
NEGARA L
Selamat pagi nona Kartika, waktunya untuk sarapan pagi.
Terdengar suara nona Sita, dia adalah pelayan pribadi wanita yang ditugaskan oleh tuan Bratayudha untuk menemani Kartika di negara L.
Tempat tinggal Kartika adalah sebuah rumah minimalis yang cantik serta dihiasi banyak bunga di taman kecil yang berada di halaman rumah tersebut.
Negara L yang letaknya diantara pegunungan membuat udara di Negara tersebut sangat sejuk, mata pencarian penduduk disana adalah berkebun, Negara L adalah sebuah negara kecil dengan jumlah penduduk yang tidak begitu banyak.
"Selamat pagi Sita, baiklah Sita setelah aku mandi maka aku akan segera ke meja makan untuk sarapan, terima kasih Sita"
Nona Sita pun undur diri dari kamar Kartika.
"Selamat pagi Negara L, tidak terasa aku sudah tinggal di Negara ini lebih dari sebulan, aku rindu ingin pulang, aku rindu om Hendra, tante Sarah, Dion, Lusi, Rian, Marsha dan aku merindukan kekasihku dokter Leo
Sayang semoga kau baik - baik saja di sana, aku selalu berharap keajaiban dapat mempertemukan kita lagi"
Kartika terus mengucapkan kerinduan - kerinduan nya setiap pagi,kepada semua orang yang dia cintai di Negara S, setiap dia berada di kamar mandi dia selalu mengucapkan hal tersebut ditemani oleh sepasang cermin yang selalu di ajak nya bicara.
Setelah selesai mandi Kartika menggunakan baju santai yaitu satu long dress warna biru dan segera turun menuju lantai satu ke tempat meja makan dimana para pelayan sudah menghidangkan sarapan untuknya
"Sita kemarilah seperti biasa makanlah semeja denganku, kau bukan pelayan disini tapi kau adalah temanku
Tapi nona saya akan merasa lancang makan di meja dengan anda, bagaimana pun juga nona adalah tamu dari tuan Bratayudha dan tuan Bratayudha sudah memesan kepada kami semua untuk menjaga nona Kartika selama berada disini
Sita kalian sudah sangat menjaga diriku dengan sangat baik,duduklah temani aku makan, ini perintahku pada mu Sita
Bbbbaik nona Kartika"
Dan pada akhirnya Kartika mengajak Sita serta semua pelayan yang ada disana untuk sarapan bersama.
"Selamat pagi nona Kartika bagaimana kesehatan anda pada pagi hari ini?"
Dokter Anita datang ke kediaman tempat Kartika berada dan masuk ke dalam ruangan tempat Kartika dan para pelayan makan
"Hai dokter Anita, kesehatan ku sudah jauh sangat lebih baik, dokter mari bergabung dengan kita untuk sarapan
Tidak nona terima kasih, nona ini ada beberapa resep spesial yang sudah saya tuliskan kepada nona, bacalah saat nona sudah selesai sarapan
Baik dokter terima kasih atas segala perhatiannya
Saya permisi nona Kartika, saya harus kembali ke Rumah Sakit"
Dokter Anita pun kembali meninggalkan kediaman Kartika, hampir setiap hari dokter Anita mengunjungi Kartika untuk memastikan kesehatan nya dan pagi ini dokter Anita kembali mengunjungi Kartika dengan satu misi tertentu yang diberikan dari dokter Leo lewat resep spesial yang di tuliskan untuk nona Kartika
"Hmmm kenapa bentuk kertas dari resep ini sedikit berbeda yah? "Kartika memandang satu kertas yang memiliki banyak lipatan.
Perlahan - lahan Kartika membuka isi kertas tersebut dan seketika dia terkejut melihat siapa yang menulis dan apa isi surat tersebut, Kartika menutup mulutnya sambil menangis bahagia, dia mengangguk perlahan tanda bahwa dia setuju dengan semua isi surat tersebut.
Lansung Kartika mengambil pena dan kertas di dalam kamar nya dan bersiap untuk menuliskan balasan dari isi surat itu
Kekasihku aku juga sangat merindukan mu, separuh jiwaku pergi ketika aku disini tanpa dirimu, aku menerima dan setuju dalam setiap rencana mu, karena ini yang terbaik untuk kita berdua dan untuk semua orang yang kita cintai saat ini
LOVE :Kartika Wulandari
Demikian isi surat balasan dari Kartika, seketika itu juga Kartika meminta salah satu dari pengawal untuk membawa surat balasan ini kepada dokter Anita untuk segera disampaikan kepada dokter Leo.
Sementara itu Kartika terus menangis terharu mendapatkan surat dari dokter Leo dan tentang rencana pernikahan mereka serta sudah di temukan nya tuan Yudha Prasetya dan saat ini tuan Yudha sudah aman bersama dengan kekasihnya.
NEGARA S
Beberapa jam berlalu pada akhirnya surat balasan Kartika sudah sampai ke tangan dokter Leo, dokter Anita mengirimkan surat itu berserta dengan keberangkatan tim medis ke Negara S, sehingga tidak ada sedikitpun yang curiga, dokter Anita menyampaikan sendiri surat itu kepada dokter Leo saat berada di Rumah Sakit Negara S.
"Dokter Anita terima kasih atas bantuan mu,aku sangat terbantu akan hal ini
Dokter Leo jangan sungkan - sungkan terhadap ku, kami akan dengan senang hati membantu dokter Leo, baiklah dokter Leo saya harus segera menuju ruang praktek saya di lantai satu"
Dokter Anita keluar dari ruangan dokter Leo, dan dokter Leo segera membuka isi surat balasan tersebut
Wajahnya tersenyum ketika dia tau bahwa Kartika Wulandari setuju dengan setiap keputusan yang di buat nya.
"Laura kali ini siapkan keberangkatan ke Negara L, aku akan berangkat lusa
Baik tuan Leo, ada lagi yang perlu kusiapkan?
Carilah gaun pengantin dan segala macam perlengkapan nya nanti langsung bawakan dalam keberangkatan ku ke sana, siapkan pengawalan yang ketat karena aku akan membawa tuan Yudha Prasetya.
Maksudnya tuan Yudha juga akan ikut tuan?
Iya bahkan tidak hanya tuan Yudha Prasetya yang akan ikut, namun papa dan semua orang terdekat akan ikut terbang ke Negara L, karena aku akan menikah dengan Kartika"
Nona Laura hanya memandang dokter Leo dan tak terasa hatinya sangat sakit mendengar bahwa dokter Leo akan menikah dan menempuh perjalanan berbahaya ini demi seorang gadis, namun nona Laura mencoba mengendalikan emosi nya dan tetap menyiapkan segala keperluan dan kebutuhan selama berada di Negara L nanti
Dokter pada akhirnya aku melihat hari ini akan terjadi,dimana aku akan merasakan patah hati karena mu. Seandainya dokter tau bahwa aku sangat mencintai dokter dan untuk alasan itulah aku tetap bekerja di Rumah Sakit Negara S ini meskipun tuan Bratayudha sudah menawarkan banyak pekerjaan untuk ku, namun cinta mu pada nona Kartika ternyata sangat besar.
Nona Laura sesekali menghapus air mata nya dan berjalan keluar ruangan dokter Leo, nona Laura mencoba untuk tetap tegar meskipun dia tau bahwa cinta nya kini sudah bertepuk sebelah tangan