan percaya semudah itu padamu dokter Leo, kau adalah seorang penyidik kepolisian yang paling handal di Negara N dan kau bisa memakai banyak cara untuk menipu kami"


"Heh kalau kalian tidak percaya padaku kalian bisa datang kemari dan melihat nya langsung "


Dan pada akhirnya satu orang laki-laki bertopeng itu mendekati Leo dan Ronald penyamaran yang Jessica berikan terhadap Ronald sangat sempurna, hal tersebut sampai membuat para laki - laki bertopeng tersebut tidak mengenali bahwa yang di bawa oleh Leo adalah tuan Yudha yang palsu


Pria untuk meminta Kartika untuk dibawa kepada nya dan ditukar dengan Ronald dan dengan cepat Leo menarik Kartika ke dalam pelukannya, serta membiarkan Ronald di bawa oleh mereka


Namun sayang nya Sesampainya Ronald di tangan mereka satu dari mereka menyadari bahwa orang yang bersama dengan mereka adalah tuan Yudha yang palsu


"Dorr, Dorr, dorr"


Terdengar bunyi tembakan yang sangat cepat dari ruangan tersebut dan Leo yang tidak siap menerima serangan melihat sahabatnya Ronald sudah terkapar bersimbah darah


Leo langsung mengambil pistol dan mengarahkan ke udara memberi tanda untuk semua pengawal bayangan beraksi, satu persatu pengawal bayangan mulai hadir jumlah mereka sangat banyak dan mereka berhasil memukul kalah para pria bertopeng tersebut.


"Ron, Ron bangun Ron kau harus tetap sadar, Leo segera membawa Ronald ke halaman depan dan tepat di halaman tersebut helikopter sudah datang menjemput mereka


Rupanya Jessica segera menghubungi tuan Bratayudha ketika melihat kekasihnya tertembak, hatinya begitu hancur saat melihat Ronald tertembus peluru dibagian tubuh nya dengan penuh gemetar dan menahan tangis Jessica segera menghubungi tuan Bratayudha


Laptop yang diberikan Ronald kepada Jessica betul - betul berfungsi dengan sangat baik, hari itu menjadi hari yang bersejarah untuk Jessica dia menyaksikan orang yang dia cintai tertembak oleh para penjahat


Dan segera setelah Ronald dinaikkan ke helikopter dan dilarikan ke Rumah Sakit, Jessica segera meninggalkan laptopnya dan ikut menyusul keberadaan kekasihnya tersebut lewat jalur darat.


"Sayang bagaimana keadaan Ronald, aku melihat dia mengeluarkan banyak darah hiks, hiks"


Kartika yang sedari tadi masih berada di dalam pelukan Leo hanya bisa menangis, dan Leo yang juga sebagai seorang dokter kali ini harus mengakui jika Ronald terluka sangat parah.


"Jangan khawatir kan dia sayang, Ronald pasti baik-baik saja"


Leo mencoba untuk memenangkan hati Kartika, namun dari lubuk hatinya yang paling dalam dia sangat khawatir bahwa Ronald tidak akan selamat.