
Ketika ingin menuju kelas dan melewati kelas kak Alif...mereka pun bertemu dengan kak Alif di depan kelas dia. “Kak Alif...” Panggil Raisa.
“Iyoo.”Jawab kak Alif.
“Cobaa, aja kak David kalau dipanggil sama kita kayak kak Alif yaa, kok gue jadi makin respect sama kak Alif yaa, dibanding sama kak David. Soalnya kayak misalnya kalau dipanggil tuhh, kak Alif mah jawab. sedangkan kak David? Cuma diem yahh paling-paling lagi tuh senyum atau ngga Cuma nengok.” Ujar Rania.
“Tapi kalau masalah gantengan mananyaa, yahh kak David menang!” Ujar Raisa.
“Tapi Saa, kalau menurut gue, gantengan kak Alif dari pada kak David.” Ujar Melmel.
“Kaga lah! Gantengan kak David!” Ketus Tuti.
“Gantengan kak David mell, kalau kak Alif tuh manis, dan kenapa kita bisa bilang kak Alif ganteng yah karena dia tuh gak sombong.” Ujar Rania.
“Apaan siih! Gantengan kak Miftah lah!” Ujar Ekaau.
“Udah apa! Semua cogan itu pasti ganteng namanya juga cogan yah sama dengan cowok ganteng, walaupun masih gantengan kak David sih.” Ketus Raisa.
Ketika sudah sampai di kelas Rania pun langsung teriak memanggil nama Afe. “Afee, ayok kita
sholat.”
“Hayoo, dari mana kalian?!” Cibir temannya.
“Biasa guyss, urusan beda lagi ini mah, penting haha.”
“Yok, Ran. Kita solat...gimana udah ketemu sama si David nya?” Tanya Afe.
“Udah, nanti aja ceritanyaa, di luar.” Ujar Rania, mengambil mukena.
“Raniaa, gue mau ikut ya.” Ujar Raisa.
“Ngga! ngga! ngapain sih lu ikut, sholat juga ngga.” ketus Afe.
“Ahh, masa gak boleh sih!”
“Yuk...Ran. Cepetan ah!” Ujar Afe yang berjalan mendahului Rania.
“Udah, Sa...nanti lu nyusul aja ke musolah yaa.” Ujar Rania berbisik.
“Okee-okee paling nanti gue ajak si Ekaau kesananya.” Bisik Raisa.
“Ya udah gue duluan...guyss. Ini gak ada yang mau ikut solat?.” Tanya Rania.
“Iyaa, nanti nyusul.” Jawab yang lain.
Rania dan Afe pun menuju ke musolah...dan, Rania. bercerita ke Afe tentang yang tadi...
“Oh iyaa, Fee. aku mau cerita yang tadi yaa.”
“Oh ya udah cerita aja.”
“Kan tuh tadi gini Fee! Tadi kita lihat kak David kan masih dibawah yaa. Baru selesai olahraga nah pas mau hujan dia langsung naik ke atas! Terus, kita sengaja dong lewat depan diaa, lawan arah gituu dia ke arah tangga
yang itu, aku sama yang lain ke arah kelas kak Alif, terus ya udah gitu aku hari ini udah ketemu 2 cogan tinggal kak Manis aja nih yang belum.”
“Terus kamu nyapa si David?...atau ngga si Alif gitu?”
“Ngga ada yang aku sapa, aku Cuma lewat, kalau kak Alif aku belum berani Fe. Cukup temennya kak David aja yang rese suka sindir-sindir...masa iya temennya semua cogan jadi musuh aku...nanti aku di cap bener-bener jadi pemburu cogan beneran lagii.”
“Lah kamu kan biasanya juga malu-maluin! Hehe.”
“Tapi gak tau kenapa, tadi aku males aja gitu mangil-manggil dia.”
Ketika ingin menuruni tangga,. Rania berjalan duluan mendahului Afee...dan ketika ingin sampai dibawah ia berkata....
