
Satu Minggu kemudian pada hari senin. Rania,Raisa,Tuti,Melmel, serta Ekaau. Traveling
ketika jam istirahat, mereka pun naik ke lantai 3 dan berdiri tepat di depan kelas VIII.5 untuk menunggu keluar nya kak David...Ternyata bukan hanya mereka berlima yang menunggu keluarnya kak David tetapi anak cewek kelas VIII.5 pun sama seperti mereka.
“Ihh kak David kapan keluarnya sii.” Ucap Nadia dan Tara anak kelas VIII.5.
Mereka berlima pun langsung menolehkan pandangan mereka ke Nadia.
“Ih ngapain si tuh orang ikut-ikut aja.” Cibir Raisa.
“Tau yaa kayak gak ada cogan lain aja, Odi noh lu tungguin.” Jawab Rania Ketus.
“Rania kan ya?.” Tanya Tara kelas VIII.5.
“Iyaa, kok kamu tau nama aku?.” Jawab Rania.
“Aku kan udah save nomor WhatsApp kamu, aku dapet dari grup sekolah, nanti aku chat kamu
deh minta save back.” Jawab Tara.
“Oalah, ya udah nanti kamu chat aku aja, nanti di save back kok.”
“Okee, btw kamu sama temen kamu ngapain disini?, Nungguin kak David keluar ya?.” Tanya Tara.
“Kok kamu tauu.” Jawab Rania tertawa.
“Sumpah ya Ran, kak David itu ganteng banget gilaa.”
“Bukannya ganteng banget lagi!, tapi ngalahin cogan winus yang lainnya.”
Tidak lama kemudian kak David keluar dari kelasnya... ”AHHHHHHH!! KAK DAVID!!.” Teriak mereka sambil melambaikan tangan ke kak David. Setelah itu kak David and the gang turun tangga untuk menuju kantin. Rania serta teman-temannya pun langsung lari menuruni tangga lebih dulu sebelum kak David and the gang turun tangga
lebih dulu. Selagi menuruni tangga mereka berlima berjalan secara perlahan-lahan agar bisa melihat kak David. “Pelan-pelan eh jalannya...ngobrol-ngobrol!, biar gak ketauan kalau kita nungguin dia.” Ujar Raisa.
“Denger gak? Itu...mereka lagi turun tangga sambil ngobrol.” Ujar Rania.
“Iyaa-iyaa denger, tapi suara kak David yang mana dah?.”
“Gak tau dah waktu itu kan gue baru sekali denger suaranya, jadi udah lupa, turun aja lama
banget heran gue, dasar cogan.” Ketus Rania.
Sesampai mereka dibawah Raisa merencanakan sesuatu. “Gimana nanti pas kak David turun kita panggil tapi barengan yaa manggilnya, biar kompak.”
“Malu ah gue, ada temennya.” Jawab Rania dan Melmel.
“Lu malu gak ti?.“ Tanya Raisa kepada Tuti.
“Yah gue mah ikut aja, lagian ngapain malu juga.” Jawab Tuti.
“Ehh, sembunyi duluu di toilet, jadi nanti kesannya kita gak nungguin dia tapi kita emang dari toilet.” Ujar Rania, Sambil lari memasuki toilet.
“Oh iya iya.” Ujar yang lain sambil lari ke toilet.
Setelah David and the gang turun dari tangga dan akan menuju ke kantin. Mereka berlima pun mengintip dari pintu toilet. “Eh itu baru temen-temennya doang, kak David mah biasanya belakangan.” Ujar Raisa.
“Itu kak David.” Ujar mereka, lari keluar dari toilet.
“Kak Daviiid!.” Jerit mereka.
Kak David hanya senyum ketika mereka panggil.
“Kak David mah sombong Ran.” Ujar Melmel.
“Ih Mell kamu inget gak waktu itu kak Farel pernah bilang ke Fida kalau kak David itu
“Nah iya tuh, dia bukannya sombong tapi dia emang takut aja sama cewek.” Jawab Raisa
sambil memikirkan sesuatu.
“Lu ngapa dah?, kok kayak mikirin apa gitu.” Tanya Rania.
“Gue jadi kepikiran...gimana kita bisa akrab sama kak David, kalau kak David aja takut
sama cewek, udah gitu fans kak David banyak banget coba, dan kita Cuma adik
kelas nya doang bukan temen sekelasnya, beruntung banget ya sama temen kelas nya
kak David...bisa deket sama kak David.” Ujar Raisa.
“Iya juga ya, apa kita nyerah aja?.”
“Jangan Ran!, kita harus tetap berusaha jangan nyerah!.” Ujar Melmel.
“Iya tuh, gue setuju...” Jawab yang lainnya.
“Ya udah Ran! Kita gak boleh nyerah, bagaimana pun caranya kita harus foto sama kak
David sebelum fans-fans dia yang lainnya foto duluan sama dia.” Ujar Raisa.
“Okee, Bismillah gaees!.”
“Bismillah, Kita bisa!.”
Mereka langsung kembali ke kelas dan mulai melanjutkan pelajaran, sebelum gurunya datang mereka berbincang dan mencari cara bagaimana agar bisa foto bareng dengannya...seketika kak David lewat.
“WOYY!! ITU KAK DAVID LEWAT DI LANTAI 3 WOY!!! AHHHHHHHH!! ABIS DARI KANTIN DIA
TUH WOY!.” Jerit Rania sambil berjingkrakan.
Sebenarnya hal seperti itu sudah biasa dilakukan oleh Rania kalau melihat kak David, dan teman-teman Rania pun sudah paham kalau Rania seperti itu, berarti lagi lihat kak David yang sedang lewat. Dan setelah Rania berjerit seperti itu teman satu kelas Rania yang tadinya ribut, seketika sunyi dan mengira kalau Rania lagi kesurupan.
“Ahh kak David! Kak David.” Ujar Saki yang meledek Rania.
“Hahahaha.” ketawa teman kelas Rania yang melihat tingkah laku Saki.
“Saki udah apa diem ah, malu gue.” Ujar Rania.
“Si Rania ya, kalau lihat kak David pasti langsung teriak-teriakan gak jelas, kak David yang
mana si Ran?.” Tanya Eben.
“Lah itu yang gue tunjuk, yang dia baru naik ke lantai 3 barusan, gimana gue gak sawan
dia itu ganteng banget parah beneran dah!!.”
“Ya ampun Ran!! Aku kira kamu kesurupan tauu, aku yang lagi ketawa-ketawa langsung berhenti
denger kamu teriak-teriak.” Ujar Hani.
“Tau nih Rania, ah.” Ujar yang lainnya.
“Gaess maafin gue yaa...sumpah gue kalau udah lihat kak David kaki gue lemes!, gak bisa nahan
teriakan juga gue.”
“Iyaa, selow aja kali, Ran haha.”