The Story Of Self Harm.

The Story Of Self Harm.
KESADARAN LEO CHANDRA



RUMAH SAKIT NEGARA S


Hari ini sepertinya Lusi sedang bahagia, masakan yang dia masak khusus untuk Rian diterima Rian dengan sangat baik, dengan suasana hati yang bahagia Lusi melangkah kan kakinya menuju ke ruang Unit Gawat Darurat.


Rian sepertinya aku juga sudah mulai menetapkan hatiku pada mu.


Saat Lusi sedang berjalan menuju ruang Gawat Darurat dia melewati ruangan Leo Chandra dari arah kaca luar Lusi melihat Kartika yang begitu setia menemani Leo di dalam ruangan tersebut, sesekali Kartika mengecup kening Leo, memegang tangannya dan meskipun Leo belum sadarkan diri, Kartika tetap mengajak nya berkomunikasi.


Tika tetap semangat yah aku tau saat - saat ini adalah masa - masa sukar yang harus kalian hadapi.


Lusi tidak mau mengganggu Kartika di dalam ruangan tersebut, dan Lusi memilih untuk meneruskan langkahnya menuju ruang Unit Gawat Darurat.


Di lain tempat terlihat Kartika begitu sabar dalam mengurus Leo, meskipun di samping Kartika masih banyak pengawal yang berjaga, namun Kartika seakan tidak mempedulikan mereka.


"Leo sadarlah aku mencintaimu Leo" sesekali Kartika mengusap rambut Leo dan memegang tangannya.


"Nona Kartika pulang lah, nona sudah seharian berada di Rumah Sakit ini dan belum tidur sedikit pun"


Terdengar suara salah satu pengawal memberitahukan Kartika untuk dia beristirahat.


"Pak biarkan aku disini kalaupun aku tidur biarkan aku tertidur di sampingnya"


Pada ahkirnya para pengawal yang di tugaskan tuan Bratayudha tidak melarang Kartika lagi karena mereka sudah menerima perintah dari tuan Bratayudha selama Leo belum sadar tetap biarkan Kartika berada di samping nya.


Dan pada ahkirnya Kartika pun betul - betul tertidur di samping Leo, dengan posisi terduduk dikursi dengan kepalanya di letakkan pada kasur Leo, cukup lama Kartika tertidur dengan posisi seperti itu, sampai ada satu tangan dengan perlahan membelai rambutnya.


Para pengawal yang tau kejadian itu lansung saja membangunkan Kartika.


"Nona Kartika, nona Kartika bangun, nona Kartika bangun"


Kembali terdengar suara para pengawal tersebut membangunkan Kartika dan pada saat Kartika terbangun dia sangat kaget karena melihat Leo membuka mata dan tersenyum kepada dirinya.


"Leo kamu sudah sadar, pak cepat panggil dokter, cepat pak " Kartika memberikan perintah kepada para pengawal untuk memanggil dokter, segera dokter ke ruangan Leo dan memeriksa seluruh kondisi Leo.


" Dokter bagaimana keadaan Leo dok?, nona anda tidak perlu khawatir kondisi tuan muda Leo Chandra saat ini sudah stabil "


Setelah dokter mengatakan hal tersebut dokter segera undur diri dari ruangan Leo, kini hanya tinggal Kartika, Leo dan para pengawal di ruangan itu.


" Leo apa yang kau rasakan saat ini? apa ada yang sakit "Kartika mendekatkan dirinya pada Leo dan memegang tangan Leo.


" Tika sudah berapa lama aku tertidur?, emm mungkin hampir satu bulan Leo"


Astaga apa saja yang sudah terjadi selama aku tertidur.


Namun belum sampai Leo bertanya kepada Kartika dirinya sudah kembali terlelap karena pengaruh obat yang diberikan dokter.


"Leo istirahat lah"Kartika mengecup kening Leo dan bersiap - siap meninggalkan ruangan tersebut untuk memenuhi janjinya kepada tuan Bratayudha jika Leo sudah sadar, maka dia akan segera meninggalkannya "


" Nona Kartika bisa kita bicara sebentar? "


" Nona Kartika ada pesan dari tuan Bratayudha saat tadi kami memberitahukan kepada tuan Bratayudha bahwa tuan Leo sudah sadar, nona masih bisa menemani tuan muda hingga tuan muda betul - betul dinyatakan sembuh dan keluar dari Rumah Sakit, setelah itu tuan Bratayudha sendiri yang akan mengatur kepergian nona untuk lebih aman.


