THE STORY OF MIRUGAN

THE STORY OF MIRUGAN
#28.Waiting.



“Mohon maaf. Kak David gak mau lu jadi guru nya oke! Jadi jangan menghayal terus!” Ketus Raisa.


“Iya, deh terserah lu!”


“Udah! Udah! Sttsss, Rania dan Raisa duduk lagi ke tempatnya ya nak...”    Ujar Pak Jae.


“Iyaa, Pak...” Ujar mereka berdua.


   Setelah pelajaran Bahasa Sunda selesai mereka pun sama seperti biasanya...yaitu Istirahat, setelah dari kantin Rania dan Melmel langsung menuju ke tempat biasa mereka menunggu kak David keluar kelas yaitu depan kelas VII.4.


“Ihh. Mell! Kok kak David belum keluar sih...jam istirahatnya lama banget...tadi di kantin juga gak ada.” Ketus Rania.


“Iya-yaa. kok tumben sih lama banget!”


    Tidak lama kemudian Raisa,Ekaau dan Tuti menghampiri mereka berdua.


“Parah banget! Gak ngajak.” Ketus Raisa.


“Lu lama banget sih, makannya.” Ujar Rania.


“Itutu, si Ekaau! Lama banget ya Allah. Udah kayak Princess.”


“Hahahaha, yah maaf...” Ujar Ekaau sambil tertawa.


“Kak David belum keluar?” Tanya Raisa.


“Belum ya Allah...ini lama banget! Tadi di kantin juga gak ada kan?”


“Iyaa, tapi jangan-jangan sekarang ada di kantin lagi.” Ujar Raisa.


“Kayaknya gak mungkin deh! Gak ada tanda-tanda kalau dia udah keluar, atau jangan-jangan yang tadi pas kita pelajaran Pak Jae, kan kak David and the gang keluar kelas tuh. Terus dia itu mau ke kantin lagi, istirahat.”


Ujar Rania.


“Lah, iyaya jangan-jangan!” Ujar yang lain.


“Tapii, kita gak ada salahnya kan? Kalau ke kantin Cuma buat memastikan aja, kalau dia ada di kantin atau ngga.”  Ujar Raisa.


“Lu aja sana, gue males ah! Mau nunggu disini aja.” Ketus


Rania.


“Iya, sama gue juga.” Ujar Melmel.


“Udah apaa, ayok plis! Dari pada disini belum tentu juga orangnya keluar!” Ujar Raisa sambil menarik tangan Rania.


“Ngga! apaan sih...udah Ran. Kamu sama aku aja disinii.” Ujar Melmel sambil menarik tangan Rania.


“WOII, ini kenapa jadi tangan gue ditarik-tarik sihh!” Ketus Rania.


“Udah, maka dari ituu, ayok apa Ran.” Ujar Raisa.


“Jangan mau Ran.” Ketus Melmel.


“Ya udah lah, ayok!” Ketus Rania sambil menuruni tangga.


“Nah gitu dong hehe, tungguin lah.” Ujar Raisa sambil tertawa.


    Akhirnya mereka berempat turun ke kantin...setelah sampai di kantin. “Tuh kan, Sa...gue bilang juga


apaa! kak David gak ada di kantin, temen-temennya juga gak ada kok.” Ujar Rania.


“Lab.komputer! bener gak?!”


“Sekarang, kita ke lantai 3 cepetan Ran.” Ujar Raisa.


“Ayok, cepet!”


     Rania dan Raisa pun langsung berlari munuju lantai 3.


“Raniaa! Raisa! Tungguin...buru-buru banget larinya!” Ujar mereka bertiga.


“Ah, udah Ran. Gak usah berhenti! Nungguin mereka kelamaan beneran dah!” Ujar Raisa.


“Iya, jangan berhenti ah, lama mereka tuh.” Ketus Rania sambil


berlari.


     Sesampai Rania dan Raisa di lantai 3...


“Sa! Berhenti disini duluu Sa! sumpah gue capek banget!”


“Iyaa-iyaa sama gue juga capek banget!”


        Melmel dan yang lain pun datang...


“Buset dah! Kalian berdua lari nya! Cepet banget sih.” Ujar Melmel.


“Iyaa, Mell. Sumpah aku capek banget ihh.”


“Si Raniaa sama si Raisa lari nya cepet banget ya! Udah kayak kuda haha.” Ujar Ekaau dan Tuti.


“Udah, cepetan itu lihat ruang Lab.komputer...ada orangnya gak?” Tanya Rania.


“Oh iyaa...lahh, dikunci cuy.”


“Berartii, kak David ada di kelas!” Ujar Rania.


“Ehh...itu kak Miftah keluar!” Ujar Ekaau.


“Ohh, iyaa. Itu juga ada si kak Andika.” Ujar Tuti.


“Ituu, kak David juga keluar. Jangan-jangan dia mau ke kantiin.” Ujar Rania.


“Sekarang kita ke lantai 2 aja, ke tempat tadi...depan kelas VII.4.” Ujar Raisa.


“Ya udah, kita tungguin disitu aja, kalau kita tunggu dibawah tangga lantai 4, nanti kesannya...dia sadar kita tungguin.” Ujar Rania.


“Ya udah cepetan sekarang kita turun.”


 Mereka pun turun ke lantai 2 dengan berlari...ketika sampai di lantai 2.


“Ya Allah...tolonglah Raniaa, gak kuat, ngeliat kak David ganteng banget aaaaaah.”


“Iyaa, ya Ampuun! Parah banget si gantengnyaa.” Ujar Raisa dan Tuti.


“Ihh, kok kak David ganteng siih!” Ujar Ekaau dan Melmel.


“Yah kan emang dari duluuuu!”