The Story Of Self Harm.

The Story Of Self Harm.
KEKUATAN TUAN BRATAYUDHA 3



"Nona Marsha, tuan Rian silahkan ikuti saya untuk bertemu dengan tuan Brata"


Marsha dan Leo saling berpandangan dan mulai mengikuti Raihan masuk ke dalam salah satu ruangan di kediaman tuan Bratayudha, seperti biasa saat mereka akan menghadap tuan Bratayudha pasti di pintu - pintu masuk mereka akan banyak melihat para pengawal berjaga disana, hampir di setiap negara tuan Bratayudha memiliki rumah mewah, dimana bisnisnya bergerak, maka disitulah tuan Bratayudha memiliki rumah termasuk di Negara S, namun meskipun Leo juga berada di Negara S, Leo tidak pernah menempati rumah tersebut dan Leo memilih untuk tetap tinggal di apartemen miliknya sendiri.


"Silahkan nona Marsha, tuan Rian, selamat malam tuan Bratayudha, nona Marsha dan tuan Rian sudah ada disini


Baik Raihan silahkan keluar, aku ingin berbicara dengan mereka, baik tuan Brata"


Sesampainya di ruangan Marsha dan Rian melihat pria paruh baya tapi masih dengan posisi yang tegap dan sangat memiliki wibawa, dengan rambutnya yang mulai memutih, namun pria tersebut masih terlihat tampan ya itulah tuan Bratayudha seorang pengusaha terkenal dan sekaligus dokter terbaik di negara H.


"Marsha, Raihan bagaimana kabar kalian"? tuan Bratayudha memulai membuka sebuah percakapan.


"Kabar kami baik tuan, baiklah lansung pada pokok pembicaraan pada malam hari ini"


Tuan Bratayudha mengeluarkan berkas dari meja kerjanya.


"Aku mau kalian jauhkan gadis ini dari hadapan Leo, karena semua peristiwa yang menimpa Leo berawal dari gadis tersebut, aku tau segala hal yang terjadi dengan gadis ini di negara H, dan aku sangat menyesal Leo bisa jatuh cinta dengan gadis seperti itu"


Marsha dan Rian saling pandang mereka melihat berkas - berkas tersebut adalah foto - foto Kartika dan penyidikan yang terjadi padanya.


"Tuan apa tidak sebaiknya kita menunggu dokter Leo untuk sadar terlebih dahulu, dan menunggu kesembuhan dokter Leo baru kita bicarakan hal ini? "


Marsha mencoba untuk bernegosiasi dengan tuan Bratayudha namun sepertinya hati tuan Bratayudha masih dingin.


" Nona Marsha aku tidak akan pernah bisa membiarkan putra kesayanganku berurusan dengan para mafia kelas dunia, dan berurusan dengan putri Yudha Prasetya mantan mafia yang sampai saat ini keberadaan nya masih diincar para mafia yang lainnya,terlalu berbahaya untuk Leo"


Pandangan tuan Bratayudha terarah serius kepada Marsha dan Rian.


"Dan dokter Rian aku minta untuk menggantikan Leo dengan penyidik yang lainnya dalam kasus penyelidikan nona Kartika, satu yang perlu kalian cari sebagai barang bukti adalah camera, karena aku sudah melihat rekaman CCTV di hotel Greenlau yg berhasil di perbaiki oleh Ronald.


Saat mereka masuk salah satu dari mereka memegang camera, hal tersebut dilakukan untuk memberikan laporan kepada otak kejahatan bahwa misi mereka melukai nona Kartika sudah berhasil


Ini adalah perang antara para mafia dimana mereka menggunakan nona Kartika untuk membuat sang ayah Yudha Prasetya muncul dan para mafia tersebut bisa menghabisinya,dan aku mau Leo tidak masuk dalam incaran para mafia itu"


Rian dan Marsha saling memberikan pandangan mereka, mereka berusaha mencari kata - kata pembelaan namun sepertinya akan terlihat percuma.


"tuan Bratayudha maafkan aku, jika untuk percintaan Kartika dan Leo kami tidak bisa membantu, mungkin tuan Bratayudha bisa lansung memanggil Kartika untuk membicarakan nya, namun untuk penganti penyidik kami akan tetap usahakan"


Pada ahkirnya Rian memberanikan diri untuk berbicara pada tuan Bratayudha.


