The Story Of Self Harm.

The Story Of Self Harm.
RENCANA



Jadi Jes apa yang sedang kau rencana kan?


Ronald, Leo apakah kalian berpikir jika sebentar lagi mereka akan menghubungi Leo dan akan mencoba untuk menekan dirinya?


Maksudmu Jes?


Leo aku yakin yang menculik Kartika saat ini bukanlah Dirga, yang bekerja saat ini masih anak buah Dirga


Lalu Jes apa yang harus kita lakukan?


Ronald siapakan peralatan canggih mu kita akan tunggu disini sampai para penculik itu menghubungi Leo"


Pada akhirnya mereka menunggu si penculik untuk menghubungi dokter Leo beberapa jam mereka berada di ruang bawah tanah tersebut sampai pada jam yang kesekian pada akhirnya ponsel dokter Leo berdering dan setelah dokter Leo melihat dia mendapatkan nomor tak dikenal.


"Jes, Ron ada nomor yang meminta ku untuk melakukan video call"


"Ron siapakan peralatan mu untuk kita bisa melihat jejak mereka


Oke Jes semuanya sudah aku siapakan


Leo angkat Video call tersebut"


Setelah Jessica mengatakan hal itu Leo segera mengangkat Video Call itu dan saat sambungan terhubung terlihat sebuah ruangan dengan sinar lampu yang remang-remang disana banyak laki-laki bertopeng dan mata mereka tertuju pada sosok seorang wanita tertidur dengan kaki dan kedua tangan nya yang terikat dan sosok wanita tersebut adalah Kartika.


Dokter Leo hampir kehilangan kendali ketika dia melihat Kartika dalam keadaan seperti itu, rasa marah dan ingin membunuh mereka ketika dokter Leo melihat calon istrinya diperlakukan seperti itu


Jessica dan Ronald mencoba untuk menepuk-nepuk bahu dokter Leo mereka mengisyaratkan untuk dokter Leo tetap tenang melihat video tersebut, tanpa sepengetahuan mereka komputer canggih Ronald yang diam - diam sudah dia hubungkan dengan ponsel milik dokter Leo mulai mendeteksi wajah mereka satu per satu Ronald membiarkan alat canggih nya itu mulai bekerja.


"Halo dokter Leo, kau pasti tau siapa wanita yang berada bersama dengan kami saat ini"


Terlihat salah satu pria bertopeng mendekati Kartika dan membelai rambutnya


Hati dokter Leo menjadi panas ketika dokter Leo melihat pria bertopeng tersebut menyentuh Kartika, namun dokter Leo mencoba untuk tetap tenang


"Siapa kalian dan apa yang kalian inginkan sehingga kalian menculik wanita tersebut?,"


"Hahahah kau tau kami adalah para laki-laki yang sudah memperkosa gadis cantik ini, kami sudah pernah merasakan tubuhnya dan kami sangat puas, kami bisa mencium, mencumbu setiap bagian-bagian tubuh gadis yang saat ini bersama dengan kami


" Katakan apa yang kalian inginkan? "berani kalian kembali menyentuh gadis tersebut, maka kalian akan mati"


"Hahaha kami bisa saja melakukan nya sekarang dan kami akan mengirimkan video tersebut kepadamu, kau lihat di tanganku ada obat perangsang dosis paling tinggi, obat ini bisa saja aku berikan kepada dirinya dan kami tidak perlu repot - repot untuk memaksa dia ataupun memperkosanya kembali, karena dia yang akan bertekuk lutut kepada kami hahahaha"


"Katakan apa yang kau inginkan!!! "


Kau juga harus tau esok hari obat bius yang kami gunakan sudah mulai habis jadi gadismu akan kembali tersadar, kau bisa bayangkan betapa dia akan sangat ketakutan ketika dia sadar dalam keadaan semuanya terikat dan dia juga akan sangat ketakutan karena dia kembali berhadapan dengan kami para pemerkosa yang pernah melakukan itu padanya"


Setelah mereka melakukan video call tersebut, para penculik langsung menutup panggillan mereka.


Dokter Leo memukul mukul kedua tangannya di atas meja,amarah yang begitu dalam melanda dirinya yang saat ini merasa tidak bisa berbuat apa - apa mengetahui kondisi Kartika yang seperti itu.


"Leo tenanglah kami mengerti perasaan mu, tapi kau harus tenang karena sekarang saatnya kita mengatur strategi untuk pembebasan Kartika"


"Ron bagaimana apakah kau sudah bisa melacak posisi mereka ada dimana?


"Tenang Jes semua yang kita butuhkan sudah ada lihatnya"


Dokter Leo dan Jessica melihat ke arah laptop Ronald dan disana sudah dapat dilihat dengan jelas lokasi mereka saat ini.


"Baik Jes, Ron aku mengerti apa yang harus aku lakukan


Tunggu Leo kau jangan gegabah, saat ini Kartika ada bersama dengan mereka salah sedikit maka Kartika yang akan kena imbas nya dia akan mengalami trauma pemerkosaan untuk yang ke dua kali dan itu akan memperburuk keadaan mental nya


Lalu apa yang harus kita lakukan Jes?


Ada yang bisa kita lakukan Ron, yaitu penyamaran tetap kita hadirkan tuan Yudha tapi itu tuan Yudha palsu


Aku mengerti maksud mu Jessica, kau pasti meminta ku untuk menyamar menjadi tuan Yudha Prasetya kan haha?


Haha tepat sekali Ron kebetulan aku membawa semu perlengkapan penyamaran yang bisa membantu kita untuk melakukan penyelamatan ini"


"Aku mengerti Jes aku akan datang bersama tuan Yudha palsu dan pura-pura menukar Kartika padanya, setelah Ronald berada di tangan mereka maka semua pengawal bayangan akan bergerak untuk membantu kita


Tepat sekali Leo, jadi apa yang kita tunggu kita akan mempersiapkan rencana kita ini, untuk sementara kita akan menggunakan ruang bawah tanah ini dalam persiapan nya"


"Kau benar Jes untuk saat ini ruang bawah tanah ini adalah ruangan paling aman untuk kita mempersiapkan rencana kita, ruangan ini juga langsung terhubung dengan halaman depan "


" Baiklah Leo kita akan melakukan persiapan dari sekarang, berhati-hatilah dalam berbicara saat ini diluar sana tembok pun sedang mencoba mendengar setiap pembicaraan kita"


Dan pada akhirnya setelah mereka bertiga melakukan diskusi yang panjang untuk langkah penyelamatan Kartika mereka kembali pada ruang utama seperti sedang tidak terjadi pembicaraan yang serius.


Di lain tempat nampak tuan Dirga sedang mengawasi setiap sudut rumah yang saat ini di tempati dokter Leo, berkat Sita yang sudah memasangkan Camera kecil di dalam setiap sudut ruangan membuat tuan Dirga dapat memantau semua yang berada di dalam ruangan tersebut, namun tuan Dirga tidak mengetahui jika di dalam rumah itu memiliki ruang bawah tanah yang canggih dengan pengamanan tingkat tinggi.


"Aku akan mengikuti permainanmu dokter Leo, aku tau kau adalah salah satu penyidik di kepolisian yang sangat handal berhadapan denganmu cukup tidak mudah, namun bukan Dirga namanya jika tidak bisa berhadapan dengan siapapun hahaha".