
“Besok kan hari Jumat ya? Nah seperti biasanya kita, ajak kak David ngobrol di parkiran lagi.” Ujar Raisa.
“Yakin?” Tanya Rania.
“Iyalah. Ayok lah guys! Percaya diri aja.”
“Lah, ayok gue mah. Tapi gue mau kasih saran nih ya, kalau bisa kita jangan pakai cara yang kemarin sumpah ya, gue kalau dia yang sampai parkiran duluan terus kita samperin gue malu banget. Gimana kalau kita harus sampai perkiran duluan sebelum dia.” Seru Rania.
“Jadi kita di depan sepeda nya gitu?” Tanya Raisa.
“Yah gak gitu juga...kita ngumpet aja, dibalik tembok atau dibalik motor.”
“Oh iyaa, bagus tuh.”
“Kayaknya nanti kalian berdua aja deh...aku sama Melmel kan pulangnya bareng yaa, nah pasti si Melmel udah dijemput duluan.” Ujar Tuti.
“Samaa, aku juga pasti udah dijemput deh.” Ujar Ekaau.
“Hmm, tapi aku kalau berdua sama Raisa doang gak pede yaa, malu tauu.”
“Udah Ran. Justru bagus ya...kalau kita berdua doang...gak lama, kalau ngajak mereka pasti lamanyaa minta ampun.” Ujar Raisa.
“Serius gpp? Gue malu banget sih kalau Cuma berdua.”
“Udah apa! Biasanya juga malu-maluin lu.”
“Satu saran gue lagii. Jangan direncanain! Nanti gagal kayak minggu kemarin.”
“Oh iya juga yaa, gue takutnya kita ada mapel olahraga yaa.”
“Bukan masalah itu juga sih. Kalau olahraga mah paling Cuma satu jam yang satu jam nya lagi Free...intinya kita harus gerak cepat ok!”
“Nah iyaa. Udah pake tips itu aja.”
Keesokan harinya pada hari Jumat tepatnya pada jam istirahat, setelah ganti baju olahraga, Raisa,Ekaau serta Tuti yang sudah ganti baju duluan, langsung traveling dan meninggalkan Rania serta Melmel.
Ketika Rania,Melmel dan Afe sampai di kelas...
“Lahh. Ini mereka pada kemana dah?” Tanya Rania.
“Udah pada keluar kali Ran.” Jawab Afe dan Melmel.
“Parah banget! Ninggalin lagii.” Ketus Rania.
Valent pun menghampiri mereka bertiga...
“Mel...anterin gue ke kantin yuk!”
“Ngga ah lent mager, sama Afe aja tuh.” Bantah Melmel.
“Apalagi aku lent hehe.” Ujar Afe.
“Nah, pasti Rania. Mau.” Ujar Valent.
“Gak usah diajak aku pasti mauu. Sebentar yaa, aku mau lipat baju dulu.”
“Okee.”
“Udah selesai Lent. Ayok cepetan kita keluar! Aku yakin lent. Kalau kak David ituu! Pasti ada di kantin, pokoknya aku yakin.”
“Iya-iya terserah kamu deh.”
“Lent. Aku boleh minta tolong gak...”
“Tolong apa?”
“Nantii, kalau ada kak David dibawah, kita liatin dulu yaa. Plis lent! Aku mohon...sebentar aja.”
“Iyaa-iyaa nanti kita liatin kak David dulu yaa.”
“AHHH. MAKASIIH VALENT! YA UDAH AYOK SEKARANG KITA TURUN!” Seru Rania sambil menuruni tangga.
“Rania. Tungguin!”
“Iyaa, buruan apa!”
Ketika sampai di kantin...
“Valent! Beneran ada kan.” Seru Rania.
“Lah iyaa. Kok ganteng banget yaa.” Ujar Valent kagum.
Ternyata ada geng bodrex di kantin emak...
“Rania. Sini-sini! Ada kak David tuh.” Ujar Surya dan Andeas.
“Iyaa. Gue juga ngeliat.” Ujar Rania menghampiri mereka berdua.
“Kak David mulu. Kak David siapa sih?” Tanya Ario dan Arya dengan suara lantang.
“Stts berisik banget lu! Itu ada orangnya.” Ujar Rania berbisik.
“Sekali lagi lu ngomong! Gue cubit lu.” Ketus Rania.
“Iyee.”
Tidak lama kemudian, kak David and the gang pun berdiri dan ingin meninggalkan kantin.
“Yah, Ran...pergi tuh.” Ujar Jihad.
“Ikutin sana ikutin!” Seru Surya dan Andeas.
“Valent! Kamu udah jajan nya?” Tanya Rania.
“Iya, udah.”
“Ayok. Cepetaan!”
Setelah kak David keluar dari kantin mendahului Rania dan Valent, Rania dan yang lain langsung keluar juga dari kantin.
“Guyss! Temenin gue yuk! Ngikutin kak David! Pliss! Mau dong...Raisa gak ada soalnyaa...Valent...kita ke kelasnyaa, lewat tangga sana aja yaa Pliss!” Ujar Rania.
“Iyaa-iyaa Ran. Ayok...aku ngikutin kamu aja deh.” Ujar Valent.
“AHH, makasih Valent.”
“Raniaa. Tunggu gue mau ikut deh.” Ujar Surya dan Andeas.
“Nah gitu dong bagus.”
Ketika mereka jalan dibelakang kak David...ada suara jeritan cewek-cewek dari atas.
Dalam hati Rania... “lahh, itu mereka ngapain coba teriak-teriak! Wah iya paham ini gue mah, pasti ngeliat kak David kali yaa.”
Ketika ingin menaiki tangga...
“Valent demi apa sih, itu kak David ganteng banget.” Seru Rania pelan.
“Iyayaa. Ya Allah.”
Sesampai kak David dan mereka berempat diatas suara jeritan itu semakin keras...
“Wahh itu diaa...Daviiid!”
Kak David pun ingin menaiki tangga lantai 3...
“Yah, kok kak David lewat situ sih.” Ujar Rania.
Teman kak David pun langsung memanggil kak David dan berkata.
“Vid, lewat sini ajaa.”
“Oh iyaa.” Jawab kak David.
“Alhamdulillah Lent, kak David lewat lurus.”
“Iya Ran...”
Tiba-tiba suara jeritan tersebut semakin keras.
“Daviiid!!”
“sayang!”
“Sayang akuu!”
“ Sini sayang!” Jeritan para Fans kak David.
Rania dan Valent langsung menolehkan pandangan ke arah fans kak David tersebut dan berkata.
“Sayang! Sayang! Pala lu peang!” Ketus Rania.
“Wah parah Ran. Sayang cobaa.” Ujar Valent,Surya,Andeas.
“Tau ih ngeselin banget!”
Ketika melewati kelas VII...Kak David yang sangat tampan itu di lirik oleh semua cewek-cewek kelas VII.
“Valent. Kamu lihat deh...itu anak kelas VII pada ngeliatin kak David coba.” Ketus Rania.
“Lah iyayaa.”
“Hmm, aku panas-panasin ahh... Hai kak David ganteng! Kak David aku boleh minta foto gak? Plis kak!! Sekalii ajaa! Aku gak akan minta lagi deh!****"
Kak David dan temannya hanya menolehkan pandangannya dan kak David pun berkata...
“Ngga ah!” Sambil berlari menaiki tangga.
“Ya udah deh.”