THE STORY OF MIRUGAN

THE STORY OF MIRUGAN
#5.Banyak Fans?.



Akhirnya mereka lari menuruni tangga dan yang ikut ke parkiran sepeda bukan hanya Rania,Raisa,Agy...tetapi


Hani,Valent dan Devita pun ikut turun ke bawah.


“Ituu kak David lagi mengambil sepeda nya, samperin yuuk.” Ajak Agy.


“Laah ayook.” Seru Rania.


Agy dan Rania dengan sangat percaya dirinya langsung menghampiri kak David yang sedang mengambil sepeda nya, serta...Agy yang lebih percaya diri dari pada Rania, dia langsung menghampiri kak David dan Rania


mundur karena malu...


“Ran, kok kamu mundur, gak jadi nih?.”


Agy yang malu pun, ikut mundur karena kak David menoleh kearah dia.


“Nggak deh, aku gerogi ih kalau deket dia.”


Kak David yang sudah mengambil sepeda nya itupun langsung membawa sepeda nya keluar sekolah. Mereka pun melambaikan tangan ke kak David, sambil berkata “Dadah...kak Daviiid, Hati-hati yaa.” Kak David


yang sangat cuek itu hanya senyum dan menggeleng-gelengankan kepala nya itu ketika melihat tingkah laku para fans nya. Bukan hanya Rania dan teman-temannya yang berkata seperti itu...tetapi semua cewek yang ada di depan gerbang sekolah itu mereka semua melirik kak David dan memanggil namanya.


“Ternyata kak David banyak juga yaa, yang ngefans dikira kita-kita doang.” Ujar Rania.


“Yeeh lu gimana, kan emang dari dulu udah banyak...lah atuh punya wajah tampan banget haha.” Ucap


Raisa.


“Tau ya ihh.”


Mereka pun kembali ke kelas dan mengambil tas untuk segera  pulang...serta Raisa yang sedang ada pelajaran agama kristen dia pun kembali ke kelas nya tersebut, dan Agy,Hani,Devita,Afe menunggu di sekolah karena dia ada eskul volly.


“Mel kamu udah dijemput?.” Tanya Rania.


“Udah Ran.”


“Ya udah aku pulang yaa”


“Iya”


Keesokan hari nya pada jam istirahat mereka pun ke kantin untuk membeli makanan dan kebiasan mereka adalah untuk mencari kak David juga.


“Ehh kita lihat tuh di kantin tante, ada kak David atau nggak.” Ujar Raisa.


“Adaa woy, itu kak David di depan kantin tante, lagi duduk.” Jawab  Rania.


“Ayok Ran jajan di kantin tante ajaa, sekalian spik-spik, lihat kak David.” Ajak Melmel.


“Ya udah ayok.”


Selagi mengantri...di kantin tante yang penuh dengan cewek-cewek yang sedang memperhatikan kak David itu, dan Rania dan ketiga temannya dengan percaya diri nya ikut memperhatikan kak David sambil bercanda-canda seolah-olah dia tidak sadar kalau mereka perhatikan.


“Saa lihat deh itu kak David kalau keringetan aura ke tampanan nya tuh, terpancar banget.” Ujar Rania, memperhatikannya secara diam-diam.


“Iyayaa Ran, kak David sinii kak aku kipasan.” Ucap Raisa berbisik sambil menggerakan kertas


gorengan nya.


“Jangan saa! Kak David sini aku lap keringetnya pakai kain serbet tante.” Ujar Rania, sambil


berbisik dan memegang kain serbet yang tante punya.


“Kak David denger gak yaa, kita ngomong apa?.” Tanya Raisa wajah panik.


“Lah maka dari ituu, kok gue takut dia denger ya, udah-udah jangan diliatin lagi.” Jawab Rania.


Pukul 12.00 Wib. Siswa-siswi di sekolah Rania bagi yang beragama muslim melaksanakan solat Zuhur di kelas masing-masing, ketika ingin mengambil air wudhu...


“Ran, lu mau ambil air wudhu ya?.” Tanya Raisa.


“Iyaa, gue bareng Afe, mau ikut lu?.”


“Mauuu!! Kali aja nanti ketemu kak David ganteng.”


“Lah iya juga yaa bagoos, ayook fee.”


“Tunggu sebentar, aku buka sepatu dulu...udah ayok.”


Setelah di luar kelas mereka berdua langsung lari dan melihat ke arah lantai 4.


“Mana nih kak David?.” Tanya Rania dan Raisa.


“Laaahh laah itu kak Farel keluar...”


“Nah biasa nyaa kalau kak Farel atau temennya yang lain keluar dia ikutan keluar.”


“Ayook cepetan wudhu ih!.” Ajak Afe yang kesal menunggu.


“Fee sebentar apa fee...biar bareng turun ke bawah nya sama kak David.” Jawab Rania.


“Gaeess itu kak David keluar!!.” Ujar Raisa.


“Oh iyaa, dia mau turun tuh...kayaknya mau wudhu juga, ya udah tungguin supaya turun nya bareng.”


Setelah kak David dan teman-teman nya menuruni tangga. “Eh siap-siap!, kak David sebentar lagi turun ke lantai 2.” Ujar Raisa.


“Ehh buset buruan dong.” Ujar Afe.


“Cepet-cepet...itu bentar lagi dia sampai ke lantai 2.” Ujar Rania.


Mereka bertiga pun lari menghampiri kak David yang sedang menuruni tangga ke lantai 1 untuk berwudhu...


“Ehh cepet eeh...” Ajak Rania.


“Iye sabar.” Jawab Afe dan Raisa.


Selagi  mereka menuruni tangga ke arah lantai 1, David and the gang...pun menyindir kami dengan kata-kata..


.”Ehh ada kak David nih kak David! kak Daviid!, Kak David minta foto doong.” Sindir teman kak David.


Gue dan Raisa hanya berdiam diri mendengarkan sindiran David and the gang.


“Ih malu banget gue ihh.” Ucap Afe yang malu karena dua sahabatnya.


“Apaan si saa itu malu-maluin banget ih, fee sumpah itu malu-maluin.” Ujar Rania.


“Tau ih malu-maluin aja.”


Mereka bertiga sangat malu karena disindir oleh David and the gang seperti itu...