“Fee, mudah-mudahan si kak David ganteng solat yaa haha! Seneng banget aku tuh.” Ujar Rania, menolehkan pandangan ke arah Afe dan mengalihkan ke arah kanan.
Tiba-tiba ada kak David yang lewat disampingnya...
“Kak David gantengg...HUAAAA YA ALLAH FE!!! BARU AJA AKU OMONGIN EH ORANGNYA LEWAT AH!” Seru Rania, berlari menuruni tangga.
“Sttss! sttss! udah diem-diem! Malu-maluin ih, itu lihat semua orang pada nengok!”
“Eh iyaa, maaf Astagfirullah. Tapi Fee, btw kok kak David naik ke atas lagi yaa, jangan-jangan dia udah selesai sholat lagii atau ngga dia gak sholat! Tapi masa iya dia udah selasai sholat, adzan aja baru kok.”
“Yahh, mana aku tauu. Tanya gih sana.”
bangett! Ahh! Baru tadi di atas aku bilang aku belum ketemu diaa.”
“Ya udah iyaa, ada si manis jembatan ancol! Itukan yang lagi wudhu.” Ketus Afe.
“Iyaa, manis banget ya Allah.”
“Udah ayok, wudhu.”
“Tapi wudhu nyaa, disamping kak manis yaa.”
“Ihh! Ngapain sihh! Rame kalau disitu Raniaa! Udah di dalem ajaa.”
“Ya udah iyaa.”
Setelah kak manis selesai wudhu...ia pun keluar dari tempat wudhu tersebut, tiba-tiba ada anak
cewek yang memanggil namanya.
“Haii, Romii.” Panggil anak cewek itu.
“Iyaa.” Jawab kak manis, melambaikan tangannya.
“IHHHH! JADI CEWEK KOK! GENIT BANGET! MANGGIL-MANGGIL COBA! SOK AKRAB BANGET!” Ketus Rania.
“Hahahahaha! Raniaa. ngaca! Kamu itu lebih sokap dari pada diaa, mungkin aja tadi itu temennya.” Ujar Afe, tertawa.
“Ah, sama aja! Tapi iya juga yaa fee! Emang dasar Rania mah gak pernah ngaca haha.” Ujar Rania, tertawa.
“Ya udah tuh, yuk wudhu, udah sepi.”
“Ayok.”
Setelah mereka berdua selesai berwudhu dan langsung menuju musolah...
“Aduh fee, ini becek banget ya lagi hujan.”
“Iyaa, pelan-pelan aja Ran. Kalau buru-buru nanti kepleset.”
“Iyaa, tenang aja.”
Ketika Rania dan Afe sedang pakai mukena, ada suara teriakan dari luar dan memanggil nama kak
David.
“Fee, kok kak David gak solat sihh!”
“Lah, mana aku tauu.”
“Daviid!”
“Daviiiiiiiiid!”
“Daviiiiiiiiiiiid.”
“Haii, David.” Sorakan para fans kak David.
“Fee, itu apaan ya rame-rame? Kok kayak manggil-manggil nama kak David! jangan-jangan! Ahhh.” Seru Rania dan keluar musolah.
Afe pun menghampirinya dan berkata. “Ada apa sih Ran?”
“Gilaa Fe!! Itu kak David dari ujung kelas IX.6 sampai IX.3 diteriakin sama fans-fansnyaa, tuh kak David nya lagi larii, mau ke musolah kali ya.”
“Iya, mungkin kali ya udah yuk kita solat.”
“Entar duluu.”
Setelah kak David sampai di musolah...
“kak Daviid!!.”Teriak Rania, melambaikan tangan dan masuk lagi ke musolah.”
“Afee! Kak David ganteng banget!! Fe, sholatnya nanti aja yaa, bareng sama kak David.”
“Ogah, kelamaan. Udah ayok cepetan sholat.”
“Ya udah!”