THE STORY OF MIRUGAN

THE STORY OF MIRUGAN
#7.Kepo Dengan Kelasnya.



Hari Selasa pada jam istirahat mereka berempat (Raisa,Melmel,Tuti,Ekaau) traveling, dan Afe tidak ke Kantin karena membawa bekal dari rumah. Akhirnya Rania pergi ke Kantin sendiri, ketika menuju kantin


dalam hati Rania. “Semoga aja ada kak David di Kantin.” Ketika sampai di depan pagar Kantin...


“Aduuh ada Kak David lagii, udah gitu gue sendiri, balik lagi aja kali yaa?, eh jangan deh tapi kan gue mau lihat kak David yang ganteng itu, malu banget ih kalau sampe gue teriak-teriak sendiri. Ya udahlah jalan aja, lagian dia juga lagi menghadap meja.”


   Setelah Rania masuk ke Kantin Rania senyum-senyum sendiri melewati kak David, dan ada yang


memanggilnya.


“Rania.” Panggil Tara yang duduk di sebelah kak David.


“Iya.” Jawab Rania, menolehkan kepala ke arah Tara.


“Lihat deh samping aku siapa.” Ujar Tara.


“Iya aku juga tau, duluan yaa.”


     Setelah membeli makanan, Rania langsung ke kelas dan melewati kak David dan Tara lagi.


“Rania, mau minta foto gak sama kak David.” Ujar Tara sambil menolehkan pandangannya ke arah kak David.


“Ngga!.” Jawab Rania sambil menggeleng-gelengkan kepala dan salah tingkah.


“Hahaha.”


    Ketika keluar dari kantin Rania langsung lari ke kelas.


“Dari mana lu?.” Tanya Raisa yang kembali ke kelas untuk mengambil air minum nya.


“Dari kantin gue, ketemu kak David dong gue.” Jawab Rania.


“Lah kak David di kantin?.” Ujar Raisa dan Melmel.


“Sialan udah kita tungguin lama banget tadi di lantai 3, gak tau nya di kantin, lu kenapa


gak bilang dah?.” Ujar Raisa, ketus.


“Yah kan tadi lu, gue ajak ke kantin, tapi lu lebih milih buat traveling aja.”


“Ya udah, ayok ke kantin.”


“Idih ogah banget, gue mau makan!.”


   Rania,Melmel,Tuti dan Ekaau diajak ke kantin oleh Raisa, tetapi mereka tidak ada yang mau. “Yahh yakin gak ada yg mau lihat kak David?, masa gue sendiri.”


“Mager ah.”


“Sa, nanti lu agama ya?, kamu volly fe?.” Tanya Rania.


“Iya, kenapa emang?.” Jawab Raisa.


“Iya Ran.”


“Nanti gue sama Melmel mau main di kelas sampe jam 4 an lah, ya udah sekalian nungguin


kalian pulang aja, lu pulang jam berapa sa?, kamu pulang jam berapa fe?.”


“Jam 15.00. nah ya udah gak apa apa tuh, biar gue pulang ada barengannya.” Jawab Raisa.


“Aku pulang volly jam 5 an Ran.” Jawab Afe.


“Lah? Sore banget.”


“Maka dari itu nanti kamu duluan aja gak apa apa.”


“Serius nih?”


“Iya.”


“Ya udah.”


        Pada pukul 13.30 Kring!! (bel pulang sekolah berbunyi).


“Ran, ke parkiran yok!!, lihat kak David hehe.” Ujar Raisa.


“Lah ayook.”


“Ran, ikut dong...aku juga mau lihat kak David.” Ujar Melmel.


      Ketika keluar kelas tiba-tiba ada Bu Lucky (guru Agama Kristen).


“Raisa kau mau kemana?, masuk kelas samping ya!.” Tanya Bu Lucky dan menyuruh Raisa masuk kelas.


“Iya bu ini saya mau pindah ke kelas samping.” Jawab Raisa gugup.


“Ya sudah ibu tunggu ya.” Ujar Bu Lucky dan masuk ke kelas samping.


“Yah lu gak jadi ikut nih sa?.” Tanya Rania dan Melmel.


“Iyaa, ya udah lu berdua aja sana! Cepetan nanti kak David ke buru pulang duluan.”