Kartika yang mendengar kebijakan tuan Bratayudha tersebut menangis dan bersyukur bahwa dirinya masih bisa sejenak dapat melihat Leo.


"Baik pak terima kasih sampaikan rasa terima kasih ku pada tuan Bratayudha"


Kartika berusaha untuk tidak menangis namun dirinya tidak kuat untuk menahan nya lagi.


Segera Kartika mengirimkan pesan singkat kepada Rian, Lusi, Marsha dan Dion bahwa Leo sudah sadar dan sudah bisa melewati masa kritis nya


"Tika, Tika apa benar Leo sudah sadar? "terdengar Rian menghampiri Kartika, setelah Rian menerima pesan singkat dari Kartika dan kebetulan jam praktek nya sudah selesai Rian segera bergegas ke ruangan Leo.


"Benar Rian, Leo sudah sadar dari koma dan sudah melewati masa kritis nya, sekarang dia sedang beristirahat di dalam "


Rian sangat senang melihat Leo sahabatnya kembali sadar dan Rian juga senang melihat Kartika kembali tersenyum.


" Tika apa kau sudah beritahukan kepada Lusi, Marsha dan Dion? emm sudah Rian mereka sudah kukirim kan pesan singkat"


Kartika memperlihatkan kepada Rian isi pesan singkat yang dia kirimkan kepada


teman dan kakak kandung nya


"Baiklah Tika, sudah saatnya kamu beristirahat juga pulanlah, disini Leo sudah aman, mari aku antar"


Kartika menganggukan kepalanya dan mulai mengikuti Rian di keluar dari dalam gedung Rumah Sakit tersebut.


Di lain tempat terlihat tuan Bratayudha sedang meremas - remas kertas yang berada di dalam genggaman tangannya.


Antasena jadi kau lah pelaku otak kejahatan dari semua ini, ternyata kau masih hidup dan sekarang merubah semua identitas mu menjadi tuan Dirga, ternyata satu kesalahan besar waktu dulu Yudha Prasetya membiarkan mu hidup hanya karena kau satu - satunya mafia yang memiliki tubuh yang cacat, namun ternyata perkiraan Yudha yang salah kau adalah mafia paling kejam yang sampai saat ini masih menjadi buronan aparat kepolisian.


"Raihan simpan berkas - berkas ini di tempat rahasia, beritahukan kepada semua mata -mata kita yang sudah tersebar untuk terus mengamati orang yang bernama Dirga, katakan pada Rian untuk terus memantau pergerakan Ronald dan Jessica di Las Vegas, baik tuan besar.


Segera Raihan menghubungi Rian dan menyimpan semua berkas - berkas tersebut dalam ruang rahasia tuan Bratayudha.


Dan di lain tempat terdengar amukan dari seorang pria paruh baya kepada para anak buahnya.


"Dasar bodoh kenapa kalian tidak membunuh Leo ditempat saat kalian sudah menabraknya? lihatlah saat ini Leo sudah sadar dan aku yakin dia akan lebih teliti lagi terhadap kita


Plak, plak terdengar suara tamparan dari dalam ruangan tersebut.


"Ampun tuan Dirga, maafkan kami, kami kira tuan Leo sudah mati saat kami menabraknya, namun ternyata tuan Leo masih hidup ampun tuan Dirga"


Plak, plak, plak terdengar suara tamparan itu terus menghajar mereka.


"Kalian tau siapa Leo ha? dia adalah putra dari keluarga Bratayudha, salah satu musuh lama ku selain Yudha Prasetya.


Baik Brata ataupun Yudha mereka adalah sahabat dekat yang sudah lama terpisah kan dan sekarang mereka malah kembali akan bertemu, dengar aku tidak rela jika pertemuan ini terjadi, cepat cari tau keberadaan Yudha dimana supaya aku bisa segera menghabisinya.