
Pagi itu udara sejuk dan Kartika menuju ke Rumah Sakit tempat Leo di rawat, hampir setiap hari supir pribadi tuan Bratayudha yang mengantar jemput Kartika menuju Rumah Sakit.
Perlahan - lahan kesehatan Leo semakin membaik dan beberapa hari lagi Leo akan segera diizinkan keluar dari Rumah Sakit.
"Tuan Leo apakah anda tidak ingin menghubungi ayah anda tuan Bratayudha, karena sejak anda sudah sadar, anda sama sekali belum menghubungi tuan Bratayudha, beliau hingga sampai saat ini masih berada di Negara S memantau kesembuhan tuan Leo"
Terdengar salah satu pengawal kepercayaan tuan Bratayudha yang berada disana mulai meminta Leo mempertimbangkan untuk menghubungi tuan Bratayudha.
"Saya pasti akan menghubungi papa, namun tidak untuk saat ini, pak apakah Kartika siang ini akan kemari?
Tentu tuan Leo, nona Kartika pasti akan datang saat ini supir dari tuan Bratayudha sedang menjemput nya..
Leo menganggukan kepala dan mencoba untuk segera menghabiskan makan pagi yang di berikan khusus dari pihak Rumah Sakit atas permintaan Leo.
Pa terima kasih engkau telah melakukan ini semuanya, termasuk menggantikan aku melindungi Kartika, Leo janji begitu Leo keluar dari Rumah Sakit, Leo akan segera menemui papa.
"Dooorr" Kartika mengangetkan Leo yang saat itu sedang melamun.
"Hai sayang apa yang sedang kau pikirkan? sehingga kau tidak menyadari kehadiran ku"
Kartika masuk ke dalam ruangan dan mengecup kening Leo,saat ini Leo sedang membutuhkan kehadiran Kartika dalam masa kesembuhan nya, karena di situlah letak semangat seorang Leo Chandra.
"Emm aku merindukanmu Tika, kemarilah aku ingin memeluk mu"
Kartika segera mendekatkankan dirinya kembali ke Leo dan membiarkan Leo memeluk nya.
"Tika berjanjilah padaku bahwa engkau akan selalu bersama dan tidak akan meninggalkanku"
Sejenak suasana ruangan menjadi hening saat Leo meminta untuk Kartika tidak pergi meninggalkan dirinya, Kartika hanya bisa diam menbisu dalam dekapan seorang Leo Chandra.
"Tika, Tika kenapa kau diam saja? apakah permintaanku ini terlalu berat untuk mu? "
Leo sedikit mengguncang kan tubuh Kartika dan pada ahkirnya Kartika mulai berbicara, dia melepas pelukan Leo dan sekarang tubuh mereka berhadap - hadapan.
" Leo sayang ketika seseorang sedang jatuh cinta, pasti mereka menginginkan untuk dekat dengan pasangannya, begitupun juga diriku yang tanpa diminta oleh mu aku pasti tidak ingin meninggalkan dirimu, namun kita tidak pernah tau takdir kita pada ahkirnya seperti apa, mari kita serahkan semuanya kepada Tuhan"
Leo memandang Kartika dalam - dalam di pikirannya seperti terbersit bahwa ucapan Kartika mengandung suatu maksud, namun beberapa saat dia kembali memeluk Kartika dan mencoba percaya padanya dan bukan pada pemikirannya sebagai seorang penyidik.
"Baiklah sayang aku percaya padamu, I LOVE YOU Kartika, kaulah jantung hatiku saat ini dan kaulah nafas hidupku, aku tidak tau apa yang harus aku perbuat jika engkau pergi meninggalkanku"
Maafkan aku Leo, mungkin hari ini terakhir kalinya aku berada di samping mu, karena esok hari saat engkau ke luar dari Rumah Sakit, berarti sudah waktunya aku untuk pergi ke Negara L dan memulai hidup yang baru dengan identitas yang baru.
"Emm Leo apakah dokter sudah betul - betul memutuskan untuk kau bisa keluar dari Rumah Sakit"?
Kartika menatap Leo dan membelai rambutnya.
"Iya sayang, besok aku akan pulang dan kita akan memiliki waktu yang banyak untuk berkencan"
Leo kembali memeluk Kartika dan pada ahkirnya mulai menciumin bibir Kartika dengan lembut, para pengawal segera mengerti situasi ini dan memilih untuk berada di luar ruangan Leo.
Leo terus mencium Kartika tanpa henti sehingga Kartika susah untuk bernafas.
"Hosh, hosh, astaga Leo kenapa kau agresif sekali dalam mencium? aku sampai sulit untuk bernafas"
Kartika mengatakan itu sambil tersenyum, dirinya ingin betul - betul menikmati hari ini bersama dengan Leo, untuk itulah Kartika membiarkan Leo mencium dirinya berkali-kali.
"Hahaha nona Kartika Gadis ku yang paling aku cintai nampaknya kau masih belum mahir untuk melakukan ciuman apa aku perlu mengajarkan nya sekali lagi? "
Mata Leo menatap nakal kepada Kartika yang masih berada di dalam pelukan nya.
" Emm cobalah tuan Leo, jika anda berhasil mengajari aku berciuman maka anda adalah pria yang hebat.. Pfffffzzz"
Belum sempat Kartika berkata - kata, Leo sudah kembali mendaratkan ciuman di bibir Kartika dan pada hari itu di dalam ruangan Rumah Sakit tersebut Kartika dan Leo berciuman dengan gairah cinta yang membara, sedangkan untuk Kartika pribadi ini adalah sebuah ucapan selamat tinggal untuk Leo Chandra.
"Sayang istirahatlah, supaya saat kau besok keluar dari Rumah Sakit ini aku dapat melihat badanmu yang semakin sehat"
Kartika mengecup kening Leo dan menunggui Leo sampai dia tertidur, tangan Leo sama sekali tidak melepaskan Kartika meskipun Leo sudah tertidur lelap.
Maafkan aku Leo Chandra,aku harus pergi semua demi kebaikanmu.
Perlahan - lahan Kartika melepas genggaman tangan Leo dan mengecup keningnya serta meninggalkan ruangan tersebut, Kartika mencoba dengan kuat untuk menahan air matanya supaya tidak menangis.
"Nona kami sudah menyiapkan segala keperluan nona untuk berangkat, kami juga yang akan memberitahukan kepada keluarga nona mengenai perihal kepergian nona, saat ini tuan Hendra dan nyonya Sarah sudah diantar ke di Swiss untuk menetap di sana beberapa saat sampai situasi kembali aman"
Kartika hanya menanggukan kepala mendengarkan penjelasan pengawal tuan Bratayudha dan terus berjalan mengikuti para pengawal tersebut dengan perasaan yang kacau karena dia meninggalkan cintanya.