“Iya iya.”


  Dan akhirnya Rania dan Melmel berlari menuruni tangga...”Semoga aja kak David belum pulang deh.”


“Ran, kira-kira rumah kak David dimana ya?.” Tanya Melmel.


“Lah mana aku tau Mel.”


     Setelah sampai di lobby sekolah...”Kak David, mel! Kejar!.”


 Akhirnya mereka berdua pun berlari menuju pos satpam sekolah kami.


“Mana si Ran, si kak David?” Tanya Melmel.


“Ih itu lagi ngambil sepeda nya!, cakep banget si mel ya ampun...itu itu lagi ngeluarin sepeda nya.”


“KAK DAVID!.” 


“HAY DAVID GANTENG...” Jerit para fans nya.


“Mell itu kak David lewat! Jangan mau kalah ama yang lain mel, panggil-panggil!...   HAY KAK DAVID GANTENG!!!.  ” Jerit Rania sambil melambaikan tangan dan Melmel yang pemalu itu hanya senyum dan malu karena punya teman seperti Rania. “Ih Rania...malu-maluin aja ih.”


“Ya elah Mel...yang kayak gitu bukan aku aja kalii, tuh lihat cewek-cewek yang pada berdiri disitu, tadi pas kak David lewat mereka juga pada teriak, bayangin aja coba...fans kak David tuh banyak banget udah gitu dia


takut sama cewek pula, gimana kita bisa akrab sama dia...boro-boro akrab, foto aja belum tentu dia mau.”


“Rania, pokoknya kita harus foto sama kak David duluan...gak boleh sampe ada orang lain yang duluan foto sama kak David.”


“Yah tapi susah mel! Dia aja gak suka foto, masa iya mau kita paksa.”


“Kita minta bantuan sama temen deket nya kak David Ran!.”


“Siapa? Kak Farel? Kak Miftah?.”


“Iya.”


“Yah tapi gimana cara nya Melmell, kamu mau chat dia di Instagram atau di WhatsApp?, kalau kak Farel aku punya nih nomornya, tapi emang kamu berani.”


“Udah deh nanti kita omongin ini pas Raisa selesai pelajaran Agama nya.” Menarik tangan Rania dan meninggalkan pos satpam tersebut.


    Sesampai di kelas Rania dan Melmel langsung mencari tau satu per satu dari teman kak David itu. “Ran, nama


lengkap kak Farel itu siapa si?.”


“Kayaknya si Fida pernah bilang sama aku deh, namanya kalau gak salah ‘Farel Khairul’, cari Mel nama instagram nya.”


“Tuh langsung ada Ran.”


“Heleh kamu berani chat dia?.” Tanya Rania ketus.


“Kagaa, kamu lah yang chat dia.” Jawab Melmel sambil tertawa.


“Idih ogah, mending kita cari tau sendiri aja mel, udah jam 15.00 Mell kok Raisa belum pulang sii.”


“Dor!.” Seketika Raisa datang dan langsung mengejutkan kami berdua.


“Tuh dia anak nya dateng, udah selesai lu sa?.” Tanya Melmel.


“Udah, gimana-gimana tadi ketemu sama kak David nya.” Tanya Raisa penasaran.


“Yah biasa sa, kak David mah di panggil-panggil gitu sama cewek-cewek.” Jawab Rania.


“Ahh tadi mending gue ikut aja deh.”


“Masih bisa besok saa, jadi santuy aja.”


“Iye.”


“Sa, lu tau nama Facebook nya kak Miftah yang di sukain sama si Ekaau itu?.”


“Iya tauu, namanya ‘Miftahul’ coba aja cari.”


“Lah maka dari itu gue bingung banget dia itu SMP dimana...apa jangan-jangan di winus yaa.” Jawab Raisa.


“Mana mungkin di winus, waktu kita kelas VII aja gue gak pernah liat dia, lu juga gak pernah liat kan? Kalau kak Farel yah sering liat lah kita.”


“Iyasii, kan waktu kelas VII kita anti keliling Ran, waktu ada kak david doang kita baru suka keluar-keluar kelas.”


    Lalu Melmel menemukan nama facebook kak Miftah. “Ketemu Saa.”


