THE STORY OF MIRUGAN

THE STORY OF MIRUGAN
#30.Kepo Dengan Kelas Nya 2.



Ketika Rania dan Raisa sampai di kelas...Rania langsung memberitahu Melmel, kalau kak Alif di hukum di luar kelas.


“Melmell, ngakak sumpah. Masa kak Alif dihukum, disuruh ngerjain tugas di luar kelas cobaa.” Ujar Rania, tertawa terbahak-bahak.


“Iya, sumpah kasian banget Mel. Cogan kita yang satu itu haha.” Ujar Raisa.


“Ih, bohong ah. Temenin yuk! Aku penasaran...” Ujar Melmel.


“Aduh, ngga deh. Aku udah capek banget beneran nih kaki yaa, udah dibawa lari-lari kemana tauu.” Ujar Rania.


“Sama, gue juga. Tadi kira-kira kak Alif dihukum kenapa yaa.” Tanya Raisa penasaran.


“Gak asik ah kalian. Masa gak mau...” Ketus Melmel.


“Boleh aja sih...” Ujar Rania.


“Kecuali...ADA KAK DAVID!” Seru Rania dan Raisa.


“Emang mau nya kalian.” Ketus Melmel dan Afe.


“Nanti aku tanya ah, sama si kak Alif dia kenapa dihukum.” Seru Melmel.


“Emangnya kamu berani?” Tanya Rania.


“Berani lah, aku mah kalau di chat...kak Alif tuh gak sombong.”


“Iya deh...jangan-jangan kak Alif dihukum gara-gara gak ngerjain PR lagi.” Seru Raisa.


“Iya, jangan-jangan...”


“Gak usah sok tau! Nanya aja juga belum kok.” Ketus Melmel.


“Iya deh Mel! Iya. btw nanti kita ke kelas kak David lagi yuk Mel.” Ujar Rania.


“Ayok! Sama siapa? Raisa?”


“Iya, sama gue. Kita kayak kemarin lagi, tungguin gue pulang agama dulu.”


“Okee.”


“Mel, Kita gak ada niatan nyari rumah kak David nih?” Tanya Rania.


“Ihh, aku mau banget Ran, tapi kita mau naik apa coba?”


“Kalau jalan, jauh banget gak sih? Kamu tau jembatan 10 itu dimana?”


“Buset! Jauh banget kali Ran.” Ketus Raisa.


“Aku sih, kayaknya pernah denger itu dimana. Kalau alibaba futsal aku juga tau, dulu pas SD aku kalau olahraga di lapangan kecamatan suka lewat situ, tapi kalau kita mau cari Ran, kita pakai google maps aja.” Ujar Melmel.


“Nah, boleh juga sih...tapi kapan ya? Jangan sekarang deh capek habis lari-lari.”


“Ogah juga aku, lumayan jauh juga soalnya.”


“Kamu tau dari siapa Ran. Rumah si David.” Tanya Afe.


“Dari kak Nehha.”


“Ohhh.”


   Setelah pulang sekolah. Raisa langsung melaksanakan pelajaran Agama Kristen, 2 jam setelah


Raisa sudah selesai pelajaran Agama Raisa pun langsung menuju kelas dan menghampiri Rania dan Melmel.


“Ehh, ayok. Gue udah selesai Agama nih.” Ujar Raisa.


“Ayook. Bawa aja Mel, tas nya.”


“Nanti kita langsung pulang gitu?”


“Iyaa.”


“Oke, sekarang. Kita pokoknya harus jaga-jaga, takutnya masih ada temen kelasnya.” Bisik Rania.


“Iyaa, ya udah ayok, sekarang kita naik!” Ujar Melmel dan Raisa.


         Ketika hendak menaiki tangga...


“Mudah-mudahan aja, sekarang kita bisa nemuin barang punya kak David ya.” Ujar Raisa.


“Sumpah, ini dada gue deg-degan parah!” Ujar Rania.


“Sama gue juga, padahal mah, gak orangnya juga. kita pakai cara yang kemarin yaa.” Ujar Raisa.


       Ketika sampai...


“Hp! Siapin kameranya buat foto lapangan, kalau ada yang nanya kita mau ngapain gampang! Kita punya alesan, bilang aja mau foto anak-anak yang lagi Volly dari atas.” Ujar Rania.


“Iya-iya udah ini kok.”


“Lihat dulu tuh, di kelas kak David ada orang atau ngga.” Ujar Raisa.


“Sepii! Ayok masuk.”


        Ketika memasuki kelasnya...


“Lagi-lagi kita masuk kelas cogan! Yang kelasnya kayak kapal pecah. Berantakan banget. Ini seriusan dia gak punya jadwal piket? Padahal gue pengen tau, kak David piketnya kapan...barang kali sama kayak gue harinya.”


Ujar Rania.


