The Story Of Self Harm.

The Story Of Self Harm.
PERSETRUAN HATI



Leo mencoba untuk menenangkan hati Kartika, namun dari lubuk hatinya yang paling dalam dia sangat khawatir bahwa Ronald tidak akan selamat.


Leo terus memeluk Kartika yang masih begitu gemetar dan begitu ketakutan atas apa yang sudah di alami dirinya


Sadar bahwa kekasih yang dia cintai sedang tidak stabil, segera Leo meminta para pengawal untuk mendampingi Kartika dan meminta mereka mengantarkan Kartika ke dalam helikopter milik keluarga Bratayudha yang masih berada di sana


"Sayang para pengawal akan mengantarkan mu ke dalam helikopter, istirahat lah disana, aku akan kembali bersama dengan mu jika aku sudah menyelesaikan hal ini"


Leo mendaratkan ciuman mesra nya kepada Kartika.


"Baiklah aku akan masuk ke dalam helikopter tersebut, kau berhati - Hati lah"


Kartika segera berlalu dari hadapan Leo, sementara itu Leo masuk ke tempat kejadian perkara di dalam sana sudah ada para penjahat bertopeng yang sudah di ikat oleh para pengawal bayangan milik keluarga Bratayudha


"Tuan muda, apa yang akan kita lakukan pada mereka, mereka sama sekali tidak mau menjawab pertanyaan kita"


Leo yang sudah mengetahui rencana dari Dirga mulai maju mendekati mereka satu per satu sambil berpikir.


Jika aku melakukan tanya jawab pada mereka maka Dirga akan dengan mudah membunuh mereka lewat setiap alat pelacak yang saat ini berada dalam tubuh mereka, aku harus berhati - hati dalam menghadapi Dirga.


Bawa mereka kembali ke Negara S, segera hubungi Laura dan minta mengurus mereka semua, tempatkan mereka pada ruang bawah tanah milik keluarga Bratayudha dan berikan makanan yang layak pada mereka"


"Baik tuan muda"


Pada akhirnya semua penjahat bertopeng tersebut di bawa oleh para pengawal bayangan menggunakan pesawat jet pribadi milik keluarga Bratayudha kembali ke Negara S, Leo memberikan surat untuk Laura yang isinya jangan terlalu banyak bertanya terhadap mereka, karena kelompok Dirga bisa membunuh nya.


Setelah Leo selesai mengurus semuanya, dia teringat akan kekasihnya Kartika yang masih menunggu dirinya di dalam Helikopter, tiba-tiba perasaan Leo begitu merindukan Kartika, rindu akan terpisahnya dengan kekasih yang amat dia cintai


Segera Leo menyusul Kartika masuk ke dalam helikopter.


"Arahkan helikopter ini ke Rumah Sakit tempat Ronald melakukan penangangan"


"Baik tuan muda"


Leo memberikan arahkan kepada salah satu pengawal yang mengemudikan helikopter tersebut, saat Leo masuk Kartika memberikan senyuman yang manis kepada dirinya.


"Sayang aku kira ini semua hanya mimpi, aku kira aku tidak akan melihat mu lagi, aku kira kita akan terpisah dan tidak akan bertemu kembali"


Leo memeluk Kartika dan Kartika menangis di dalam pelukan Leo tersebut, rasa rindu yang amat dalam kepada lelaki nya sedang menyergap seorang wanita yang telah lama ditinggal kan oleh sang pria tersebut


Leo mengerti sekali alam perasaan Kartika, karena saat ini dia juga merasakan perasaan yang sama.


"Sayang maafkan aku yang belum bisa untuk menemui dirimu, maafkan aku yang selama beberapa saat membiarkan mu menangis dan meratapi kerinduan mu seorang diri, ketahuilah aku juga tersiksa akan hal ini"


"Sayang bagaimana keadaan Ronald apakah kau betul - betul yakin bahwa dia akan baik - baik saja? sebenarnya apa rencana musuh sampai dia tega menyakiti kita semua seperti ini?"