“Lah lihat deh ini dia lagi foto di kelas, kok kelas nya mirip kelas yang di bawah si?.” Ujar Rania.


“Lah iyaya ini mah beneran kelas winus Ran.” Ujar Raisa dan Melmel.


“Lah iya coba.” Jawab Rania sambil tertawa.


“Tapi kok gue kaga pernah liat dia sii, kalau berangkat sekolah ataupun pulang sekolah kan rumah gue sama rumah dia deketan, Cuma beda gang.” Ujar Raisa.


“Ya udah lah gpp gak penting juga si.” Jawab Rania.


“Ran, kan kak David gak punya WhatsApp ya...kalau Instagram atau facebook punya gak ya?.”


        Seketika Rania ingat apa yang pernah di bilang Tara.


“Ya ampun Mell, aku baru inget...waktu itu Tara pernah bilang sama aku, katanya kak David itu gak punya handphone jadi dia itu gamers, main game nya di warnet, dia gak punya kayak sosmed gitu yah contohnya Instagram,Facebook.”


“Emang iya Ran?, dia gamers?.” Tanya Raisa dan Melmel.


“Iyaaa.”


   Kemudian Raisa mengatakan. “Eh kapan-kapan kita kelas kak David yok.”


“Idih ngapain, malu-maluin aja, nanti kita disindir-sindir temennya lagi.” Ujar Melmel.


“Lah gpp Mel!, biar kita tau semua tentang dia, mungkin aja ada buku nya dia yang ketinggalan, ngapain nungguin besok-besok...sekarang aja yok!, mumpung udah pada pulang semua.” Ujar Rania dan Raisa.


“Yakin gak ada temennya dia?.” Tanya Melmel.


“Yah ngga lah, udah pada pulang semua Mel.” Jawab Raisa.


“Lah ayok cepetan nanti keburu sore, udah jam 15.30...” Ujar Raisa sembari menarik tangan Rania dan Melmel.


“Ih nanti dulu sa, malu gue.” Ujar Melmel.


“Udah apa Mell sekarang aja biar cepet.” Jawab Rania.


  Setelah menaiki tangga untuk menuju kelas kak David...”Kok lantai 4 serem banget yaa.” Ujar Rania.


“Iyaya, kayak rumah sakit.” Jawab Raisa.


“Sa balik lagi ajaa, gua takut ada temennya kak David tiba-tiba.” Ujar  Rania sambil berlari turun ke bawah.


“Ih si Rania...cepet apa Ran! Gak akan ada David and the gang.” Jawab Raisa.


 Akhirnya mereka bertiga pun terus berjalan sampai depan kelas kak David, agar tidak di curigai mereka


pun pura-pura mengambil foto lapangan sekolah mereka dari lantai 4, dan kebetulan ada yang sedang eskul volly. “Eh itu ada Afe...panggil aja.” Ujar Rania.


“Hai Afeeee.” Teriakan Rania,Raisa serta Melmel memanggil Afe.


“Mau ngapaiin disitu...” Tanya Afe.


“Fee sini fee ikut!, naik aja naik.” Jawab Rania.


“Gak ah mager.”


“Ya udah.”


   Mereka pun mengintip kelas kak David. “Eh gak ada orang cuy.” Ujar  mereka sembari memasuki kelas kak David.


“Ini kelas apa kapal pecah ya ampun dasar kelas cogan...berantakan kayak gini.” Ujar Rania.


“Biarin apa, cogan mah bebas...” Ucap Raisa.


“Iya deh iya.”


   Lalu mereka bertiga berpencar di kelas kak David, Raisa ke arah meja paling depan, Rania ke arah meja paling


belakang serta Melmel berdiri dan mencari-cari buku yang bertumpuk-tumpuk di Meja guru. “Eet dah ini kak David duduk nya dimana si?.” Ujar Rania sambil membuka buku yang dia lihat.


   Setelah itu Raisa menemukan buku absensi kelas kak David. ”Woy lah ini buku absen nya!.”


“Hah? Serius?.” Ujar Rania dan Melmel, menghampiri Raisa.


“Ih kak David nomer absen nya yang ke 4, namanya ‘Fandi David Laifirza’.” Ujar Raisa.