“Hahahaha! Dasar kelas gak modal, masa dia gak punya jam dinding. Pakai jam gambaran coba sumpah gue ngakak banget! Untung aja nih kelas ada cogannya.” Ujar Raisa, tertawa.


“Lahh, perasaan waktu Selasa minggu kemarin, gue kaga ngeliat ada jam gambaran itu dah hahaha.” Ujar Rania.


“Tuh lihat aja.”


“NAJONG DAH KELAS GAK MODAL BANGET.” Ketus Melmel.


“Ya udah gak usah pake lama, sekarang kita berpencar ya! kayak biasanya ajaa.” Ujar Rania.


“Oh iya-iyaa, lu ke bagian paling belakang, Melmel di depan, gue di tengah ya.”


“Saa, gue nemuin pulpen nih...jangan-jangan punya kak David lagi.”


“Ahh, kalau pulpen ini mah gue juga nemu, kita aja gak tau kak David duduknya dimana.” Ketus Raisa.


“Kalau gue lihat-lihat sih! Waktu dia Video call an sama si Kesya, dia duduknya di deket jendela.”


“Ohh, disini yaa.”


      Tiba-tiba Raisa menemukan Raport kak Farel.


“Guyss, ada raport cobaa. Ya Ampuun! Ini raportnya kak Farel, wah jangan-jangan ada raport kak David juga lagii.”


  Rania dan Melmel langsung menghampiri Raisa, dan melihat raport itu.


“Ehh, kita cari yuk! Kali aja ada raport kak David yang ketinggalan.”


“Ehh! Tunggu deh...inii, ada catatan uang kas.” Ujar Melmel.


     Rania dan Raisa langsung menghampiri Melmel...Sebelum mereka membuka buku tersebut Raisa


berkata...


“Wah, jangan-jangan! Kak David uang kas nya banyak tunggakan lagi. Hahahaha.” Ujar Raisa.


“Coba lihat dah.”


    Mereka pun langsung membuka buku tersebut dan langsung melihat nama kak David.


“Ihh, gilaa. kak David Cuma belum bayar 2 Minggu yaa.” Ujar Raisa dan Rania.


 “Coba kita lihat nama Kak Nugraha.”


    Ketika mereka bertiga melihat nama kak Nugraha, mereka langsung tertawa terbahak-bahak, karena


melihat kak Nugraha yang tunggakan uang kas nya banyak.


“Aduhh. Sumpah ngakak banget! Nugraha ganteng doang tapi gak pernah bayar uang kas.” Cibir Rania dan Raisa sambil tertawa.


“Iya ih. Malu-maluin aja.” Ujar Melmel sambil tertawa.


“Bayarin gih Mel.”


“Idih ogah.”


     Seperti biasanya kalau sore Pak Kusma waktunya bersih-bersih kelas SMK.


“Waduuh! Ada suara tong sampah gede itu lagi. Berarti ada Pak Kusma.” Ujar Rania panik.


“Yah, ya udah deh, Mumpung dia masih di kelas samping, kita keluar cepetan dari sini yuk!” Ujar Raisa.


    Mereka pun keluar dari kelas kak David dan berlari menuruni tangga.


“Ran, Sa. Aku duluan yaa, udah dijemput.” Ujar Melmel.


“Iyaa, hati-hati Mel.”


“Ran Kita bikin Vlog yuk!” Ajak Raisa.


“Disini?” Tanya Rania.


“Lah iyaa, mumpung sepi dan yang lain juga udah pada pulang.”


“Mau bikin vlog apa dulu, harusnya tuh tadi bikinnya di kelas kak David.” Ketus Rania.


“Ya udah sih, bikin vlog apa ajaa.”


         Rania dan Raisa pun akhirnya bikin vlog...


“Saa. Btw kita bikin vlog di parkiran belakang aja yuk.” Ajak Rania.


“Kita nunggu angkotnya di jembatan 3 nih?” Tanya Raisa.


“Iyaa, males banget nunggu disini kelamaan...”


“Ya udah...”


         Selagi mereka berdua membuat vlog, Rania memberi saran kepada Raisa.


“Gimana, kalau kita.  Bikin vlog bareng kak David aja.”


“Aduuh. Raniaa! Rania! Kak David nih ya. Foto bareng kita aja gak mau. Apalagi disuruh bikin vlog bareng kita cobaa.” Ujar Raisa, tertawa.


“Ihhh! Maksud gue juga bukan gitu. Kayak gininii, kan kita kayak sengaja gitu bikin vlog! Nanti kita arahin ke kak David...nanti kita bilang gini Ehh ada kak David ganteng guys! Gitu Saa.”


“Maksud lu apa sih? Beneran dah gue gak ngerti.”


“YA UDAH LAH! GAK USAH.” Ketus Rania.


“Lah, lagian ngomong suka gak jelas lu! Haha.”


“Ya udah, tuh angkot udah dateng...”


“iyaa.”