
Liburan sekolah telah selesai dan pada tanggal 3 Januari 2018 Siswa-siswi di sekolah Rania mulai masuk kembali, ketika sampai di sekolah Rania dan Raisa langsung menunggu kak David datang di depan ruang kelas...sampai akhirnya Kring!! (bell masuk berbunyi) tetapi kak David tak kunjung lewat. Rania dan Raisa mulai resah karena kak
David tidak hadir di sekolah.
“Ihhh, ini Kak David kok gak lewat-lewat si.” Tanya Rania.
“Tau yaaa, capek nih gue berdiri.” Jawab Raisa.
“Sama gue juga.”
Tidak lama kemudian guru mereka berdua datang dan langsung memanggil Rania dan Raisa.
“Heyy, Rania...Raisa masuk kelas! Sedang apa kalian disitu.” Tanya bu Ida, tegas.
Bu Ida itu adalah guru Bahasa Indonesia. Guru yang paling asik kalau diajak
berbincang-bincang dan bercanda.
“Ehh iyaa ibu, maaf ya bu.” Jawab Rania dan Raisa.
“Kalian kenapa tidak masuk ke kelas, kan sudah bunyi bell, memangnya tidak dengar?.“
Tanya Bu Ida.
“Dengar kok buu, tadi saya di luar.” Jawab Rania kebingungan.
“Kenapa Raisa, kalian kenapa di luar?.”
“Saya disuruh Rania nungguin dia bu.” Jawab Raisa.
“Lahhh!.” Jawab Rania ketus, karena disalahkan Raisa.
“Sudahlah...ayuk masuk kelas, lain kali kalau sudah bell masuk yaa, jangan di luar kelas.” Ucap
bu Ida.
Ketika Rania dan Raisa masuk kelas...sebenarnya Rania masih kesal dengan Raisa yang membawa-bawa nama Rania untuk mencari alasan menunggu datangnya kak David. “Kamu kenapa si Ran?.” Tanya Afe.
“Itu Fee, masa si Raisa nyalahin aku di depan bu Ida, katanya dia disuruh aku buat di
luar...padahalkan dia juga ikut-ikutan keluar kelas dan aku pun gak memaksa dia
buat nungguin aku.” Jawab Rania kesal.
“Lagian nungguin si David mulu si.”
“Hehe”
Dan setelah mata pelajaran Bahasa indonesia selesai, setelah itu jam kosong...karena guru nya tidak masuk. Rania yang masih kesal dengan Raisa, dan akhirnya dia mendatangi tempat duduk Rania dan Afe
dengan menghibur Rania, dan mengajak Rania membicarakan tentang kak David.
“Ngapain lu kesini?, Sana-sana pergi.” Tanya Rania, mengusir Raisa.
“Ya elah Ran...maaf yaa, jangan marah dong gue kan tadi bingung mau jawab apaan.” Jawab Raisa
merasa bersalah.
Jawab Afe.
“Tau lu! Kesel nih gue.”
“Hehehe, Maaf ya Ran, udah gak usah marah lagi mending kita obrolin soal kak David.” Ujar
Raisa.
Rania yang awalnya masih kesal dengan Raisa, hatinya kembali luluh ketika Raisa ingin
mengajak Rania berbincang-bincang tentang kak David.
“Ayok! Obrolin kak David ajaa.” Jawab Rania, semangat.
“Giliran ngomongin cogan aja semangat kamu Ran.” Ujar Afe.
“Hehe, ayook niss ikutan ngomongin cogan! Seru banget ini.”
“Ogah, mending aku ama Melmel ngomongin jimin.” Bantah Afe.
“Ya udah.” Jawab Rania dan Raisa.
Dan disitu Rania dan Raisa mulai berbincang-bincang tentang cogan, sedangkan Afe dan Melmel sibuk membicarakan artis Korea itu.
“Heet dah sa. Dari tadi gue kaga liat kak David lewat yaa.”
“Nah maka dari itu Ran, gak masuk mungkin dia.”
“Masa iya hari pertama sekolah gak masuk.”
“Yah mungkin aja.”
Tidak lama kemudian Kring!! (Bell istirahat pun berbunyi) Rania dan ketiga temannya ke Kantin dan berniatan untuk mencari kak David.
“Kira-kira di kantin ada kak David gak ya?, ehh cepetan-cepetan!.” Tanya Rania, berlari
menuruni tangga.
“Ran, tunggu dong...buru-buru banget dah.” Jawab Raisa dan Afe.
“Iyaaa”
Ketika sesampai di kantin Rania dan ketiga temannya langsung mendatangi kantin tante dan bertanya kepada tante.
“Tantee, Kakak ganteng mana?.” Tanya Rania sambil menoleh di kantin lain.
“Kakak ganteng siapa neng?.” Jawab tante.
“Ituuloh tan, si Kak David.”
“Oh, si David...kata temen nya gak masuk dia, tadi temen nya kesini terus gak ada dia
nya...pas tante tanya David kemana kata temennya gak masuk.”
“Yahh ternyata bener dia gak masuk.” Jawab Rania dan Raisa.