“Lah berarti beneran apa kata Tuti dong yang dia bilang nama depan kak David itu...‘Fandi’ bukan ‘Faldi’.” Ketus Rania.


“Ohh, iyayaa, yah maklum Ran...waktu itu kan kita lihat absen dipintu nya buru-buru.” Ujar Raisa sambil tertawa.


“Udah Ran!, foto absen nyaa...nanti kita cari tau nama-nama instagram temen-temennya, terus kita tanya-tanyain deh tentang kak David.” Ujar Melmel sambil mencari-cari buku kak David.


 “Saa! Ran! Ketemuu yeaayy, buku nya kak David...buku prakarya kewirausahaan nya, tuh Ran bener


dibuku nya...namanya Fandi David.”


“Lah, iya?.” Ujar Rania dan Raisa langsung lari menghampiri Melmel.


“Ihh, salut gue sama cogan kita, kalau cowok-cowok lain mah contohnya temen kelas kita yaa, nulis tuh pada males semua, tapi kalau kak David sampai penuh nih catetan.” Ujar Raisa kagum.


“Iya-yaa, padahal tulisannya biasa aja...foto Mell.” Ucap Rania.


“Iyaa ini baru aku mau foto.”



“Coba deh lihat dibelakang buku kak David, jangan-jangan ada nama gue lagii.” Ujar Rania, tertawa.


“Yeuh ngarep banget si lu, kak David tau nama lu juga kaga.” Ujar Raisa.


“Tau ya si Rania.”


     Seketika ada suara benda jatuh mereka bertiga yang masih di dalam kelas kak David, panik karena


takut yang datang David and the gang. “Aduh gimana nii, siapa ya?, eh


ngumpet-ngumpet!.” Ucap mereka dengan wajah panik.


“Coba bentar gue lihat siapa itu...ya ampun pak kusma yang suka bersih-bersih kelas SMK, mending sekarang kita keluar deh mumpung pak Kusma lagi bersih-bersih di kelas samping, pelan-pelan ya keluar nya jangan sampai ketauan soalnya kita pake seragam SMP kalau SMA mending kan sama-sama warna Abu-abu rok nya.” Ucap Rania, berbisik agar tidak ketahuan bahwa mereka di dalam kelas tersebut.


   Lalu mereka lari dan menuruni tangga ketika di lantai 3. ”Ini kita gak mau sekalian ke kelas kak


manis nih?.” Tanya Raisa.


“Tapi kayaknya gue kalau ke kelas SMA agak gimana yaa, soalnya kelas  nya menurut gue privasi


banget dah.” Jawab Rania.


“Udah si biarin aja.” Ujar Raisa.


    Akhirnya mereka bertiga pun ke kelas kak Manis. “Ihh kok lorong SMA kayaknya horor banget deh.” Ujar Rania


dan ketiga temannya.


  Ketika Rania ingin membuka pintu kelas kak manis tersebut...


“AHHHHHHH!!.” Teriak Raisa dan Melmel takut dan meninggalkan Rania sendiri di depan kelas kak manis.


“Lah?, kok pada lari si woy!, kok merinding yaa...AHHH!!.” Akhirnya Rania meninggalkan lorong SMA itu dan segera berlari mengikuti mereka.


“Eh tungguin gue juga takut!.”


   Ketika menuruni tangga dan hendak menuju kelas.”Ih parah sii itu lorong serem banget.” Ujar Raisa dan


Melmel.


“Iya-yaa”


“Rania, nama kakak yang pake kacamata itu siapa Ran?.” Tanya Melmel dengan amat penasaran.


“Lah kaga tau Mel.”


“Ya udah lah, kapan-kapan kita cari tau, udah sore mending kita pulang, yang penting kita udah punya buat bahan pamer besok ke temen-temen, kalau kita abis dari kelas nya kak David terus kita tau deh...nama lengkap kak David, nah ketemu bukunya juga haha.” Ujar Raisa.


“Nah iya Mell, yang penting mah kak David duluu, yang anti cewek, kalau kakak yang pakai kacamata mah, ya ilah gampang itu mah.”


“Ya udah lah.


    Sesampai mereka di kelas, mereka pun langsung mengambil tas dan bersiap-siap untuk pulang ke


rumah.