The Story Of Self Harm.

The Story Of Self Harm.
PERTEMUAN



Sepanjang perjalanan dokter Leo mencoba untuk menghubungi Kartika tapi ponsel Kartika tidak pernah aktif kembali


"Tuan sebentar lagi kita sampai ke Negara L harap tuan untuk mematikan ponsel sebentar "


Salah satu pengawal memberikan peringatan nya kepada dokter Leo.


" Baiklah, baiklah setelah kita mendarat segera kalian bawa aku ke Villa milik keluarga Bratayudha


Baik tuan muda"


Segera setelah jet pribadi milik dokter Leo mendarat beberapa pengawal membawa dokter Leo ke Villa milik keluarga Bratayudha


Sepanjang perjalanan dokter Leo terus menghubungi ponsel milik Kartika namun tetap tidak menemukan jawaban apapun sampai pada akhirnya mobil yang membawa dokter Leo sampai pada kediaman milik keluarganya


Dengan langkah kaki yang cepat dokter Leo segera membuka pintu rumah tersebut dan memanggil manggil nama Kartika


"Tuan muda bukankah anda sedang bersama dengan nona Kartika saat ini kenapa anda kembali lagi? "


Terdengar suara nona Sita dari dalam rumah menghampiri dokter Leo


"Sita katakan apa maksudmu?"


Dokter Leo segera mendekati nona Sita berharap dia mendapatkan banyak penjelasan dari nya


"Tttuan muda tadi nona Kartika berkata, nona akan menemui tuan di taman kota, karena hari ini tuan muda akan singgah sebentar di Negara ini untuk melakukan perjalanan bisnis sebelum pernikahan


Nona Kartika menerima panggilan telepon dari suara yang mirip sekali dengan tuan muda dan setelah nona Kartika mendengarkan segera nona Kartika bersiap untuk pergi dan saat ini saya menjadi bingung karena tuan muda malah muncul disini, lalu dimana nona Kartika berada tuan?


Sial mereka berhasil menculik calon istri ku


Sita dengarkan aku saat ini kondisi rumah ini sedang tidak aman jika ada yang menghubungi mu menggunakan nama siapapun kau tidak boleh percaya, aku ataupun semua anggota keluarga ku tidak akan pernah menghubungi mu lewat panggilan telepon kami akan mendatangi mu langsung


Bbbbaik tuan "


Segera setelah dokter Leo berkata seperti itu kepada nona Sita, dokter Leo menghubungi tuan Bratayudha dan dokter Rian untuk mengabarkan keadaan yang terjadi saat ini.


" Baik pa Leo akan berusaha setenang mungkin menghadapi ini, Leo tau yang diincsar kelompok Dirga untuk dibunuh adalah tuan Yudha Prasetya mereka menggunakan Kartika Wulandari untuk menarik tuan Yudha keluar dari persembunyianya""


Setelah pembicaraan singkat tersebut dengan sang ayah dokter Leo segera kembali duduk di ruang tamu dan mencoba untuk menenangkan dirinya,saat dia sedang mencoba untuk berpikir dokter Leo mengingat satu nama yang bisa dengan cepat membantunya saat ini dia adalah Ronald, segera setelah itu dokter Leo menghubungi Ronald.


"Baiklah Ronald maaf aku merepotkan mu kembali, aku tunggu kedatangan mu disini"


Saat itu kebetulan Ronald dan Jessica sedang menikmati liburan mereka di Negara L dan pada saat dokter Leo menghubungi mereka posisi mereka sedang tidak jauh dari Villa milik keluarga Bratayudha.