Leo menatap mata Kartika dalam - dalam, ingin sekali dia berbagi cerita pada kekasih yang dicintainya itu, namun saat ini Leo belum bisa melakukan hal tersebut, karena di dalam tubuh Kartika masih terpasang alat pelacak, jika sedikit saja Leo bercerita tentang rencana musuh dikhawatirkan mereka akan bisa mendengarkan nya.


"Sayang aku begitu merindukanmu, bisakah untuk sejenak aku memeluk dirimu tanpa adanya banyak pertanyaan, aku sedang tidak ingin menjawab banyak untuk saat ini"


Kembali Leo memeluk dan mencium Kartika, Kartika melihat wajah pria yang dicintainya tersebut, ada segurat rasa lelah yang terpancar dari diri lelaki yang dicintainya itu, Kartika membalas pelukan Leo dan membiarkan Leo terdiam dan tenggelam di dalam pelukan gadis yang dicintainya.


Maafkan aku sayang yang belum bisa menceritakan keadaan yang sebenarnya, para musuh bisa membuatmu kembali celaka jika mereka tau semuanya.


Perjalanan menggunakan helikopter tidak berlangsung lama, tepat beberapa saat helikopter mendarat di bagian atas gedung dari Rumah Sakit tersebut, segera setelah itu Kartika dan Leo turun dari dalam helikopter menuju ke ruang Unit Gawat Darurat di mana saat ini Ronald sedang di tangani.


Sesampainya di ruang Unit Gawat Darurat mereka melihat Jessica duduk dan menangis seorang diri di sana.


Kartika dan Leo segera menghampiri Jessica, dan duduk di sisi kanan dan kirinya.


"Jessica bagaimana keadaan Ronald, Jes apa kau mendengarkanku"


Leo berusaha menguncang bahu Jessica berkali-kali, namun Jessica sama sekali tidak merespon ucapan Leo, dia hanya menangis dan tetap menangis.


"Jes kau dengar aku? "


Jessica seketika menoleh melihat wajah Leo, Leo yang tiba - tiba berteriak di samping Jessica menyadarkan dirinya.


" Aku tidak akan berbicara padamu selama kau mengajak dia, dia yang menyebabkan semua ini terjadi, jika bukan gara - gara dia Ronald tidak akan seperti ini, jika bukan gara-gara dia semua orang tidak mungkin mengalami kesulitan demi kesulitan, kau tau Ronald akan menjadi seorang Ayah,aku hamil Leo dan aku belum mengatakan kehamilan ku kepada Ronald aku menunggu waktu yang tepat


Rencana setelah dia berhasil diselamatkan aku akan memberitahukan kehamilan ku ini kepada Ronald dan kita akan segera menikah, namun apa yang sekarang terjadi?semua gara-gara dia, calon Ayah dari bayi yang aku kandung mengalami keadaan yang kritis dan belum sadarkan diri, semua gara-gara dia"


Jessica menangis histeris sambil menunjuk-nunjuk wajah Kartika, Jessica begitu khawatir akan keadaan Ronald dan Jessica yang sedang hamil belum memberitahukan kehamilan dirinya kepada Ronald dan melihat keadaan Ronald yang seperti itu semakin membuatnya terluka


Sedangkan Kartika yang mendengarkan semua ini, hanya bisa menangis tanpa berkata - kata dia sadar bahwa keberadaan dirinya membuat banyak orang yang cintai terluka, dia sadar bahwa ini semua akibat perbuatan dirinya


Hatinya bertambah sakit ketika dia mengetahui bahwa Jessica sedang mengandung dan melihat keadaan Ronald yang masih seperti itu.


"Jes maafkan aku, semua ini salahku, maafkan aku Jes maafkan "


Kartika berlutut di hadapan Jessica sambil menangis, saat ini Leo diperhadapkan dalam situasi yang cukup sulit dimana dia harus menjadi penengah antara kedua wanita yang sangat berarti dikehidupan nya


Satu adalah kekasih, dan satu adalah sahabat baiknya, dua orang wanita ini adalah wanita yang sangat luar biasa dihadapan Leo