THE STORY OF MIRUGAN

THE STORY OF MIRUGAN
#38.Rise Again.



Pada hari Sabtu...saat pelajaran Bahasa Indonesia. Rania dan Raisa melihat ke arah jendela, dan mereka berdua melihat kak David dan teman-temannya memasuki ruang Lab.Komputer...


“Ihh, Sa. Gue kalau gak ada Bu Ida, udah keluar kelas ini.” Ujar Rania berbisik.


 “Iyaa, sama gue juga. Izin ke toilet aja yuk!” Bisik Raisa.


“Ngga ah! Entar malah disindir-sindir lagi sama temen kelas.” Bantah Rania.


“Iya, juga ya. Ran. Itu kak David keluar...lagi angkat meja, sama siapa ya?” Tanya Raisa.


  Ketika kak David keluar dari Lab.komputer, ternyata kak David mengangkat meja tersebut dengan


seorang cewek...


“Ya Allah...itu kak David. Angkat meja itu, sama cewek coba.” Ketus Rania.


“Ih! Siapa sih. Tuh cewek! Lihat deh Ran. Kak David kok senyum-senyum aja yaa, ngeliatin tuh cewek! jangan-jangan kak David suka lagi.” Ketus Raisa.


“Yah gak mungkin suka lah. Itu kak Kesya mau dikemanain?”


     Tiba-tiba Bu Ida keluar kelas karena ingin mengangkat telepon.


“Ran. Ya udah yuk! Izin.” Seru Raisa.


“Ya elah ngapain, sebentar lagi Bu Ida juga masuk kelas.”


   Rania pun memanggi Melmel dan Tuti...


“Ti,Mel. Itu ada kak David lagi angkat meja sama cewek.”


“Ah, mana? mana?” Tanya Melmel dan Tuti menghampiri Rania dan Raisa.


“Ohh, yang itu ya? genit banget ih jadi cewek.” Ketus Tuti.


“Ya udah si Ti, kali aja itu Cuma temennya.” Ketus Melmel.


“Iya juga ya haha, kemarin gimana, kak David udah mau diajak foto Ran?” Tanya Tuti.


“Kayaknya kita gak akan foto sama kak David sampai kapanpun deh.” Ujar Melmel dan Raisa.


“Iya juga yaa, kita harus gimana lagi sih? Buat minta foto sama dia?” Ujar Rania dan Raisa.


“Kenapa sih...kak David gak ngehargain perjuangan kita banget ya! Buat foto sama dia...” Ketus Tuti pasrah.


“Apa kita nyerah aja ya?” Ujar Rania.


“Gini aja deh, kita gak usah foto sama dia...tapi kita berusaha bisa akrab sama dia, gimana?” Saran Raisa.


“Raisaaaa. Mau foto aja susah...apalagi akrab...lagian kalau kita gak minta foto sama kak David, kita ngapain ke parkiran? Mustahil banget sih, bisa akrab sama dia!” Ketus Rania.


“Lah, kan kak David gak suka foto...kita bisa aja kok, ngajak dia main atau ngga nanya dia punya Instagram atau ngga nyaa.” Ujar Raisa.


“Tapi, menurut gue. Kita gak usah fotbar sama kak David deh...” Saran Rania.


“kenapa?” Tanya yang lain.


“Kita selalu bilang sama kak David gini kan?  Kalau kita udah foto sama kak David...kita janji gak akan ganggu dia lagi! Iya kan?” Ujar Rania.


“Iya juga yaa, aaah tapi biarin aja deh. Kita kan bukan Cuma minta foto sama kak David tapi buat bisa akrab juga kan?” Ujar Raisa.


“Kalau boleh jujur nih ya, gue setiap sholat pasti berdoa, supaya kita bisa akrab sama kak David, kira-kiraa, dikabulin gak yaa, sama Allah?” Ujar Rania.


“Asalkan kalau ada usahanya, Allah pasti bakalan mengabulkan permintaan kamu kok.” Ujar Afe.


“Bener fe! Pokoknya kita harus berjuang! Buat minta foto sama dia oke!” Seru Rania.


“Iyaa! Gimana pun caranya dan apapun itu rintangannya.” Seru yang lain.


“Si Ekaau. Kemana yaa, kok gak masuk?” Tanya Rania.


“Gak tau deh.” Jawab yang lain.


      Bu Ida, kembali masuk dan mereka memulai pelajaran.