Dua puluh menit berlalu mobil Ronald masuk ke dalam halaman dan segera setelah itu Ronald dan Jessica turun dari mobil menghampiri dokter Leo di ruang tamu


"Bro ada apa kenapa sampai Kartika bisa diculik padahal kau menempatkan banyak pengawal disini


Itulah Ron aku tidak menyangka mereka menggunakan trik kotor mereka dengan menipu Kartika menggunakan suaraku untuk membuat Kartika bisa percaya bahwa aku memang sedang berada di Negara L ini


Oke tenanglah Leo kami akan mencoba membantu mu sebesar kami


Terima kasih Jes"


Segera setelah itu Ronald mulai mengeluarkan laptop canggih nya dan mulai melacak keberadaan kelompok Dirga yang berada di Negara L


Ronald berhasil meretas CCTV taman kota dan disana dia melihat Kartika sedang duduk sendiri di bangku taman


"Leo lihatlah ini Kartika sebelum diculik"


Dokter Leo segera ikut melihat kesisi laptop milik Ronald


"Hei kenapa Kartika bisa keluar sendirian padahal aku menempatkan banyak pengawal disini?


Itu benar Leo dimana para pengawal yang bersama Kartika


Pakaian mereka sangat rapi seperti pakaian seorang koki, astaga mungkin mereka menggunakan tipuan bahwa kau akan mengajak nya makan malam dan mau memberikan kejutan


Itu benar Jessica, coba aku selidiki platform nomor ini"


Segera setelah itu Ronald mulai mengutak atik laptopnya untuk mendapatkan identitas plat nomor tersebut


"Leo, Jessica ini alamat plat nomor itu


Baiklah sekarang mari kita kesana


Tunggu Leo kau jangan gegabah, saat ini mereka sengaja memancingmu untuk pergi menyelamatkan Kartika dan kau bisa membawa orang - orang dan keluargamu lebih banyak


apa yang dikatakan Ronald itu benar Leo jika saat ini juga kau pergi kesana tanpa sebuah persiapan kau bisa celaka


Dan aku curiga ada yang berkianat disini


Apa kau setuju denganku Ron?


Masuk akal sekali, baiklah aku akan cek CCTV rumah ini"


Segera setelah itu Ronald kembali mengutak atik Laptopnya dan dia menemukan hal sangat mengejutkan


"Leo, Jessica lihatlah siapa pelayan ini


Itu Sita Ron


Leo kau harus lihat benda kecil yang berada di tangannya ini, ini adalah simbol yang dimiliki oleh kelompok Dirga


Jadi si pengkianat itu adalah Sita


Dasar kurang ajar, pengawal cari Sita sekarang


Baik tuan"


Segera setelah itu pengawal dokter Leo mencari keberadaan nona Sita dan membawanya ke hadapan dokter Leo dan teman - temannya


"Sita katakan kepada ku kenapa kau melakukan semuanya ini


Ampun tuan ampun, jika saya tidak melakukan semuanya ini maka tuan Dirga akan membunuh keluarga saya, saat ini keluarga saya berada dalam pengawasan tuan Dirga, semenjak tuan Dirga tau saya bekerja pada tuan Bratayudha mereka menculik semua anggota keluarga dan memasangkan alat pelacak pada kami


Lalu apa hubungan mu dengan Dirga


Maafkan saya tuan, saya, saya saya arrrrhhhh


Tiba - tiba Sita mengalami kejang - kejang dan langsung tak sadarkan diri.


"Leo, Ron dia meninggal kelompok Dirga membunuhnya lewat alat pelacak yang tertanam di pada tubuhnya


Kurasa saat ini kelompok Dirga sudah tau arah percakapan kita, kita harus kembali atur strategi


Leo adakah ruangan yang bisa melindungi pembicaraan kita?


Ada di ruang bawah tanah Villa ini dilengkapi dengan pengaman tingkat tinggi


Baiklah mari kita kesana Leo, ruang tamu ini sepertinya sudah tidak aman, tembok ini bisa menjadi mata - mata kita semua


"Baiklah Jessica, pengawal tolong kau urus pemakaman nona Sita dengan layak, hubungi semua anggota keluarga nya


Baik tuan"


Segera setelah itu dokter Leo, Ronald dan Jessica beranjak dari ruang tamu menuju ke ruang bawah tanah yang dilengkapi pengawasan dan pengamanan tingkat tinggi


Didalam otaknya Jessica seperti sudah mendapatkan gambaran bagaimana cara kelompok ini bermain dengan mhsuh-musuhnya