
Setelah sanlat selesai, pada hari Sabtu sekolah mereka melaksanakan pembagian raport...setelah pembagian Raport mereka pun liburan hari raya idul fitri, selama kurang lebih satu bulan...mereka pun naik ke kelas
IX...pada tanggal 16 July 2018 mereka sudah mulai kegiatan belajar mengajar di sekolah...hari yang sangat Rania tunggu-tunggu ini sudah datang...dari parkiran motor yang dekat masjid Rania berlari dengan semangat menuju sekolah, karena sudah kangen dengan teman-teman, tanpa ketinggalan juga ditambah kak David. Rania pun menaiki tangga dengan berlari, sesampai diatas ia bertemu dengan kak Alif yang sedang berdiri di depan kelasnya...Rania pun melihat Raisa dari belakang dan memanggil namanya.
“Raisa!” Panggil Rania.
“Yehh! Lama banget lu datengnyaa!” Ketus Raisa.
“Demi apapuun. Gue udah kangen banget sama sekolahan! Gue kangen sama kalian semua! Apalagi sama kak David ya Allah...” Seru Rania.
“Iyaa samaa, gue juga. Kita tuh kelasnya dimana sih?” Tanya Raisa.
“Serius lu gak tau?” Tanya Rania.
“Iyaa.”
“Kita buat kelas sementaranya itu di kelas VII.3...kembali ke kelas kita waktu kelas VII.”
“Ohh, disitu, gue baru inget kan kelas IX kelasnya dipakai buat MPLS yaa.” Ujar Raisa.
“Nah iyaa, udah ah! Gue mau lari ke kelas dulu.”
“Ehh, tungguin!”
Sesampai mereka berdua di kelas. Rania langsung berjerit seperti biasanya...
“WAHHH SEKOLAH! AKHIRNYA SEKOLAH JUGA YA ALLAH...UDAH BOSEN BANGET DI RUMAH GAK BISA LIHAT KAK DAVID!.” Seru Rania.
“Iyaa! Buset dah! Gue kaget ya.” Ujar teman Rania yang lain.
4 jam kemudian tibalah jam istirahat...saat mereka ke kantin...ada kak David yang sedang makan
di kantin emak.
“Ituu kak David, lagi berdiri ngeliatin dapur tuh.” Ujar Raisa terkejut.
“Yaa ampuun! Kenapa sih, dia makin ganteng aja!” Ujar Rania.
Mereka pun melewati kak David...setelah itu kembali ke kelas.
“Guys, btw. Aku udah dibolehin bawa motor loh.” Ujar Rania.
“Serius Ran?” Tanya yang lain.
“Iyaa! Jadi kita sekarang bisa cari-cari rumah kak David.” Seru Rania.
“Mau kapan?” Tanya Melmel.
“Gimana kalau hari Rabu aja!” Ujar Rania.
“Ihh. Mau ikut!” Ujar Raisa.
“Kalau saran gue Sa, gue nyari sama si Melmel aja deh! Soalnya dia yang tau jalan.” Saran Rania.
“Oh, gitu ya udah. Tapi kalau udah ketemu kasih tau ya!” Ujar Raisa.
“Iyalaah!” Ketus Rania.
rumah kak David, udah lah biarin aja, udah lupa mungkin dia.”
Keesokan harinyaa kak David tidak masuk sekolah...dan mereka mulai menjalankan misi lagi di hari
Rabu...pada hari Rabu ada acara demo eskul...setelah acara tersebut berlangsung. Rania dan Raisa hanya melihat ke arah kak David dan tidak memperhatikan acara demo eskul tersebut...ketika sedang eskul silat ditunjukan,
Rania dan Raisa melihat kak David seperti menangis, karena dia mengeluarkan air mata sama persis seperti orang menangis.
“Saa. Itu pacar gue kenapa, kok kayak lagi nangis ya.” Ujar Rania.
“Pacar lu! Pacar lu! Pacar gue dia itu!” Ketus Raisa.
“Heran gak sih! Waktu kak Farel lagi mecahin kaca, kak David langsung kayak orang nangis gitu.” Ujar Rania.
“Jangan-jangan...kak David kasian lagi, gara-gara takut temennya luka.” Ujar Raisa.
“Ehh dia ngeliat! Buang muka kita.” Ujar Rania panik.
Tiba-tiba Nugraha berdiri disamping kak David...
“Ehh, lihat tuh ada Nugraha, btw Melmel mana yaa.” Ujar Raisa.
“Sa. Lu tau gak sih, kan si Nugraha dipanggilnya “Nanang” kata si Melmel haha.”
“Lah? Serius Nanang? Hahaha. Kalau Nugraha dipanggil Nanang berarti Ekaau nanti kalau jadi istrinya dipanggil Nunung dong, kan cocok tuh (Nanang Nunung) haha.” Ujar Raisa, tertawa terbahak-bahak.
“Lah kok Ekaau si? Kan harusnya Melmel.”
“Oh iyaya...mulai sekarang gue mau julukin Nugraha (Nunung) ah.” Ujar Raisa.
“Oh iyaa, bagus tuh. kita buat nama-nama David and the gang.”
Ketika pulang sekolah...kak David turun ke bawah untuk mengambil sepedanyaa.
“Ran. kejar yuk!”
“Jangan Sa! Kan gue sama si Melmel mau ke nyari rumah dia, hari ini...gini aja deh. Kita lari ke jembatan nanti pas kak David lewat...kita panggil dia.”
“Ya udah deh ayok!”
Rania dan Raisa lari ke jembatan mendahului kak David. Sebelum kak David mereka berdua panggil
kak David pun berkata...
“Duluan-duluan.”
Tanpa mereka berdua sadari yang berkata duluan-duluan itu adalah kak David.
“Ehh, ya Allah...kak David.” Ujar Rania.
“Dia bilang duluan sama kita Ran. Apa ini pertanda kalau kita bakalan akrab sama kak David?”
“Mudah-mudahan iya. Saa, Aaamiiin deh.”