THE STORY OF MIRUGAN

THE STORY OF MIRUGAN
#35.Tidak Masuk?



Keesokan harinya pada hari Sabtu pagi, setelah mereka masuk ke kelas tepatnya sebelum Bell masuk berbunyi mereka pun, lagi dan lagi berbincang soal kak David yang kemarin...


“Guys, btw kemarin pas anak-anak cewek itu, waktu manggil-manggil kak David sayang-sayang ituuloh,


gak tau apa gimana sih. Kalau kak David udah punya pacar?” Tanya Rania.


“Nah, maka dari itu. Gue juga bingung, kalau kak Kesya tau...habis tuh dia disindir-sindir. Kita aja yang cuma suka minta foto, setiap ketemu dia pasti kena sindirannya itu deh.” Ujar Raisa.


“Maka dari itu. Pacar kak David yang judes itu diajak ribut. Habis hidup lu! Lu tau sendiri lah, si Kesya mukanya judes banget ih.” Ketus Rania.


“Sebenernya nih ya, kalau kak Kesya mau tau, musuh dia itu atau bisa dibilang saingan gitu ya, hampir semua rakyat cewek di Winus. Jangan-jangan guru juga naksir kak David lagi haha.” Ujar Melmel.


“Nah iyaa tuh!” Jawab Afe.


“Kan kakak nya kak Kesya sekolah di winus juga kan? Kalau dia naksir kak David juga gimana dah? mau dijadiin musuh juga kali ya haha.” Ujar Rania.


“Ohh. kakak nya di winus jugaa, kelas berapa sih?” Tanya yang lain.


“Kayaknya kelas X deh, anak SMA dia.” Jawab Rania.


“Ohh, btw ini, kak David belum lewat ya?...lama banget tumben.” Tanya Raisa.


“Udah biasa kali, kalau dia telat mah.” Ketus Rania.


“Untung ganteng yaa, kalau gue jadi guru piket nya gak akan gue hukum tuh anak.” Ujar Raisa sambil tertawa.


“Idih! Idih! Kalau gue yang jadi gurunya nih yaa, gue suruh tuh dia bersihin toilet sampai kinclong. Gpp lah, kan dia salah...masa kalau salah harus dianggap benar!” Ketus Afe.


“JANGAN! Parah banget.” Jerit Rania dan yang lain.


“Jangan lah Fe...kalau aku jadi gurunya, aku bakalan hukum dia, tapii hukumannya adalah! Dia harus nemenin aku ngajar di setiap kelas hehe.” Ujar Rania, tertawa.


“Lah, lu gimana sih. Lu mau ditemenin dia ngajar? Yang ada anak murid lu keenakan ngeliatin kak David terus.” Ujar Raisa.


“Kira-kira wali kelas kak David itu cewek apa cowok yaa?” Tanya Melmel.


“Kalau cewek nih yaa! Sumpah si pastii menang banyak guru nya...nanti kalau disuruh apa-apa pasti kak David mulu yang dipanggilin...spik-spik banget yaa haha.” Ujar Rania dan Raisa, tertawa.


     Kring!! (Bell masuk berbunyi)


“Ehh, udah Bell masuk nih. Tapi kok, kak David belum lewat juga ya?” Tanya Melmel.


“Masa iya sih! Dia gak masuuk. Padahalkan hari ini itu, hari terakhir kita ketemu kak David sebelum libur 4 hari aaaaah.” Jerit Rania.


“Iyaa, juga yaa. Gak asik ah!” Ujar Melmel dan yang lain.


  Ketika pulang sekolah...mereka pun langsung menuju kantin dan mereka lihat di kantin tante hanya ada teman-teman kak David aja, tanpa ada kak David nya.


“Lahh, gak ada kak David nya cobaa, udah ini mah! Fiks gak masuk dia.” Ujar Rania.


“Sekarang mendingan kita lihat aja tuh di parkiran, ada sepeda nya atau ngga.” Ujar Raisa.


   Mereka pun langsung menuju parkiran...ketika sampai di parkiran, ternyata sepeda kak David memang benar tidak ada.


“Yahh, ini beneran gak ada sepedanya cobaa! Bener-bener emang gak adaa.”


“Kenapa yaa, disaat-saat kita mau libur kayak gini, kita malah gak ketemu kak David coba.” Ujar Raisa.


“Kak David, kenapa gak masuk dah...jangan-jangan dia sakit ya?” Tanya Rania.


“Jangan sakit lah, mungkin aja dia pergi...” Ujar yang lain.


“Iya deh...mudah-mudahan dia gak sakit Aaamiiin...” Ucap Rania.


“Iyaa, Aaamiiin...” Ucap yang lain.