THE STORY OF MIRUGAN

THE STORY OF MIRUGAN
#41.IYA?.



“Iya sih...tapi sumpah tadi kak David ganteng banget habis dicukur, biasanya kan rambutnya gondrong yaa.” Ujar Rania kagum.


“Hmm, iya tuh. ganteng banget...habis dicukur.” Seru Raisa.


“Iya deh terserah...”


Guru mereka pun datang, dan memberi kisi-kisi PKK (penilaian kenaikan kelas), setelah memberikan kisi-kisi tersebut beliau kembali lagi ke ruang guru untuk membuat soal-soal PKK...setelah selesai mencatat kisi-kisi. Rania,Raisa, dan Ekaau, ke ruang TU untuk membayar SPP. Ketika sampai mereka di lobby ada Kak Alif dan kak


manis yang sedang mengikuti pesantren kilat.


“Ihh, itu kak Alif, Ya Allah. Yang pakai peci, barisnya yang di paling depan.” Ujar Rania.


“Oh iyaa.”


Kak Alif melihat ke arah mereka dan tersenyum...


“Masya Allah...senyumannya manis banget.” Ujar Rania.


“Iya-iyaa, ternyata kalau kak Alif itu manis, nah kalau kak David itu ganteng.” Ujar Raisa.


“Lihat deh...itu kak manis. Yang di pinggir.” Seru Ekaau heboh.


“Sttss! Ekaau jangan heboh kenapa si. Udah-udah cepetan kita ke TU.” Ketus Rania.


“Iya-iyaa maaf hehe.”


Setelah dari TU. Mereka langsung menuju kelas, dan membuka pintu pelan-pelan...


“Assalamualaikum.” Ucap Rania.


“Waalaikumsalam.” Ucap yang lain.


“Ini serius, guru gak masuk lagi?” Tanya Rania.


“Iyaa, sih kayaknya.” Jawab Hani.


“Melmell! ada kak Alif lagi ikut sanlat dibawah.” Seru Rania.


“Ihh, mana mau lihat.” Ujar Melmel meninggalkan kelas.


“Mell, ikut dong.” Seru yang lan.


Setelah melihat kak Alif dari atas. Rania,Raisa dan Ekaau, langsung menuju lantai 3...


“Mell, gak mau ikut nih?” Tanya Rania.


“Ngga deh, capek.”


“Ya udah...”


Mereka pun sampai dilantai 3...lagi dan lagi mereka menunggu kak David keluar kelas, ketika


menunggu kak David, ada kak manis yang berjalan melewati mereka bertiga yang ingin menuju toilet.


“Guys, kak manis tuh.” Ujar Ekaau.


“Ya Ampuun! Kak maniss, manis parah sih!” Ujar Rania dan Raisa kagum.


“Kak Romi!” Panggil Raisa.


“Iyaa.” Jawab kak Manis.


Tidak lama kemudian...Mereka di izinkan untuk pulang cepat, karena sedang berpuasa...setelah mereka ingin turun dari lantai 3...kak David keluar tetapi hanya sebentar dan dia kembali masuk lagi, setelah itu mereka menuju


kelas untuk mengambil tas.


“Samaa...tapi kalau gue bawa minum sih. Ran...gue mau minum dulu ya, tapi lu jangan ngeliatin yaa, menghadap kesana.” Ujar Raisa sambil tertawa.


“Sa! Lu jahat banget sama gue. Dasar lumut! Lumut! tau gak!” Cibir Rania.


“Aaah, gue haus banget...boleh yaa.”


“Ya udah lah, terserah.”


“Lu jangan ngeliatin gue ya!”


“Siapa juga yang pengen ngeliatin lu! Kepedean.” Ketus Rania.


“Aduuh! Ran...sumpah enak banget. Haus gue udah hilang tau.” Ujar Raisa meledek Rania.


“Bodoamat! Yuk Sa! Pulang. Gue udah capek banget ih.”


“Iyaaa.”


Keesokan harinya pada hari Jumat pagi, Rania menunggu kak David, di depan kelas...ketika dia


datang dan hendak menaiki tangga...Rania langsung berlari menuju tangga tersebut...tidak sengaja ia melihat Melmel yang baru datang sedang menuju kelas melewati lobby.


“Melmel!” Jerit Rania.


Melmel pun menoleh...


“Mel! Lewat tangga sini aja! Ada kak David buruan!” Seru Rania.


“Oh iyaa, tunggu Ran.”


Melmel pun yang lebih dulu sampai dibanding kak David...


“Mel, kamu lihat kak David kan? Tadi ditangga?.” Tanya Rania.


“Hah? Emang ada kok aku gak lihat sih!”


“Udah, sekarang kita turun tangga itu! Jadi nanti pas kita turun kak David naik gitu.”  Ujar Rania.


Ketika Rania dan Melmel ingin menuruni tangga...


“Ituu! Kak David, Mel.” Bisik Rania.


“Oh iyaa, panggil Ran.”


“Kak David.”    Panggil Rania.


“Iyaa.”     Jawab kak David sambil tersenyum dan menaiki tangga lantai 3.


“Mell! Kamu tadi denger gak?” Tanya Rania.


“Tadi, dia jawab Iya ya?” Tanya Melmel.


“Gak nyangka Ya Allah...di jawab coba.” Ujar Rania kagum.


“Pamer Ran!”


“Sekarang kita ke kelas aja deh yuk!”


Rania dan Melmel pun langsung menuju kelas dan menceritakan kejadian tadi kepada Afe,Raisa,Tuti


serta Ekaau...tentang ia yang memanggil kak David lalu dijawab dengan dia.