"Baiklah dokter Rian, usul mu aku terima, besok panggil Kartika kemari, aku yang akan lansung berbicara dengannya"


Pada ahkirnya pertemuan tersebut selesai Masha dan Rian pulang dengan mengehela nafas panjang.


"Hei Rian cepat hubungi Kartika katakan padanya esok hari dia harus datang menemui tuan Bratayudha "


Terima kasih Rian dengan pesanmu ini esok aku bisa bertemu dengan tuan Bratayudha dan dapat memohon restu kepadanya.


Kartika pulang dengan penuh harapan bahwa ketika esok hari dia bertemu tuan Bratayudha tuan Bratayudha bisa merestui hubungan mereka.


Keesokan harinya Kartika sudah bersiap untuk pergi ke kediaman tuan Bratayudha dan kali ini Rian yang menjemput Kartika.


"Rian doakan aku untuk aku bisa meyakinkan tuan Bratayudha bahwa aku mencintai Leo"


Sesekali Rian hanya menganggukan kepalanya, tanpa banyak berkata - kata karena dia sudah tau apa yang akan terjadi hari ini


"Tika masuklah ke dalam aku hanya akan menunggumu di luar karena tuan Bratayudha hanya ingin berbicara denganmu, baiklah Rian aku akan masuk ke dalam "


Kartika turun dari mobil menuju ke dalam rumah tuan Bratayudha dan Rian hanya bisa memandang Kartika yang semakin berlalu.


Semoga saat kau keluar ruangan tuan Bratayudha aku tidak melihat isak tangisan mu tika.


Kartika mulai masuk ke dalam ruangan tuan Bratayudha dengan berani Kartika ingin memberitahukan jika dia sangat mencintai dokter Leo.


"Selamat pagi tuan Bratayudha perkenalkan nama saya Kartika Wulandari"


Tuan Bratayudha memandang tajam ke arah Kartika ketika dia memperkenalkan dirinya.


Jadi ini gadis sangat dicintai oleh Leo? apa istimewa nya gadis ini? semuanya biasa - biasa saja.


"Baiklah nona Kartika silahkan duduk"lalu tuan Bratayudha mengeluarkan beberapa kertas kepada Kartika.


"Baca dan tanda tangani semua kertas Itu " tanpa basa-basi tuan Bratayudha meminta Kartika menandatangani surat pernyataan bahwa ketika Leo sadar, Kartika berjanji untuk tidak akan mendekati nya lagi dan Kartika akan pergi dari hadapan Leo Chandra.


"Tuan apa maksudnya ini? saya tidak akan mau untuk menandatangani surat ini, tuan saya sangat mencintai Leo dan tidak mungkin saya meninggalkan nya "


Tuan Bratayudha hanya tertawa sinis"


"Nona kau bilang cinta? tapi Kau lah yang membuat putra kesayangan ku menderita, sejak Leo mengenal anda, dia harus berurusan dengan para mafia sehingga membuat dirinya celaka, Leo adalah pewaris semua bisnis - bisnis yang sedang aku jalankan dan aku tidak akan membiarkan putraku celaka hanya demi melindungi gadis seperti mu"


Wajah Kartika mulai merah padam ada perasaan marah bercampur sedih yang mulai hinggap pada dirinya, namun dia berusaha untuk tidak menangis saat berhadapan dengan tuan Bratayudha.


"Tuan apa anda tidak ingin anak anda bahagia?, dengan melarang hubungan kami bisa membuat Leo tidak bahagia, saya berjanji akan membuatnya bahagia "


Tuan Bratayudha kembali tertawa sinis.


"Nona sadarlah apa yang baru engkau katakan, Leo adalah putra dari keluarga Bratayudha dan dia adalah pewaris tunggal semua bisnis yang ada, dia tidak akan pantas berdampingan dengan mu yang pernah memiliki riwayat seorang putri mafia dan pernah menjadi korban pemerkosan, pendamping putraku haruslah dari keluarga baik-baik, karena dia akan melahirkan keturunan keluarga Bratayudha dan kau tidak pantas bersanding dengannya, tanda tangani surat pernyataan itu dan aku akan memberikan kompensasi yang pantas untukmu, kau masih bisa mendampingi nya selama Leo belum sadarkan diri.